TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul melalui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul akan menangani sekitar 88 unit rumah tidak layak huni (RLTH) pada tahun 2026 ini.
Kepala DPUPKP Kabupaten Bantul, Jimmy Alran Manumpak Simbolon, mengatakan masing-masing unit rumah tersebut memiliki nilai penanganan sekitar Rp20 juta sampai Rp35 juta.
"Nilai Rp20 juta per unit rumah itu untuk peningkatan kualitas rumah. Kalau Rp35 juta itu untuk backlog atau bangun bersama swadaya dari masyarakat," katanya, kepada awak media, Jumat (5/6/2026).
Pembenahan RLTH tersebut diharapkan dapat bermanfaat kepada masyarakat penerima manfaat, di samping pemerintah memiliki program serupa yakni bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS).
Tahun ini, setidaknya ada 400-an unit rumah di Bumi Projotamansari yang mendapatkan BSPS.
Program tersebut tersebar di 12 kapanewon dan 17 kalurahan di Bumi Projotamansari.
"Walau ada program itu, kami harapkan tahun depan kita bisa melakukan perbaikan RTLH sekitar 80-100 unit. Dan sisa RTLH yang perlu ditangani masih ada sekitar 1.500-an unit," ujar dia.
Baca juga: Satgas PPA DIY Siap Kawal Kasus Dugaan Malapraktik Bocah Asal Bantul, Dampingi Keluarga Korban
Pihaknya berharap, program perbaikan RTLH dapat segera tuntas guna mengangkat taraf hidup masyarakat.
Namun, dalam setiap penanganan RTLH, pihaknya selalu berupaya agar bangunan tetap tahan terhadap gempa bumi.
"Jadi, kalau peningkatan kualitas berarti kita sedang mengejar konstruksinya supaya tahan gempa. Tapi kalau Rp35 juta per unit rumah, kita bangun baru. Biasanya untuk kecukupan ruang," tutur Jimmy.
Sasaran penerima RTLH tersebut tentu harus berasal dari kalangan kurang mampu.
Sejauh ini, rata-rata penerima program tersebut berasal dari buruh tani, buruh harian lepas, dan sejenisnya.
"Kami berharap dengan bantuan ini dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik. Tapi, setiap ada bantuan yang turun, kami pasti lakukan verifikasi ulang. Semua masyarakat yang membutuhkan kami harap bisa terlayani," pinta Jimmy.(*)