TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK – Bupati Samaun Dahlan, menegaskan bahwa Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri Pupuk tetap akan dibangun di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Hal itu disampaikan Samaun Dahlan usai menggelar pertemuan dengan manajemen PT Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim) yang membahas rencana pemindahan lokasi tapak Pabrik Amonia-Urea (Amurea).
“Kami berkomitmen dan memastikan bahwa investasi besar ini (Pupuk) tetap berada di Fakfak,” tegas Samaun dalam rilis resmi yang diterima Tribunpapuabarat.com, Jumat (5/6/2026).
Ia menjelaskan, Pemerintah Daerah Fakfak akan mengawal setiap tahapan penyesuaian regulasi yang diperlukan akibat pergeseran lokasi.
Menurutnya, Kawasan Industri Pupuk Fakfak diproyeksikan menjadi pilar penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus episentrum pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia Timur.
Baca juga: Menteri Bahlil soal Pembangunan Pabrik Pupuk di Fakfak: Lokasinya Pindah ke Tomage
“Produksi pupuk yang optimal akan mendukung produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Di sisi lain, investasi ini membuka lapangan kerja, menggerakkan sektor pendukung, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” jelasnya.
Bupati Samaun Dahlan menambahkan, keberadaan proyek tersebut juga diharapkan menjadi motor penggerak kemajuan wilayah Indonesia Timur, khususnya Fakfak dan sekitarnya.
Ia menyebut dukungan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI menjadi langkah awal penting dalam memastikan kelancaran proses penyesuaian lokasi sekaligus menjaga keberlanjutan investasi.
“Investasi ini akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat Fakfak,” ujarnya.
Pemerintah Daerah Fakfak, lanjut Samaun Dahlan, akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait agar investasi strategis tersebut memberikan manfaat maksimal bagi daerah dan masyarakat.