5 Juni 2026 Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Cek Awal Sejarah dan Tema yang Diusung Indonesia
Vigestha Repit Dwi Yarda June 05, 2026 10:03 AM

BANGKAPOS.COM -- Bertepatan dengan Jumat, 5 Juni 2026, masyarakat dunia kembali memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Momen tahunan ini menjadi pengingat penting akan perlunya menjaga kelestarian bumi sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap berbagai persoalan lingkungan yang semakin kompleks.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia bermula dari keputusan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1972.

Penetapan tersebut dilakukan bersamaan dengan penyelenggaraan Konferensi PBB tentang Lingkungan Hidup Manusia yang berlangsung di Stockholm, Swedia, pada 5–16 Juni 1972.

Baca juga: Misi John Herdman Putuskan Rekor Buruk 38 Tahun Tak Pernah Menang Lawan Oman

Konferensi itu tercatat sebagai forum internasional pertama yang secara khusus membahas isu lingkungan hidup secara global. Dari pertemuan tersebut lahir Deklarasi Stockholm yang memuat sejumlah prinsip pengelolaan lingkungan, rencana aksi internasional, serta pembentukan United Nations Environment Programme (UNEP) sebagai badan PBB yang berfokus pada urusan lingkungan.

Setahun kemudian, tepatnya pada 1973, Hari Lingkungan Hidup Sedunia pertama kali diperingati dengan tema “Only One Earth”.

Tema tersebut menegaskan bahwa manusia hanya memiliki satu bumi yang harus dijaga dan dilestarikan bersama.

Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Indonesia

Di Indonesia, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 mengangkat tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”. Tema ini ditetapkan melalui Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).

Melalui tema tersebut, pemerintah berupaya memperkuat komitmen sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menghadapi Triple Planetary Crisis atau tiga krisis utama yang tengah dihadapi dunia, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta pencemaran lingkungan.

Ketiga persoalan tersebut saling berkaitan dan memberikan dampak besar terhadap keberlanjutan kehidupan manusia maupun ekosistem di berbagai belahan dunia.

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan tahun ini, KLH/BPLH juga dijadwalkan meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) pada 6 Juni 2026. Program tersebut mengusung semangat “Saatnya Beraksi untuk Iklim” dan ditujukan untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat berpartisipasi aktif dalam upaya pelestarian lingkungan.

Peringatan Lain pada 5 Juni

Selain Hari Lingkungan Hidup Sedunia, tanggal 5 Juni juga diperingati sebagai Hari Internasional Melawan Penangkapan Ikan Ilegal. Peringatan ini mulai dikenal secara luas sejak 2018 sebagai bentuk kampanye global untuk memerangi praktik penangkapan ikan yang melanggar ketentuan hukum.

Penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur merupakan aktivitas yang bertentangan dengan regulasi nasional maupun internasional. Praktik tersebut tidak hanya menyebabkan kerugian ekonomi bagi negara, tetapi juga berpotensi merusak ekosistem laut dan mengancam keberlanjutan sumber daya perikanan.

Melalui peringatan ini, komunitas internasional diharapkan semakin memperkuat pengawasan serta penegakan hukum guna mencegah berbagai aktivitas perikanan yang merugikan lingkungan dan keberlangsungan sumber daya laut.

(Kompas.com/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.