Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) mendorong pelestarian tradisi budaya lokal dan penguatan ekonomi warga melalui penyelenggaraan Hajat Bumi Kramat Ganceng di Kelurahan Pondok Ranggon, Cipayung.
"Tentunya, Pemerintah Kota Jakarta Timur mendorong penyelenggaraan kegiatan Hajat Bumi Kramat Ganceng di Kelurahan Pondok Ranggon, Kamis (4/6) malam, sebagai bentuk komitmen dalam menjaga dan melestarikan tradisi budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin di Jakarta, Jumat.
Dia pun mengapresiasi masyarakat Pondok Ranggon yang hingga kini tetap menjaga keberlangsungan tradisi Hajat Bumi Kramat Ganceng.
Menurut dia, tradisi tersebut merupakan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan kearifan lokal yang harus dipertahankan di tengah perkembangan zaman.
Selain menjadi ajang pelestarian budaya, acara tersebut juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, di antaranya pemberian santunan kepada anak yatim serta pelaksanaan shalat Isya berjamaah yang diikuti warga dan para tamu undangan.
Menurut Munjirin, seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan budaya yang telah diwariskan oleh para pendahulu. Terlebih, tradisi Hajat Bumi Kramat Ganceng memiliki keunikan tersendiri yang tidak ditemukan di wilayah lain.
"Tradisi ini merupakan kekayaan budaya masyarakat yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Hajat Bumi Kramat Ganceng menjadi identitas dan kebanggaan warga Pondok Ranggon yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya," jelas Munjirin.
Lebih lanjut, dia berharap pelaksanaan Hajat Bumi Kramat Ganceng tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.
Kegiatan yang melibatkan banyak warga dan pengunjung itu dinilai dapat menjadi peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan pendapatan dan memperluas pemasaran produk mereka.
"Semoga kegiatan Hajat Bumi Kramat Ganceng berjalan dengan baik, dan dengan adanya Hajat Bumi Kramat Ganceng, bisa memajukan UMKM, meningkatkan perekonomian warga, dan yang terpenting warga sekitar menjaga keguyuban yang sudah terjalin sejak lama," ucap Munjirin.
Selain aspek budaya dan ekonomi, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan sosial antarwarga.
Semangat gotong royong dan kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Pondok Ranggon diharapkan terus terjaga melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan yang melibatkan seluruh elemen warga.
Dukungan terhadap penyelenggaraan Hajat Bumi Kramat Ganceng juga datang dari Baznas Bazis Kota Jakarta Timur yang turut berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan.
Kehadiran program santunan bagi anak yatim menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang mewarnai rangkaian acara tersebut.
Pelaksanaan Hajat Bumi Kramat Ganceng membuktikan tradisi lokal masih memiliki tempat yang kuat di tengah kehidupan masyarakat perkotaan.
Dengan dukungan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan partisipasi warga, tradisi itu diharapkan dapat terus berkembang sebagai warisan budaya yang memperkuat identitas masyarakat sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi lingkungan sekitar.





