Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu membentuk Kader Gerakan Pilah Sampah (GPS) untuk merealisasikan target 100 persen rumah tangga di daerah kepulauan setempat mampu memilah sampah dari sumber.

“Keberadaan Kader Gerakan Pilah Sampah merupakan langkah strategis untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam upaya pengurangan sampah,” kata Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Seribu Achmad Hariadi di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan kegiatan pengukuhan Kader GPS itu dilaksanakan di enam kelurahan yang tersebar di wilayah Kepulauan Seribu secara bertahap, mulai 23 Mei hingga 4 Juni 2026.

Enam kelurahan yang menjadi lokasi kegiatan itu meliputi Kelurahan Pulau Panggang, Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kelurahan Pulau Pari, Kelurahan Pulau Tidung, Kelurahan Pulau Kelapa, dan Kelurahan Pulau Harapan.

Achmad pun berharap pengukuhan tersebut dapat membawa dampak positif bagi masyarakat pulau untuk meningkatkan kebiasaan memilah sampah dari sumbernya.

“Dengan keterlibatan kader di setiap kelurahan, edukasi dan pendampingan kepada warga dapat berjalan lebih efektif," ujar Achmad.

Pemilahan sampah dari sumber, kata dia, merupakan kunci utama dalam mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Menurut dia, pemilahan tersebut juga bertujuan mengurangi beban sampah yang harus ditangani di tempat pengolahan maupun tempat pembuangan akhir.

Lebih lanjut, dia meminta agar para kader yang telah dikukuhkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi dan mendampingi warga dalam menerapkan pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan.

“Kami optimistis, melalui sinergi antara pemerintah, kader, dan masyarakat, target 100 persen rumah tangga melakukan pemilahan sampah di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu dapat terwujud,” tegas Achmad.

Sementara itu, Lurah Pulau Untung Jawa Muslim mengatakan kehadiran kader tersebut akan memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun budaya peduli lingkungan.

Dia juga memandang Kader Gerakan Pilah Sampah memiliki peran penting sebagai penggerak perubahan perilaku masyarakat.

“Kami berharap para kader dapat menjadi contoh sekaligus motor penggerak di lingkungan masing-masing sehingga kesadaran warga untuk memilah sampah dari rumah semakin meningkat," ungkap Muslim.