TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - Warga mengeluhkan kondisi sampah menumpuk di sungai Desa Plosoarang, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar. Tumpukan sampah di sungai menimbulkan bau tak sedap serta berpotensi mengundang lalat dan nyamuk.
Pantauan di lokasi, Jumat (5/6/2026), terlihat sejumlah sampah plastik, pampers, dan styrofoam menumpuk di dam bawah jembatan.
Tumpukan sampah mengambang di atas genangan air sungai yang tidak mengalir. Tumpukan sampah menimbulkan bau tak sedap di sekitar lokasi. Padahal lokasi sungai berada di pinggir jalur utama Blitar-Tulungagung lewat Kademangan.
Seorang warga, M Juli Asnawi mengatakan, kondisi sampah menumpuk di sungai sudah terjadi sekitar dua minggu ini. Saat air sungai surut, sampah dari atas berhenti di dam bawah jembatan di lokasi.
Baca juga: Polres Kediri Gelar Lomba Menembak untuk Perkuat Sinergi TNI, Polri dan Pemerintah
"Kalau musim kemarau, air sungainya surut. Sampah yang dibuang dari atas akhirnya numpuk di dam," kata Juli.
Selain itu, kata Juli, banyak pengendara lewat membuang bungkusan sampah ke sungai. Kondisi itu membuat tumpukan sampah di sungai semakin banyak.
Dikatakannya, kondisi tumpukan sampah di sungai jelas mengganggu warga sekitar. Tumpukan sampah menimbulkan bau tak sedap serta mengundang lalat dan nyamuk.
"Kebetulan saya jualan di pinggir jalan dekat sungai. Bau sampah menggangu pelanggan," ujarnya.
Menurutnya, warga Desa Plosoarang tidak ada yang membuang sampah ke sungai. Karena di Desa Plosoarang sudah ada tempat pembuangan sementara (TPS) sampah.
"Warga sini buang sampahnya ke TPS. Justru pengendara lewat sering buang sampah di sungai saat malam hari," katanya.
Biasanya, kata Juli, saat sampah di sungai menumpuk, pintu dam dibuka agar sampah ikut mengalir terbawa arus sungai. Terkadang, warga juga kerja bakti untuk membersihkan sampah yang menumpuk di sungai.
"Kami juga berharap ada tindakan dari pemerintah untuk membersihkan sampah yang menumpuk sungai," ujarnya.
Warga lain, Aziz mengatakan, selain mencemari lingkungan, kondisi tumpukan sampah juga mengganggu pemandangan. Apalagi, lokasi sungai berada di pinggir jalur nasional Blitar-Tulungagung yang ramai dilewati kendaraan.
"Kondisi tumpukan sampah juga menggangu pemandangan. Misalkan ada pengendara yang hendak istirahat di pinggir sungai, disuguhi tumpukan sampah," katanya.
(Samsul Hadi/TribunMataraman.com)