TRIBUN-SULBAR.COM - Pemulangan jemaah haji gelombang pertama ke Tanah Air telah berlangsung sejak Senin (1/6/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap hingga 30 Juni 2026.
Baca juga: Hanya Bikin Capek Jamaah Kementerian Haji Larang Pemda Seremoni Penyambutan Haji
Baca juga: 3 Bocah Tenggelam di Sungai Mapilli Polman, 1 Ditemukan Tewas, 2 Masih Dicari
Data hingga Rabu (3/6/2026) kemarin, sebanyak 28 kloter telah diberangkatkan dari Jeddah, Arab Saudi menuju Indonesia.
Jumlah tersebut terdiri atas 11.008 jemaah dan 112 petugas, sehingga totalnya mencapai 11.120 orang.
Untuk jemaah haji khusus, tercatat 6.002 jemaah dan 286 petugas telah pulang ke Tanah Air, sehingga totalnya mencapai 6.288 orang.
Sebelum pulang, oleh-oleh dari Tanah Suci tentu jadi incaran jamaah, tak terkecuali boneka unta.
Boneka unta masih menjadi oleh-oleh favorit jamaah haji Indonesia.
Boneka unta ini bisa mengeluarkan suara talbiyah "Labbaik Allahumma Labbaik".
Mudah ditemukan di berbagai toko di Makkah dengan harga mulai sekitar 5 riyal atau sekitar Rp24 ribu untuk satu boneka.
Selain bentuknya yang lucu dan identik dengan Timur Tengah, boneka unta juga tersedia dalam beragam ukuran dan warna, mulai dari cokelat, pink, hingga biru.
Tak cuma satu, jemaah haji dapat membawa lebih dari tiga boneka unta.
Bahkan ada yang mengalungkannya di leher karena tidak lagi muat dimasukkan ke dalam tas atau koper.
Ahmad Jaelani, misalnya yang tampak mengalungkan boneka unta berwarna putih saat bersiap pulang, Minggu (31/5/2026) malam.
Menurut jemaah yang tergabung dalam kloter Batam (BTH 01) ini, mainan tersebut terlalu besar untuk dimasukkan ke koper sehingga harus dibawa terpisah.
"Yang di bag ada empat lagi," ujar Ahmad sambil menunjukkan boneka unta lain.
Ahmad mengaku membeli lima boneka unta karena mendapat titipan khusus dari para cucunya.
Cerita serupa disampaikan teman satu kloter Ahmad Jaelani, Kamisah Kamil yang mengaku membawa beberapa boneka unta karena permintaan sang cucu.
"Cucu pesan dibawakan boneka unta. Tetangga beli, jadi dia minta juga," kata Kamisah sambil tersenyum.
Bagi sebagian jemaah, boneka unta dipilih karena dianggap sebagai simbol khas Arab Saudi yang sulit ditemukan di Indonesia.
Katiyo Kadiman, jemaah asal embarkasi Medan (KNO) 02 juga ikut mengalungkan boneka unta yang dibelinya karena ingin membawakan oleh-oleh unik untuk cucunya.
"Di sana tidak ada. Kalaupun ada, jauh lah. Ini khas Arab," ujarnya.
Sementara itu, Samsul Azhar bersama istrinya membeli empat boneka unta berukuran besar untuk cucu dan keponakan di kampung halaman.
Tiga boneka dibawa menggunakan tas khusus, sedangkan satu lainnya dimasukkan ke dalam koper.
Menurut Samsul, selain kurma, cokelat, minyak wangi, dan air zamzam, boneka unta hampir selalu menjadi pilihan oleh-oleh jemaah Indonesia.
"Tak lupa juga simbol untanya. Apalagi sudah punya cucu," katanya.
Tingginya minat jemaah terhadap boneka unta juga terlihat saat proses penimbangan koper menjelang kepulangan.
Sejumlah jemaah mengaku rela mengurangi barang bawaan dari Indonesia demi mempertahankan oleh-oleh yang dibeli di Tanah Suci.
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Kemenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak melarang pemerintah daerah (pemda) menggelar seremoni penyambutan berlebihan saat kepulangan jamaah haji ke Tanah Air.
Dahnil beralasan, penyambutan justru hanya menyita waktu dan energi para jamaah.
Padahal mereka baru saja menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi ke Indonesia.
Belum lagi banyak jamaah berusia lanjut, sehingga dikhawatirkan penyambutan hanya akan membuat mereka makin kelelahan.
"Kami mohon dengan sangat agar tidak ada lagi acara-acara seremonial yang berlebihan, yang memakan waktu dan menyita energi para jemaah haji," kata Dahnil kepada tim Media Center Haji (MCH) di Kantor Urusan Haji (KUH), Jeddah, Rabu (3/6/2026).
Dahnil mengingatkan, kondisi fisik jemaah haji saat tiba di Indonesia perlu menjadi perhatian utama.
Menurutnya, sebagian besar jemaah telah menjalani rangkaian ibadah yang panjang dan menguras tenaga sehingga perlu segera pulang ke rumah masing-masing untuk beristirahat.
"Jemaah haji kita itu sudah cukup letih, sudah cukup capek. Karena itu mohon agar mereka bisa kembali ke kediamannya masing-masing," ucap Dahnil. (*)