Disebut Senyap Sejak Persis Solo Turun kasta, Manajmen Laskar Sambernyawa Beri Jawaban
TRIBUNJATENG.COM, SOLO – Apa kabar Persis Solo? Sejak terdegradasi ke kasta kedua kompetisi sepak bola Indonesia, manajemen disebut masih senyap.
Belum ada gebrakan mulai seperti memilih pelatih atau menyusun kerangka pemain.
Menanggapi hal itu, pihak manajemen pun membuat klarifikasi.
Baca juga: BREAKING NEWS PSIS Semarang Resmi Rekrut Kembali Hari Nur Yulianto untuk Musim 2026/2027
Direktur Persis Solo, Ginda Ferachtriawan, mengungkapkan bahwa tim manajemen saat ini tengah bekerja di balik layar untuk membangun fondasi tim yang lebih kuat setelah Laskar Sambernyawa terdegradasi dari Super League.
Menurut Ginda, berbagai kebijakan kompetisi yang belum diputuskan akan sangat memengaruhi strategi perekrutan pemain maupun penyusunan skuad untuk musim depan.
"Iya, pelatih dan pemain sudah mulai discouting, sudah mulai mengerucut tapi jangan lupa regulasi atau ketentuan liga mendatang seperti apa. Termasuk apakah seperti musim kemarin ada 2 grup barat dan timur atau seperti apa kita belum tahu. Itu semua kan akan mempengaruhi langkah-langkah kita seperti apa," imbuhnya.
Sebelumnya, Komisaris Persis Solo, Rimbo Adityo Samudro, menegaskan bahwa manajemen tidak tinggal diam setelah tim dipastikan turun kasta ke Championship League.
Dalam rilis yang diterima TribunSolo.com, Kamis (4/6/2026), Rimbo menyebut sejumlah langkah pembenahan sedang dilakukan agar Persis Solo hanya menghabiskan satu musim di kasta kedua.
"Terima kasih untuk atensinya, saat ini tim manajemen sedang bergerak untuk membentuk kerangka tim dengan fokus utama pembentukan Divisi Scouting dan Analis untuk dasar pergerakan manajemen dalam aspek taktikal," ungkap Rimbo.
Selain membentuk divisi scouting dan analis, manajemen juga menjalankan restrukturisasi internal berdasarkan hasil evaluasi performa sepanjang musim lalu.
"Selain itu pararel kami juga sedang melakukan restrukturisasi untuk internal manajemen berdasarkan evaluasi performa," lanjutnya.
Rimbo menilai evaluasi menyeluruh menjadi agenda penting sebelum Championship League bergulir pada September mendatang.
Rimbo juga menjelaskan bahwa manajemen terbuka untuk berdiskusi dengan kelompok suporter.
Namun, ia meminta waktu agar kerangka tim yang sedang disusun bisa lebih matang sebelum dipresentasikan kepada publik.
"Manajemen terbuka atas undangan untuk saling dengar, tapi izinkan kami mempersiapkan kerangka tim terlebih dahulu sebelum bisa mempresentasikan kesiapan ke rekan-rekan suporter agar bahasan diskusi lebih terstruktur dan lebih jelas arahnya," kata dia.
"Ke depan saya akan berkoordinasi dengan rekan-rekan elemen suporter untuk mempresentasikan kesiapan kami. Mohon dukungan dan doanya untuk kebanggaan kita semua musim ini," tutupnya.
Ginda menambahkan, pernyataan Rimbo sekaligus menjawab pertanyaan banyak suporter yang menilai manajemen terlalu senyap setelah Persis Solo terdegradasi.
"Sesuai rilis ya, teman-teman sudah banyak yang menanyakan perkembangan tim. Tapi seperti yang disampaikan mas Rimbo, walaupun kita tidak ngomong banyak, tidak publikasi tapi sampai hari ini kita lagi bekerja kok. Kita lagi bekerja, kita akan maksimalkan seperti tim analis kita agar kuat. Dan nanti kalau materi sudah kuat kita akan memberi informasi kepada suporter," tegas Ginda.
Selain fokus membangun tim pelatih dan pemain, Persis Solo juga melakukan evaluasi terhadap struktur organisasi klub.
Menurut Ginda, langkah tersebut dilakukan agar kinerja setiap divisi lebih efektif dan efisien dibanding musim sebelumnya.
"Yang pertama kan yang penting efektif dan efisien, kita lihat yang kemarin kan tidak maksimal. Justru yang baru akan kita maksimalkan evaluasi KPI yang jelas terhadap semua divisi (manajemen)," sebutnya.
"Pararel kita scouting pelatih dan pemain. Yang jelas kita tidak mau buru-buru dan gegabah," tambahnya.
(*)