Suami Tebas Istri hingga Tewas, Anak Ikut Jadi Korban, Polisi Bantah Isu Ilmu Hitam
Tommy Kurniawan June 05, 2026 03:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM - Kasus pembunuhan dalam rumah tangga menggegerkan warga Dusun Manurung, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.

Seorang pria diduga nekat menebas istri dan anak kandungnya menggunakan senjata tajam pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 04.00 Wita.

Akibat serangan tersebut, sang istri meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara anak pasangan itu berhasil selamat meski mengalami luka serius dan kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Usai melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri dan hingga kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

Kasi Humas Polres Mamuju Tengah, Ipda Edward Hamsah, membenarkan peristiwa tragis tersebut.

"Iya, kejadiannya sekitar pukul 04.00 Wita," ujar Edward saat dikonfirmasi.

Baca juga: Sony Sonjaya Klaim Tahu Nama Besar di Korupsi MBG: Saya Akan Buka Semuanya!

Baca juga: Beredar Video Ular Kobra Dievakuasi dari Bus di Terminal Bungo Jambi

Namun, polisi belum mengungkap detail kronologi maupun motif di balik aksi pembunuhan tersebut karena pelaku belum berhasil diamankan.

Pelaku Kabur, Polisi Kerahkan Puluhan Personel

Kepala Dusun Manurung, Aco Ranta, mengatakan dirinya tiba di lokasi setelah kejadian berlangsung.

Saat itu korban perempuan sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

"Saya tiba di lokasi, istrinya sudah ditemukan meninggal dunia," kata Aco.

Polisi bersama warga langsung melakukan pencarian terhadap pelaku yang diduga kabur sesaat setelah melakukan penyerangan.

Menurut Edward, puluhan personel diterjunkan untuk memburu pelaku.

"Puluhan personel kami kerahkan, dibantu warga setempat, untuk melakukan pengejaran dan menyisir titik-titik yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku," jelasnya.

Polisi Bantah Motif Ilmu Hitam

Di tengah proses penyelidikan, beredar kabar yang menyebut pelaku mengalami gangguan kejiwaan akibat mempelajari ilmu hitam.

Namun informasi tersebut langsung dibantah pihak kepolisian.

Kapolres Mamuju Tengah AKBP Hengky Kristanto Abadi melalui Kasi Humas Ipda Edward Hamsah menegaskan hingga kini penyidik belum dapat menyimpulkan motif pembunuhan.

"Motifnya belum bisa kami simpulkan dan sampaikan karena pelaku belum tertangkap," ujar Edward, Kamis (4/6/2026).

Ia meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum hasil penyelidikan selesai dilakukan.

"Motifnya belum bisa kami sampaikan karena pelaku masih dalam pengejaran, jangan ada asumsi," tegasnya.

Polda Sulbar Turun Tangan, Anjing Pelacak Diterjunkan

Untuk mempercepat penangkapan pelaku, Polres Mamuju Tengah mendapat bantuan dari Polda Sulawesi Barat.

Selain personel tambahan, kepolisian juga menerjunkan anjing pelacak guna menelusuri jejak pelaku yang diduga melarikan diri ke kawasan sekitar lokasi kejadian.

"Hari ini kami mendapat back up dari Polda," kata Edward.

Menurutnya, penggunaan anjing pelacak dinilai penting karena area pencarian cukup luas dan memiliki banyak titik yang sulit dijangkau.

Dengan dukungan tim gabungan dari Polda Sulbar, polisi berharap pelaku segera ditemukan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Hingga Kamis (4/6/2026), proses pencarian masih terus berlangsung sementara penyidik mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti untuk mengungkap secara utuh kronologi kasus pembunuhan tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.