Tinjau SPMB 2026 di Madiun dan Gresik, Khofifah Sebut Sistem Baru Bikin Wali Murid Bebas Antre
Sarah Elnyora Rumaropen June 05, 2026 04:45 PM

Laporan Reporter SURYAMALANG.COM, Sofyan Arif Candra Sakti/Willy Abraham

SURYAMALANG.COM, MADIUN - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 tingkat SMA/SMK Negeri di Jawa Timur resmi bergulir dengan wajah baru yang lebih tertata.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung kesiapan di Kota Madiun dan Kabupaten Gresik, dan menyoroti perpanjangan durasi pelaksanaan SPMB.

Selain itu, Khofifah juga menggarisbawahi penggabungan jalur zonasi dengan nilai Tes Kompetensi Akademik (TKA) demi menjamin kepastian serta transparansi layanan.

SPMB SMA/SMK di Kota Madiun

Khofifah meninjau langsung pelaksanaan SPMB atau PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) pada Jumat (5/6/2026) di dua lokasi, yaitu SMKN 1 Madiun yang berada di Jalan Thamrin, Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, dan SMAN 4 Madiun di Jalan Serayu, Kelurahan Pandean, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

Tahun ini, SPMB di Jawa Timur menerapkan sistem verifikasi berbasis jadwal yang terukur.

Melalui sistem baru tersebut, calon peserta didik tidak perlu lagi mengantre berlama-lama. Hal ini karena mereka telah mendapatkan kepastian waktu verifikasi sejak proses pendaftaran secara online.

Menurut Khofifah, pengaturan kuota dan jadwal verifikasi menjadi kunci utama untuk mencegah terjadinya penumpukan pendaftar di sekolah.

Baca juga: DPRD Kabupaten Malang Peringatkan Sekolah Tidak Terima Titipan Anak Pejabat saat SPMB

"Proses SPMB semuanya terukur dengan pembatasan tertentu setiap harinya. Harapannya tidak ada penumpukan siswa, tidak ada model menunggu sampai berlama-lama. Karena pada dasarnya secara online mereka sudah terkonfirmasi, mereka bisa mengikuti proses verifikasi jam berapa sampai jam berapa, di tanggal berapa," ujar Khofifah, Jumat (5/6/2026).

Dengan sistem tersebut, setiap pendaftar yang telah menyelesaikan tahapan online akan langsung memperoleh informasi mengenai tanggal dan jam verifikasi dokumen di sekolah tujuan.

Sistem ini diharapkan mampu membuat proses penerimaan murid baru menjadi lebih tertib sekaligus nyaman, baik bagi calon peserta didik maupun orang tua mereka.

Siasat 10 Operator di Tiap Sekolah

Berdasarkan pantauan Khofifah di lapangan, suasana layanan SPMB di Kota Madiun terbukti berjalan kondusif.

Fasilitas pendukung yang disediakan oleh pihak sekolah juga dinilai sangat memadai untuk memberikan kenyamanan maksimal kepada masyarakat yang datang.

"Itulah ketika kita memantau SPMB, kita bisa melihat suasana yang Insya'Allah semua convenient (nyaman)" katanya.

"Ruang-ruang SPMB rata-rata ber-AC, sehingga kita bisa memastikan layanan ini makin hari bisa makin baik dan makin memberikan kepastian bahwa mereka yang akan mendaftar di sekolah-sekolah yang mereka tuju semuanya bisa terlayani dengan baik," beber Khofifah.

Baca juga: SPMB 2026 di Kota Malang Segera Dibuka, Catat Tanggal Penting dan Alur Pendaftarannya

Untuk mendukung kelancaran seluruh proses verifikasi, setiap SMA dan SMK Negeri di Jawa Timur juga telah menyiagakan 10 operator khusus yang bertugas melayani para pendaftar.

"Terima kasih, semuanya ada 10 operator di semua SMA dan SMK Negeri untuk melayani verifikasi ini," tambah Khofifah.

Walaupun demikian, Khofifah tidak memungkiri tim di lapangan masih menemukan kendala minor.

Kendala tersebut berupa adanya ketidaksesuaian antara nilai yang diunggah secara online dengan dokumen fisik atau hardcopy yang dibawa langsung oleh pendaftar.

Baca juga: Lulusan SD Berebut SPMB Jalur Afirmasi SMP Negeri di Kota Batu, Ini Kuotanya

Oleh karena itu, proses verifikasi fisik ini sangat dibutuhkan demi memastikan keakuratan data nilai rapor yang menjadi salah satu syarat utama dalam proses seleksi.

"Mereka perlu verifikasi dari angka secara online yang diterima dari masing-masing SMP sederajat, kemudian diverifikasi dengan hardcopy-nya. Itu untuk memastikan bahwa nilai tersebut sesuai dengan yang tercantum dalam hasil rapor per semester," jelasnya.

Melalui sistem antrean berbasis jadwal ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap pelaksanaan SPMB tahun ini dapat berlangsung lebih tertib, transparan, serta mampu memberikan kepastian layanan bagi seluruh calon peserta didik.

Sistem Baru Juga Sukses di Gresik

Sebelum melakukan peninjauan di Kota Madiun, Khofifah juga telah meninjau langsung pelaksanaan SPMB 2026 di SMK Negeri 1 Cerme, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Rabu (3/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah memastikan proses pendaftaran tahun ini berjalan lebih tertata dengan mekanisme verifikasi yang terjadwal.

Hasilnya, calon siswa dan wali murid tidak perlu mengantre lama seperti yang kerap terjadi pada pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.

Perbedaan signifikan lainnya terletak pada durasi pelaksanaan.

Apabila tahun sebelumnya waktu pendaftaran terasa lebih pendek, SPMB tahun ini sengaja dibuat lebih panjang hingga memakan waktu hampir dua pekan, yakni mulai tanggal 29 Mei sampai 9 Juni 2026.

"Jadi secara sistem, calon siswa sudah bisa terkonfirmasi bahwa mereka bisa melakukan verifikasi pendaftaran di hari apa dan jam berapa, sehingga mereka sudah bisa menghitung estimasi waktunya. Jadi enggak ada nunggu lama-lama gitu," ujar Khofifah.

Baca juga: PGRI Kota Malang Dukung SPMB Transparan, Siap Awasi Internal Guru dan Kepala Sekolah

Lebih lanjut, Khofifah memaparkan, hasil pantauan SPMB di sejumlah sekolah menunjukkan tidak adanya penumpukan antrean saat calon siswa melakukan verifikasi identitas. 

Pihak sekolah sudah menentukan waktu pendaftaran dengan baik sehingga layanan verifikasi berjalan jauh lebih teratur.

Dalam pelaksanaannya, SMK Negeri 1 Cerme Gresik sendiri mempersiapkan sebanyak 10 petugas operator demi mengoptimalkan pelayanan SPMB 2026.

Berdasarkan data dari Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Gresik, total ada sebanyak 12 SMA Negeri dan 4 SMK Negeri di wilayah tersebut yang membuka gerbang SPMB.

"Mekanisme ini saya rasa adalah ikhtiar bagaimana memberikan kepastian kepada para calon siswa yang sedang mendaftar di sekolah-sekolah yang diharapkan untuk bisa memberikan proses pembelajaran terbaik bagi mereka," jelas Khofifah.

Di tempat yang sama, salah satu wali murid bernama Novianti mengakui penyelenggaraan SPMB tahun ini terasa jauh lebih tertata ketimbang tahun-tahun sebelumnya.

Novianti menyebutkan, jika mekanisme SPMB pada tahun lalu hanya mengandalkan sistem zonasi semata, kini aturan baru telah menambahkan komponen nilai Tes Kompetensi Akademik (TKA) dari calon siswa.

"Sekarang lebih tertata. Kalau yang tahun kemarin cuma zonasi, sekarang zonasi sama ditambahkan nilainya," imbuh Novianti.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.