TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Aksi kebut-kebutan atau speeding di jalan raya kembali memakan korban.
Sebuah kecelakaan yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Jalan By Pass Ngurah Rai, tepatnya di depan jalan masuk Drupadi Cafe, Desa Sidakarya, Denpasar Selatan.
Akibat insiden yang terjadi pada Kamis dini hari sekitar pukul 02.00 WITA tersebut, satu unit sepeda motor hangus terbakar hingga harus diceburkan ke kali, sementara seorang pelajar mengalami patah kaki.
Baca juga: Gagal Salip Truk di Kalianget Buleleng, Avanza Angkut Dua WNA Alami Kecelakaan
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan hasil penyelidikan sementara di tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan ini diduga kuat dipicu oleh aksi speeding yang dilakukan oleh para pengendara yang terlibat.
"Kecelakaan yang terjadi di Jalan By Pass Ngurah Rai ini melibatkan beberapa kendaraan yang diduga kuat tengah melakukan aksi speeding atau kebut-kebutan," kata Iptu Gede Adi pada Jumat 5 Juni 2026.
Peristiwa ini bermula ketika sebuah sepeda motor Honda Stylo dengan nomor polisi DK 5302 AFG yang dikendarai oleh Putra FP (15), seorang pelajar, tengah melintas di lokasi kejadian.
Tiba-tiba, sepeda motor Yamaha Aerox tanpa pelat nomor yang dikendarai Depa berada di depannya mengeluarkan asap pekat dan melambat secara mendadak.
Baca juga: Kecelakaan Maut di Jalan Cokroaminoto Denpasar Bali, Truk Kabur, Pemotor Tewas Terlindas
Melihat situasi membahayakan tersebut, Putra berupaya menghindar dengan menyalip dari sisi kiri lalu terjadi benturan yang kuat.
Benturan itu membuat korban terpental ke aspal.
"Akibat tabrakan dari belakang tersebut, pengendara Honda Stylo yang masih berstatus pelajar ini terjatuh dan mengalami luka serius berupa patah pada paha kaki kiri," tuturnya.
Di sisi lain, sepeda motor Yamaha Aerox tersebut langsung mengeluarkan percikan api dan terbakar hebat di tengah jalan.
Uniknya, pengendara Yamaha Aerox yang diketahui bernama Depa, memilih kabur dari lokasi kejadian dan meninggalkan motor yang tengah dilalap api begitu saja.
Baca juga: TRAGEDI Kecelakaan Beruntun di Jalan Samsam Kerambitan Tabanan, Pejalan Kaki Tewas Saat Menyeberang!
Kondisi api yang membesar sempat membuat panik, teman Depa, Veraldi Arfelio Tumober (20), langsung berinisiatif turun untuk membantu.
Karena keterbatasan alat dan tidak adanya APAR, Veraldi bersama terpaksa mengambil tindakan spontan dengan menggotong dan membuang motor Yamaha Aerox yang sedang membara itu ke dalam kali di pinggir jalan agar apinya padam.
Belakangan terungkap bahwa motor Yamaha Aerox yang hangus terbakar tersebut bukan milik Depa.
Pemilik aslinya adalah seorang pelajar bernama Muhamad W (16), warga Jalan Mahendradatta, Denpasar Barat.
Muhamad mengaku baru mengetahui kejadian itu setelah dihubungi oleh rekannya Arjun pada pukul 02.20 WITA yang juga teman Veraldi.
Saat ia tiba di TKP, motor kesayangannya sudah berada di dalam kali dalam kondisi gosong tak berbentuk.
Muhamad menjelaskan bahwa motor tersebut memang sudah dipinjam dan dibawa oleh Depa sejak sebulan yang lalu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari saksi di lapangan, sebelum kabur, pengendara Aerox sempat mengonfirmasi bahwa motor yang dibawanya mengalami putus timing belt secara mendadak sebelum akhirnya memicu kecelakaan beruntun dan kebakaran tersebut.
Saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan barang bukti di lokasi kejadian untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
"Barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha Aerox dalam kondisi hangus terbakar dan satu unit Honda Stylo DK 5302 AFG telah kami amankan," pungkasnya. (*)