Jalan Provinsi di Pal 3 dan Pal 5 Muara Bulian Rusak, Berlubang Banyak
asto s June 05, 2026 02:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Sejumlah titik ruas Jalan Jenderal Sudirman yang berstatus jalan provinsi di Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, mengalami kerusakan yang cukup parah, Jumat (5/6/2026). Kondisi itu dikeluhkan warga maupun pengguna jalan, .

Kerusakan jalan di beberapa titik, di antaranya kawasan Pal 3 Simpang Al-Karomah, serta sebagian ruas jalan di kawasan Pal 5. 

Kondisi jalan yang berlubang dan berdebu dinilai mengganggu aktivitas masyarakat serta berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan secara menyeluruh, mengingat ruas Jalan Jenderal Sudirman merupakan jalur dengan tingkat mobilitas kendaraan yang cukup tinggi setiap harinya.

Pantauan Tribunjambi.com, di sejumlah titik ruas Jalan Jenderal Sudirman tersebut tampak banyak lubang di badan jalan. Saat kendaraan roda dua maupun roda empat melintas, debu beterbangan dan menyelimuti kawasan sekitar.

Kondisi semakin terasa ketika kendaraan besar seperti truk melintas secara bersamaan. Para pengendara yang melintasi jalan tersebut terlihat menggunakan penutup wajah untuk mengurangi paparan debu.

"Jalan yang rusak dan berdebu sangat berdampak ke usaha kami," kata warga setempat, Edi (28).

Dia memiliki warung makan di kawasan tersebut. Dampaknya banyak pelanggan enggan berhenti karena merasa tidak nyaman dengan debu yang beterbangan.

Menurutnya, debu yang muncul akibat kerusakan jalan juga mengganggu kesehatan warga sekitar, terutama pada sistem pernapasan.

"Kalau kendaraan ramai lewat, debunya sangat terasa. Pelanggan jadi malas singgah ke warung karena kondisi di sini tidak nyaman, jalan yang berlubang juga tentunya membuat jalan tidak nyaman saat melintas,"ujarnya. 

Ia mengaku kondisi tersebut sudah dirasakan dalam kurun waktu sekira dua  hingga tiga tahun terakhir. Meski sempat dilakukan perbaikan, menurutnya upaya yang dilakukan hanya sebatas penambalan sehingga tidak bertahan lama.

"Sebelumnya saya juga sering membuat video kondisi jalan ini dan mengunggahnya ke media sosial. Memang pernah diperbaiki, tapi hanya ditambal, jadi tidak lama rusak lagi," katanya. 

Keluhan serupa disampaikan Rey (27), seorang pengendara yang kerap melintas di kawasan jalan tersebut. Ia menilai kondisi jalan saat ini sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Ia menyebut debu yang beterbangan kerap membuat pengendara bisa  berpotensi membuat sesak napas. Menurutnya, hingga kini belum ada perbaikan menyeluruh yang dilakukan pada ruas jalan tersebut.

"Kalau penambalan memang sudah pernah dilakukan sebelum Lebaran lalu, tapi untuk perbaikan yang benar-benar menyeluruh belum ada," tuturnya.

Selain menimbulkan ketidaknyamanan, ia juga mengungkapkan bahwa kecelakaan lalu lintas di kawasan tersebut cukup sering terjadi akibat kondisi jalan yang rusak. 

Meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa, menurutnya kejadian tersebut tetap membuat masyarakat khawatir.

"Sudah beberapa kali terjadi kecelakaan. Memang tidak ada korban jiwa, tapi tetap saja berbahaya bagi pengendara," ujarnya.

Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan secara maksimal agar aktivitas masyarakat dan pengguna jalan dapat kembali berjalan dengan aman dan nyaman.

"Harapannya jalan ini segera diperbaiki secara menyeluruh, karena ini jalan lintas yang setiap hari ramai dilalui kendaraan," pungkasnya. (Tribun Jambi/Khusnul Khotimah)

Baca juga: Breaking News Si Jago Merah Mengamuk di Sengeti Muaro Jambi

Baca juga: 5 Pembunuhan di Jambi Menghebohkan 2025-2026, Pinang Merah hingga Erlance Pakpahan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.