Kisah Pilu Butet, Tunawisma yang Ditemukan Tewas Membusuk di Lorong Bangunan
Noval Andriansyah June 05, 2026 01:19 AM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kisah pilu menyelimuti pelataran ruko di kawasan Enggal. Seorang wanita tunawisma yang sehari-hari akrab disapa warga dengan panggilan Butet, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi memprihatinkan di lorong bangunan BKS, Jalan Dipo, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Enggal, Bandar Lampung, Selasa (2/6/2026) siang.

Baca juga: Warga Bandar Lampung Cium Bau Busuk sebelum Temukan Jasad Telentang  

Keberadaan jasad wanita paruh baya tanpa identitas resmi tersebut pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang menaruh kepedulian padanya. Selama ini, warga memang rutin melakukan pengecekan berkala ke lokasi lorong tempat Butet biasanya merebahkan diri dan melepas lelah setelah seharian telantar di jalanan.

Camat Enggal, Muchamad Supriyadi, membenarkan adanya laporan penemuan jasad wanita yang hidup menggelandang di wilayahnya tersebut. Menurutnya, pihak kelurahan sebenarnya sudah sempat merangkul korban sebagai warga binaan sosial dan mencoba mengurus penanganan hidupnya.

"Korban yang sehari-hari dipanggil Butet merupakan warga binaan sosial yang selama ini tidak memiliki identitas. Kelurahan sebelumnya sudah melakukan pendataan dan melaporkan keberadaannya kepada Dinas Sosial Kota Bandar Lampung agar mendapatkan pelayanan kesehatan dan penanganan sosial," ungkap Muchamad Supriyadi, Kamis (4/6/2026).

Supriyadi menceritakan, berdasarkan kronologi yang ia terima, jasad Butet pertama kali terendus sekitar pukul 12.45 WIB. Saat itu, warga yang melintas di sekitar bangunan mulai mencium aroma menyengat yang kurang sedap. Curiga dengan bau tersebut, warga mencoba menengok ke dalam lorong tempat Butet tinggal dan mendapati tubuh wanita malang itu sudah terbujur kaku dalam posisi telentang.

Kaget melihat kondisi Butet yang sudah tak bernyawa, warga langsung melapor ke pamong kelurahan dan Bhabinkamtibmas setempat. Tak lama kemudian, personel Polsek Tanjungkarang Barat bersama Tim Inafis Polresta Bandar Lampung langsung meluncur ke lokasi untuk menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan luar secara medis dan kepolisian, beruntung tidak ditemukan adanya kejanggalan atau indikasi penganiayaan pada tubuh korban. Butet diduga kuat mengembuskan napas terakhirnya di dalam kesendirian karena didera penyakit.

"Secara kasat mata tidak ditemukan luka maupun bekas kekerasan akibat benda tajam atau benda tumpul. Dugaan sementara korban meninggal dunia karena sakit," tutur Supriyadi.

Mirisnya, saat pertama kali ditemukan, kondisi jasad Butet diperkirakan sudah meninggal sejak beberapa hari lalu karena proses pembusukan sudah mulai berjalan alami. Sekitar pukul 13.15 WIB, Tim Inafis Polresta Bandar Lampung yang tiba di lokasi langsung merampungkan proses identifikasi. Jasad Butet kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung untuk dibersihkan dan ditangani lebih lanjut.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mencoba melacak asal-usul dan data diri lengkap dari wanita malang tersebut, mengingat warga hanya mengenalnya lewat nama panggilan jalanan.

Kasi Humas Polresta Bandar Lampung, AKP Agustina Nilawati, menyatakan bahwa petugas masih menunggu hasil visum resmi dari pihak rumah sakit sambil mengumpulkan keterangan tambahan di lapangan.

"Namun dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan indikasi adanya tindak pidana," ujar Agustina menenangkan warga.

Ia juga memberikan apresiasi kepada warga sekitar yang selama ini peduli dan rutin memantau kondisi korban selama hidup menggelandang di kawasan tersebut, hingga akhirnya menjadi pihak pertama yang mengetahui kepergian Butet untuk selama-lamanya.

( Tribunlampung.co.id /Dominius D Barus ) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.