TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - Dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis di Kota Blitar ditutup sementara.
Penutupan sementara dua dapur SPPG tersebut karena masalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) belum lengkap.
Sekretaris Satgas MBG Kota Blitar, Dindin Alinurdin mengatakan, dua SPPG yang ditutup sementara berada di wilayah Sananwetan dan Tanggung, Kecamatan Kepanjenkidul.
"Penutupan sementara dua SPPG itu sudah agak lama, karena masalah IPAL-nya belum beres," kata Dindin, Jumat (5/6/2026).
Baca juga: KAI Imbau Penumpang Antisipasi Penutupan Jalan Stasiun Kediri Saat Car Free Night Perdana
Menurutnya, dua SPPG yang ditutup sementara itu bisa beroperasi kembali setelah melengkapi IPAL.
"Setelah IPAL beres, nanti dilakukan verifikasi lapangan oleh BGN dan mereka bisa beroperasi kembali," ujarnya.
Dindin menjelaskan, saat ini, ada 30 SPPG yang beroperasi di Kota Blitar dengan cakupan sasaran penerima manfaat sebanyak 58.484 orang.
Selain itu, ada empat SPPG yang sudah siap beroperasi tapi belum operasional karena masih menunggu MoU dengan sasaran penerima manfaat.
Baca juga: JLS Pantai Brumbun-Pantai Sine Sudah Bisa Dilewati Masyarakat, JLS Tulungagung Sudah 100 Persen
"SK empat SPPG ini sudah keluar, tapi mereka masih menyiapkan hal teknis seperti peralatan, tenaga kerja, dan menunggu proses MoU dengan sasaran," katanya.
Tak hanya itu, kata Dindin, saat ini, juga ada tujuh SPPG yang sudah melakukan pengajuan, tapi masih menunggu verifikasi lapangan dari BGN. Sedang dua SPPG lagi masih tahap proses pengajuan ke BGN.
"Yang dua SPPG lagi itu masih pengajuan awal ke sana (BGN). Mereka belum masuk ke portal BGN," katanya.
(Samsul Hadi/TribunMataraman.com)