Cerita Penyapu Jalan di Boalemo Gorontalo, Gaji Kecil hingga Beli Alat Sendiri
Aldi Ponge June 05, 2026 09:43 AM

TRIBUNGORONTALO.COM - Cerita keluh kesah penyapu jalan di Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.

Gaji penyapu jalan di Boalemo akhir-akhir ini ramai diperbincangkan di media sosial. Penyebabnya gaji kecil tapi terlambat gaji yang diterima.

Iyut Djanihi (40) penyapu jalan mengakui keterlambatan gaji dari petugas kebersihan.

Selain gaji kecil, sering terlambat. gajinya pun  sudah terpotong iusran BPJS, bpjs, ppn, pph, maupun pihak ketiga. 

"Pembayaran gaji petugas tanggal 15 hingga 20 setiap bulan, seharusnya dari tanggal 5 hingga 10 sudah dibayarkan," ungkapnya saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Kamis (4/6/2026). 

Dia mengaku menjadi penyapu jalan merupakan pekerjaan utama untuk menghidupi kehidupannya dan anak-anaknya. Dia menyapu jalan sejak subuh dan dilanjutkan siang ke sore hari.

"Bekerja mulai dari pagi hari sekitar pukul 05.00 Wita hingga pukul sekitar 08.30 Wita pagi, kemudian dilanjutkan lagi pada siang hari pukul 14.00 Wita sampai dengan pukul 17.00 Wita," ungkapnya

Ia mengaku memiliki gaji sekitar Rp1.500.000, namun ia terima bersih hanya Rp1.225.000 akibat dari potongan bpjs, ppn, pph, maupun pihak ketiga. 

SABU JALAN -- Kondisi sampah dan alat penyapu jalan mikik Iyut Djanihi  warga Boalemo, Provinsi Gorontalo.
SAPU JALAN -- Kondisi sampah dan alat penyapu jalan mikik Iyut Djanihi warga Boalemo, Provinsi Gorontalo. (TribunGorontalo.com/Rahmat Hambali)

Selain itu, dari gaji yang didapatkan, ia perlu mengeluarkan modal untuk membeli perlengkapan dalam pekerjaannya.

"Untuk alat-alatnya di tanggung sendiri oleh penyapu jalan, Dinas terkait hanya menanggung gaji saja," ucapnya kepada TribunGorontalo.com.

Katanya, sapu lidi saja yang digunakan sehari-hari, hanya bertahan 2 - 3 hari saja, kemudian harus diganti. Katanya, keluhan penyapu jalan adalah tidak adanya tempat sampah yang digunakan untuk membersihkan rumput.
 
"Kami seluruh petugas kebersihan butuh tempat sampah, dan jas hujan agar saat hujanpun kami bisa bekerja", Tambahnya.
 
Ia mengaku sudah beberapa kali mengajukan tempat sampah, jas hujan, serta sapu lidi dan angkat-angkat rumput,  namun sampai dengan saat ini tidak pernah diperhatikan. 

"Saya berharap pemerintah bisa segera mengatensi seluruh keluhan para petugas, baik berupa tempat sampah dan peralatan yang dibutuhkan lainnya", Tuturnya. 

Hajari Djanihi (68) warga lainnya mengakui Iyut harus membiayai kebutuhan sehari-hari hingga kebutuhan anaknya. 

"Walaupun hanya penyapu dijalan tapi itu adalah pekerjaan halal, dan hasil dari penyapu dijalan sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari," katanya  saat ditemui TribunGorontalo.com.

Hajari berharap untuk gaji para penyapu jalan bisa diperlancar, karena dari penghasilan Iyut untuk digunakan sehari-hari. 

"Kalau boleh akhir bulan sudah pengajuan gaji sudah dilakukan, agar awal bulan sudah cair", Tutup Hajari. (*/Rahmat)
 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.