TRIBUNSUMSEL.COM - Tim Satreskrim Polrestabes Medan berhasil menangkap pelaku penganiayaan terhadap sepasang suami istri (pasutri) di kawasan Terowongan Tembung, perbatasan Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Mirisnya dari video yang viral di media sosial, salah satu pelaku menendang perut sang istri yang sedang dalam kondisi hamil muda.
Kurang dari 24 jam setelah video tersebut viral, dua pria yang menjadi dalang utama penganiayaan tersebut diringkus polisi pada Rabu (3/6/2026).
Baca juga: Pernah Keguguran dan 4 Tahun Menanti, Kondisi Terkini Ibu Hamil yang Ditendang Preman di Tembung
Sosok kedua pelaku yang terekam jelas menendang perut ibu hamil dan memukuli sang suami ternyata merupakan saudara kandung.
Keduanya berinisial Z dan J, yang sehari-harinya beroperasi sebagai pengatur jalan liar atau 'pak ogah' di sekitar lokasi kejadian.
"Ada dua orang yang kita amankan, masing-masing berinisial Z dan J. Hubungan keduanya adalah abang dan adik kandung," ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis, Kamis (4/6/2026).
Aksi arogan kakak beradik ini dipicu oleh masalah sepele.
Berdasarkan keterangan kepolisian, saat kejadian situasi di sekitar terowongan sedang tidak kondusif karena adanya tawuran.
Korban yang membonceng istrinya yang hamil muda memilih berhenti demi keselamatan sang janin.
Namun, pelaku Z dan J justru memaksa korban untuk terus melaju dengan dalih membuat macet jalanan.
"Pelaku menyampaikan kepada korban, 'lewat-lewat, maju, kau bikin macet aja di sini'. Karena korban tetap memilih berhenti demi menjaga kondisi istrinya, terjadilah cekcok," jelas Adrian.
Melihat situasi memanas, sang istri berinisiatif mengeluarkan ponsel untuk merekam intimidasi pelaku.
Bukannya menyurutkan emosi, tindakan korban justru membuat kedua pelaku kalap karena takut aksi mereka viral di media sosial.
Secara beringas, salah satu pelaku langsung menendang perut sang istri yang sedang hamil muda.
Sementara pelaku lainnya melayangkan pukulan bertubi-tubi ke arah kepala sang suami yang masih terduduk di atas sepeda motor.
Di akhir video yang beredar, salah satu pelaku sempat mengacungkan sebuah senjata genggam ke arah korban.
Polisi mengonfirmasi bahwa senjata yang digunakan untuk menakut-nakuti pasutri tersebut adalah pistol jenis airsoft gun.
"Untuk senjatanya airsoft gun, diambilnya dari bengkel (rumah) untuk menakuti kedua korban agar segera pergi dari sana," kata Adrian.
Ia juga mengatakan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait asal airsoft gun tersebut.
"Untuk soal asal pistolnya masih didalami," lanjut Adrian
Saat ini, pihak penyidik masih melakukan pendalaman intensif guna mengetahui dari mana pelaku berhasil mendapatkan senjata tersebut.
Baca juga: Tangis Ibu Hamil Korban Penendangan Preman Pecah Saat Berterima Kasih ke Polisi, Janinnya Sehat
Akibat aksi brutalnya, pelarian kakak beradik ini harus berakhir di jeruji besi.
Pelaku Z dan J kini telah resmi ditahan di sel tahanan Mapolrestabes Medan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.
Pihak kepolisian menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap aksi premanisme jalanan tersebut dan segera menetapkan keduanya sebagai tersangka.
"Tidak lama lagi kami gelarkan dan ditetapkan sebagai tersangka," pungkas AKBP Adrian Risky Lubis.
Tangis Mulana Kartina Nainggolan (30) wanita korban penendangan oknum preman di terowongan Tembung, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara pecah di Polrestabes Medan.
Didampingi sang suami, Mulana menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah membantu dalam kasus penganiayaan dialami dirinya dan suami.
"Saya mengucapkan banyak terima kasih ke bapak kapolrestabes Medan, Bapak Kasatreskrim, Kanitresmob dan jajarannya,"ujarnya, dilansir dari Kompas.com.
Adapun Mulana menjelaskan kondisi sang janin saat ini baik-baik saja pasca mengalami tindakan penganiayaan dilakukan dua oknum preman.
"Keadaan saya saat ini puji tuhan sudah lumayan enak, tadi hasil USG kandungan saya sehat tidak terjadi apa-apa," tuturnya.
Diakui Mulana kini dirinya sempat dihantui trauma mendalam.
"Saya sudah takut dengan kondisi tawuran di situ. Gara-gara memang itu sudah sering terjadi," kata Mulana.
"Saya takut kena lempar batu, makanya kami berhenti. Intinya waktu itu suami mau melindungi saya dan janin kami," sambungnya.
Mulana menegaskan, saat itu tidak punya keinginan merekam aksi pelaku tawuran ataupun pria yang menganiaya suaminya.
Hanya saja, kebetulan dia menggenggam ponsel.
"Apa gunanya kami memvideokan karena kami sering melintasi jalan itu," ujarnya.
Ia pun terkejut, melihat suaminya dipukuli preman hingga akhirnya berdiri dari motor.
Tidak disangkanya pula, pelaku menendang perutnya.
"Sebenarnya waktu itu sakit saya rasa. Cuma karena lihat suami saya dipukuli, sakit di perut jadi tidak terasa. Tapi, setelah kejadian sampai sekarang masih sakit," ungkapnya.
Pilunya, Mulana Kartina Nainggolan dan suami sedang menantikan kelahiran anak mereka setelah sempat mengalami keguguran.
"Saya sempat khawatir ada gangguan di kandungan. Karena sudah lama (4 tahun) ini kami nantikan. Apalagi saya ada riwayat keguguran baru-baru ini," sambungnya.
Oleh karena itu, sejak siang tadi dia bersama suaminya mengecek kondisi kandungan ke RSUD Pirngadi.
Hasilnya membuatnya cukup lega karena tidak membuat kandungannya terganggu.
"Setelah cek di rumah sakit, puji Tuhan kandungan saya aman," ujarnya.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com