Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Program pembangunan dan rehabilitasi jembatan melalui Jembatan Garuda Tahap V dan VI resmi dimulai.
Groundbreaking proyek tersebut dilaksanakan di Desa Taba Pasmah, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Danrem 041/Gamas, Brigjen TNI Jatmiko Arianto, didampingi Asisten I Pemerintah Provinsi Bengkulu Khairil Anwar, unsur Forkopimda, TNI, Polri, Kejaksaan, serta sejumlah pejabat daerah.
Brigjen Jatmiko Arianto menjelaskan, groundbreaking kali ini merupakan lanjutan dari program sebelumnya yang telah memasuki tahap IV dengan total 14 titik pembangunan dan rehabilitasi jembatan di Provinsi Bengkulu.
"Sekarang kita melaksanakan groundbreaking tahap kelima dan keenam. Untuk tahap empat yang lalu ada 14 titik dan sebagian sudah selesai, terutama yang sifatnya rehabilitasi. Sementara yang lainnya masih dalam proses pengerjaan," kata Jatmiko kepada TribunBengkulu.com, Jumat (5/6/2026).
Pada tahap V dan VI terdapat 36 titik jembatan yang tersebar di seluruh kabupaten di Provinsi Bengkulu.
Mayoritas pembangunan yang dilakukan berupa jembatan beton.
Baca juga: Jembatan Taba Pasmah Mulai Rusak, PUPR Bengkulu Tengah Sebut Masuk Usulan IJD
Namun khusus di Desa Taba Pasmah merupakan perbaikan jembatan gantung yang kondisinya dinilai sudah memerlukan penanganan.
Menurutnya, meski saat ini masih dapat dilalui kendaraan, kondisi jembatan sudah cukup memprihatinkan dan sangat dibutuhkan masyarakat.
"Saya melihat mobil masih bisa lewat, tetapi kondisinya memang cukup parah. Saya yakin masyarakat sangat membutuhkan perbaikan jembatan ini, termasuk jembatan-jembatan lain yang menjadi sasaran program," ujarnya.
Danrem menargetkan pengerjaan jembatan gantung di Desa Taba Pasmah dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 90 hari atau tiga bulan.
Namun, lama pengerjaan akan berbeda di setiap lokasi karena menyesuaikan kondisi lapangan, jenis pekerjaan, serta ukuran jembatan yang dibangun.
"Kalau pembangunan dari nol tentu membutuhkan waktu lebih lama karena harus menyiapkan fondasi dan struktur penyangga. Tetapi kalau sifatnya rehabilitasi seperti yang di Taba Pasmah ini, saya yakin pengerjaannya bisa lebih cepat," jelasnya.
Jatmiko juga mengajak seluruh stakeholder, mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten hingga pemerintah kecamatan untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan pembangunan.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI, melainkan tanggung jawab bersama demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kita semua bertanggung jawab kepada masyarakat. Salah satu bentuknya adalah memastikan pembangunan dan perbaikan jembatan ini berjalan dengan baik dan dapat dimanfaatkan masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, Asisten I Pemerintah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas dukungan yang diberikan melalui keterlibatan TNI dalam pembangunan infrastruktur di daerah.
Menurutnya, program Jembatan Garuda sangat sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Bengkulu yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
"Karena keterbatasan pemerintah daerah, dukungan dari jajaran TNI ini sangat membantu. Ini menjadi bentuk nyata sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, dan seluruh instansi dalam mendukung pembangunan untuk masyarakat," kata Khairil.
Kehadiran program tersebut diharapkan dapat mempercepat peningkatan konektivitas antarwilayah dan mempermudah aktivitas masyarakat, khususnya di daerah yang selama ini terkendala akses jembatan yang rusak.