Jakarta (ANTARA) - Wali Kota Jakarta Selatan (Jaksel) Syafrin Liputo mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) agar menghindari gratifikasi dan pungutan liar (pungli) maupun tindakan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

"Setiap keputusan yang kita ambil dan tindakan yang dilakukan harus dapat dipertanggungjawabkan, baik secara administratif, hukum, maupun moral," kata Syafrin di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Jumat.

Dia juga menegaskan pentingnya seluruh pegawai untuk menjunjung tinggi nilai integritas, kejujuran, profesionalisme, dan akuntabilitas dalam setiap pelaksanaan tugas.

Selain itu, seluruh perangkat daerah harus memastikan pelayanan publik berjalan cepat, mudah, transparan, responsif, ramah, dan tuntas.

"Setiap pengaduan masyarakat harus ditindaklanjuti secara cepat dan terukur dengan mengedepankan penyelesaian masalah, bukan sekadar memberikan jawaban administratif," ujar Syafrin.

Lebih lanjut, dia mengingatkan akan pentingnya kedisiplinan pegawai dalam mematuhi jam kerja dan ketentuan kedinasan, menjaga etika sebagai pelayan masyarakat, serta meningkatkan produktivitas yang berorientasi pada hasil dan manfaat nyata bagi warga.

Dia juga menekankan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) wajib memiliki target kinerja yang jelas, terukur, dan berdampak langsung kepada masyarakat.

"Program yang dijalankan harus memiliki indikator keberhasilan yang konkret dan dapat dievaluasi. Tidak boleh ada program yang berjalan tanpa indikator keberhasilan yang jelas," tutur Syafrin.

Menurut dia, berbagai persoalan di masyarakat memerlukan respons cepat dan kolaborasi yang kuat antarperangkat daerah, pengurus lingkungan, serta berbagai unsur terkait.

Untuk itu, dia menginginkan agar seluruh jajaran di Pemkot Jakarta Selatan mengedepankan pengambilan keputusan berbasis data dan fakta lapangan.

Pemanfaatan teknologi informasi, kata dia, harus dioptimalkan guna mempercepat pelayanan, mempermudah koordinasi, memantau capaian kinerja, serta meningkatkan transparansi penyelenggaraan pemerintahan.

Dia juga menekankan pentingnya dukungan penuh terhadap program prioritas Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.

Dia menilai Jakarta Selatan memiliki potensi besar sebagai wajah Jakarta yang modern sekaligus berbudaya.

Oleh sebab itu, seluruh jajaran pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Jakarta Selatan harus menjadi bagian dari upaya mewujudkan Jakarta Selatan yang maju dan berdaya saing, tertib dan nyaman, hijau dan berkelanjutan, inklusif, serta tetap berkarakter dalam mendukung Jakarta sebagai kota global.

"Saya mengajak seluruh pegawai untuk bekerja dengan penuh dedikasi, keikhlasan, dan semangat pengabdian. Mari kita hadir sebagai aparatur yang mampu memberikan solusi, membangun kepercayaan masyarakat, serta menghadirkan pemerintahan yang profesional, responsif, dan berorientasi kepada pelayanan," tegas Syafrin.

Pesan tersebut disampaikan Syafrin saat memimpin senam pagi bersama sekitar 800 pegawai di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Selatan pada Jumat.