SERAMBINEWS.COM - Insiden peluru nyasar yang kembali terjadi di Universitas Negeri Padang (UNP) menimbulkan kekhawatiran serius terkait keselamatan warga kampus.
Korban kali ini merupakan mahasiswa yang sedang merayakan kelulusan ujian bersama teman-temannya.
Pihak UNP menilai kejadian tersebut bukan kasus pertama, melainkan peristiwa yang telah berulang dalam beberapa tahun terakhir.
Karena itu, kampus mendesak adanya evaluasi total terhadap keberadaan dan sistem keamanan lapangan tembak di sekitar kampus.
UNP juga menagih komitmen pihak terkait yang sebelumnya pernah berjanji melakukan perbaikan dan evaluasi.
Kejadian berulang menunjukkan perlunya langkah yang lebih konkret dan berkelanjutan.
Baca juga: Fakta Peluru Nyasar Lukai 2 Orang di Kampus UNP Padang, TNI Hentikan Latihan Menembak
Keselamatan mahasiswa, dosen, dan masyarakat sekitar harus menjadi prioritas utama.
Melalui surat yang telah dikirim kepada Menko Polhukam, UNP berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk mencegah terulangnya insiden serupa.
“Mahasiswa sudah selesai ujian, mereka melampiaskan kegembiraan dengan berswafoto.
Tahu-tahu ada peluru nyasar dan korban langsung tumbang,” ujar Senior Eksekutif UNP, Prof Ganefri, kepada Kompas.com, Kamis (4/6/2026).
Menurut Ganefri, insiden serupa bukan kali pertama terjadi di lingkungan kampus. Bahkan saat dirinya menjabat sebagai Rektor UNP pada periode 2016–2024, peristiwa peluru nyasar telah terjadi lebih dari dua kali.
Salah satu kejadian sebelumnya bahkan mengakibatkan kaca di dekat ruangan rektor pecah setelah proyektil peluru ditemukan di dalam ruangan tersebut.
Baca juga: Balita Korban Peluru Nyasar di Medan Akhirnya Jalani Operasi 8 Jam, Ibu Khawatirkan Kondisi Anak
Karena itu, pihak UNP kembali menagih komitmen dan janji yang pernah disampaikan pimpinan TNI terkait evaluasi keamanan kegiatan latihan menembak di kawasan tersebut.
Pergantian pejabat di tingkat Komando Resor Militer (Korem) dinilai belum mampu menyelesaikan persoalan yang terus berulang.
“Harusnya proaktif. Sudah berapa kali kejadian, kami terus mengevaluasi. Tukar Danrem, sudah lupa lagi. Ini janji Panglima, jangan sampai lupa kalau ditinggal begitu saja,” katanya.
Sebagai tindak lanjut atas ancaman keselamatan yang berulang tersebut, Rektorat UNP telah melayangkan surat resmi kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam).
Langkah itu diambil agar pemerintah dan pihak terkait segera mengambil tindakan tegas serta menghadirkan solusi konkret guna menjamin keselamatan civitas akademika dan masyarakat yang berada di sekitar kawasan kampus. (*)
Sumber: https://regional.kompas.com/read/2026/06/04/224455878/peluru-nyasar-lagi-unp-tagih-janji-lama-dan-minta-evaluasi-total