- Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih kuat.
Hal ini merespons pertanyaan awak media terkait melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
"Kemudian dari inflasi yang masih terjaga, insyaallah sesungguhnya kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat gitu," kata Prasetyo di Istana Negara, Kamis (4/6/2026).
Meski begitu, Prasetyo mengatakan pemerintah terus berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
"Berkenaan dengan masalah rupiah (dan IHSG), kami pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, kemudian Bank Indonesia, kemudian juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berkoordinasi secara intens untuk," sambungnya.
Nilai tukar rupiah sempat menyentuh Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (4/6/2026).
Berdasarkan data Bloomberg pukul 14.35 WIB, rupiah melemah 76,50 poin atau 0,43 persen ke posisi Rp 18.048 per dolar AS.