TPS Ilegal di Jembatan Pajangan Akhirnya Ditutup Total Melalui Aksi Gotong Royong
Laelatunniam June 05, 2026 01:21 PM

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Pemandangan tak sedap di perbatasan Desa Pajangan dan Desa Durian, tepatnya di sebelah timur Jembatan Ponggong, akhirnya dibersihkan secara total dalam aksi gotong royong bersama Pemdes Pajangan, Forkopimcam Kopang, dan warga pada Jumat (5/6/2026).

Aksi ini bukan sekadar bersih-bersih biasa, melainkan langkah darurat karena tumpukan sampah yang menggunung selama bertahun-tahun tersebut mulai mencemari aliran irigasi dan ditemukan adanya limbah medis yang berbahaya.

Lokasi yang menjadi wajah perbatasan Kecamatan Kopang ini menjadi titik perhatian utama karena dampaknya yang meluas hingga ke hilir.

Warga dan pemerintah desa setempat merasa resah karena sampah tersebut diduga kuat berasal dari oknum luar yang membuang sampah saat melintas, namun warga sekitar yang harus menanggung risikonya.

Kepala Desa Pajangan, Samiun, mengungkapkan kekhawatirannya saat menemukan sampah medis di lokasi pembersihan.

Ia menegaskan bahwa pencemaran di titik ini sangat berbahaya karena berhubungan langsung dengan sistem irigasi sungai.

“Kalau air ini tercemar maka secara otomatis semua akan tercemar ke bawah. Itu salah satu dampak yang paling berbahaya karena saya lihat juga ada sampah medis, tadi ada semacam infus, bekas infus,” ucap Samiun ditemui di lokasi giat.

Ia menambahkan bahwa keberadaan sampah tersebut menjadi sarang nyamuk dan memicu keluhan kesehatan dari masyarakat.

“Kami tidak menuduh pihak mana pun, tapi ini hal yang perlu kita perbaiki sistemnya ke depan agar sampah medis tidak masuk ke lingkungan masyarakat. Kami ingin kesehatan masyarakat, terutama di wilayah perbatasan, bisa terjaga,” tambahnya.

Masalah sampah ini juga menjadi sandungan bagi ambisi Desa Pajangan yang sedang bersiap menjadi desa wisata dengan menawarkan pemandangan landscape Rinjani.

Samiun menjelaskan bahwa kebersihan adalah syarat mutlak, apalagi pihaknya sedang melatih tim pengembangan wisata di desa.

“Tempat ini adalah gerbang wisata Desa Pajangan. Ketika wilayah tidak bersih, maka opsi penjualan tim Airbnb tidak akan pernah mencapai target. Kami butuh kawasan yang berseri untuk menikmati view alam secara natural,” jelas Samiun.

Ia juga mengakui tantangan sebagai desa baru yang masih merangkak dalam pembangunan, sehingga dukungan dari semua pihak sangat dibutuhkan.

Agar lokasi tersebut tidak kembali menjadi lautan sampah, Pemerintah Desa Pajangan resmi menutup area tersebut.

Tidak hanya itu, pengamanan ketat akan dilakukan melalui kerja sama dengan desa tetangga.

“Kami sudah bangun komunikasi untuk mengadakan piket anggota BKD dari kedua desa, satu orang dari Desa Durian dan satu dari Desa Pajangan untuk berjaga pagi dan siang hari. Ini langkah preventif agar setelah dibersihkan, sampah tidak menumpuk lagi,” tutup Samiun.

Camat Kopang, Lalu Agus Mawardi, yang hadir langsung di lokasi, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Desa Pajangan. Ia mengingatkan bahwa kondisi sampah di Lombok Tengah sudah mendekati status darurat.

“Kesehatan lingkungan di hulu itu mempengaruhi masyarakat di hilir. Saya sangat bersyukur Pak Kades menginisiasi ini. Kecamatan siap mendukung semampunya agar warga tidak lagi membuang sampah di sini,” kata Agus.

Dia juga menyoroti bahwa banyak desa di Kopang yang masih kesulitan mengolah sampah karena belum memiliki Tempat Pembuangan (TP) sendiri.

“Ini adalah problem desa, apalagi dengan adanya pengurangan dana desa. Kami akan membagikan inisiatif mandiri Desa Pajangan ini agar bisa dicontoh desa lain,” tandasnya.

Aksi gotong royong ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BKD, kader Posyandu, hingga tim Airbnb Desa Pajangan, yang semuanya turun tangan membedah gundukan sampah demi masa depan desa yang lebih bersih dan sehat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.