TRIBUN-MEDAN.com - Sebuah kabar berhembus bahwa Purbaya Yudhi Sadewa mengundurkan diri dari kabinnet Prabowo Subianto.
Isu ini beredar di media sosial. Banyak yang berspekulasi kemunduran Purbaya karena kegagalan membangkitkan nilai rupiah.
Isu ini menyebutkan bahwa Purbaya akan menyampaikan pengunduran diri pada Kamis Sore di Wisma Danantara.
Karena itu, banyak yang menduga terjadi reshuffle dalam Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Kabar terbaru, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi membantah kabar tersebut.
"Reshuffle? Belum ada reshuffle," ucap Prasetyo Hadi dikutip dari Tribunnews, Kamis (4/6/2026).
Lantas, ketika disinggung awak media bahwa ramai di media sosial terkait kabar pengunduran diri Menkeu Purbaya, Mensesneg pun membantahnya.
"Enggak ada. Enggak ada," bantah politikus Gerindra itu.
Baca juga: SETELAH Korupsi MBG Dibongkar, Kejaksaan Sorot SPPG yang Curang, Minta Warga Ikut Awasi
Baca juga: SURAT Sonny Sanjaya dari Penjara ke Nanik S Deyang Naik Jadi Kepala BGN: Terima Kasih Hadiahnya
Prasetyo Hadi menjelaskan, Menteri Purbaya sudah memberikan klarifikasi terkait isu tersebut.
Jadi, menurutnya, tidak ada pergantian jabatan Menkeu.
Sekarang ini, kata Prasetyo Hadi, yang diperlukan adalah adanya koordinasi antar kementerian/lembaga.
"Saya kira tadi sore juga sudah di disampaikan oleh beliau (Menkeu) juga kan, tidak ada tidak ada rencana pergantian. Justru yang sekarang kita perlukan adalah saling koordinasi yang erat dan intens antara kementerian keuangan, BI, otoritas jasa keuangan."
"Jadi, ndak ada, belum ada rencana itu (pergantian)," lanjut Mensesneg.
Purbaya Bantah Mundur
Menteri Purbaya pun telah membantah kabar dirinya akan mundur dari jabatannya. Ia mengatakan, informasi yang menyebutkan dirinya akan mundur adalah hoaks.
“Tidak ada. Itu rumors,” kata Purbaya pada Kamis (4/6/2026).
Namun, Purbaya tak menjelaskan lebih detail tentang isu dirinya mundur atau mengenai isu perombakan kabinet.
“Sampai saat ini itu yang saya tahu,” jelasnya.
Purbaya Kasihani Dadan
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, tampak tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya saat mendengar kabar mantan Kepala Badan Gizi Nasional ( BGN ), Dadan Hindayana, resmi diciduk.
Dadan bersama dua wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya, kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam pusaran kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mendengar nasib malang yang menimpa sejawatnya itu, Purbaya spontan mengaku merasa iba. Ia menyayangkan mengapa Dadan dan para wakilnya harus tersandung kasus hukum yang begitu berat di instansi yang baru seumur jagung tersebut.
Meski menaruh rasa simpati, Purbaya menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak ingin ikut campur dalam urusan hukum tersebut.
Ia menilai urusan pencopotan jabatan hingga proses hukum yang menjerat Dadan sepenuhnya merupakan kewenangan mutlak dari pihak istana dan aparat penegak hukum.
"Oh, (Dadan) sudah (jadi tersangka)? Kasihan amat. Barusan (ditetapkan) ya?" ujar Purbaya dengan nada terkejut saat dicecar pertanyaan oleh awak media pada Rabu (3/6/2026), seperti dikutip dari tayangan YouTube KompasTV, dilansir Tribunnews.com.
"Ini kan (Dadan dicopot dan berakhir tersangka) keputusan Bapak Presiden, telah melakukan evaluasi terhadap kinerja beliau kan. Kita nggak ikut campur," imbuh Purbaya mempertegas posisi kementeriannya.
Saat ditanya mengenai desas-desus apakah kasus korupsi serta dugaan mark-up pengadaan barang untuk program makan gratis ini ada kaitannya dengan skandal kebocoran anggaran motor listrik, Purbaya mengaku belum tahu-menahu.
Namun, satu hal yang bisa ia pastikan, anggaran jumbo untuk program andalan pemerintah ini bakal langsung dikepras imbas dari adanya kasus tersebut.
"Nggak tahu (ada hubungannya dengan kebocoran anggaran motor listrik)."
"Yang jelas sekarang anggarannya, berapa? (Rp) 260 (triliun) akan berkurang kan, karena ada potongan. (Nominalnya) di bawah itu," kata Purbaya blak-blakan mengenai nasib anggaran MBG ke depan.
Belajar dari kasus ini, Purbaya menambahkan bahwa Kementerian Keuangan ke depan akan memperketat pengawasan dan bekerja sama secara lintas sektoral dalam mengawal berjalannya program MBG.
Satu di antara langkah konkretnya adalah dengan menyisir kembali harga penawaran dalam pengadaan barang dan jasa agar tidak ada lagi celah penyelewengan.
Nantinya, Kemenkeu tidak akan bergerak sendiri melainkan bakal saling bertukar data mentah dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Kejaksaan Agung.
"Ya kita lihat aja, kita cek itu harganya seperti apa. Dan mungkin laporan juga bukan dari kita aja kan. BPKP memeriksa, Kejaksaan memeriksa, semua memeriksa. Jadi kita tukar-tukar data lah," pungkas Purbaya menyudahi sesi wawancara.
(*/tribun-mdan.com)