Beda Kesan Hasil Imbang Spanyol dan Irak Menuju Piala Dunia 2026
Arif Tio Buqi Abdulah June 05, 2026 05:30 PM

TRIBUNNEWS.COM - Pertandingan uji coba yang digelar Timnas Spanyol menghadapi Timnas Irak di Estadio Municipal de Riazor, Jumat (5/6/2026) dini hari, berakhir imbang 1-1.

Timnas Spanyol sempat unggul terlebih dahulu lewat gol dari Ferran Torres di menit ke-16.

Namun hanya berselang 11 menit saja, Irak berhasil menyamakan kedudukan.

Tim berjuluk Singa Mesopotamia itu mencetak gol penyama skor lewat Mechas Doski di menit ke-27.

Doski dengan jeli melihat posisi kiper Spanyol, Joan Garcia yang agak maju meninggalkan garis batas gawang.

Ia lantas melepaskan tendangan keras ke sudut dekat dari posisi berdirinya.

Garcia kesulitan menghentikan tendangan tersebut dan papan skor berubah menjadi 1-1.

Baca juga: Update Ranking FIFA Hari Ini: Argentina Dapat Berkah, Timnas Indonesia Bisa Meroket 4 Peringkat

Pada babak kedua, Spanyol dan Irak ternyata sama-sama tak bisa mencetak gol.

Bagi Spanyol, hasil imbang ini malah tak menjadi masalah.

Pelatih Luis de la Fuente lebih memberikan fokus kepada salah satu pemainnya.

Ia menggaris bawahi sosok Marc Bernal yang ditampilkan sejak menit awal.

Itu menjadi laga perdana Bernal bersama Timnas senior Spanyol setelah dirinya mentas dari junior.

Bernal tidak masuk dalam skuad Spanyol untuk Piala Dunia 2026, tetapi ia menjadi bagian dari pemusatan latihan dan mendapat pujian dari pelatih sebelum pertandingan.

Setelah itu, De la Fuente kembali berbicara tentang Bernal dan menegaskan bahwa Bernal termasuk dalam rencananya untuk masa depan.

TIMNAS SPANYOL - Timnas Spanyol pada Piala Dunia 2026 tergabung di Grup H bersama Tanjung Verde, Arab Saudi, dan Uruguay.
TIMNAS SPANYOL - Timnas Spanyol pada Piala Dunia 2026 tergabung di Grup H bersama Tanjung Verde, Arab Saudi, dan Uruguay. (Tribunnews.com via ChatGPT)

"Marc terus menunjukkan kualitasnya. Ia masih sangat muda dan memiliki kepribadian yang kuat, dia punya visi bermain untuk posisi penting bagi kami, yaitu nomor 6," kata de la Fuente dikutip dari Barcablaugranes.

"Masih banyak hal yang perlu ia tingkatkan, seperti banyak pemain muda lainnya. Namun, dengan potensinya, ia memiliki ruang perkembangan yang sangat besar. Dia bisa menjadi pemain yang sangat penting di masa depan," paparnya.

Saat membahas soal permainan Spanyol secara umum, de la Fuente tetap memandang adanya sisi positif yang bisa diambil dari laga ini.

Ia puas lantaran tak ada pemain yang mengalami cedera di tengah pertandingan.

Pasalnya ia menjadikan pertandingan uji coba menjelang Piala Dunia sebagai pijakan untuk meningkatkan kondisi fisik dan kebugaran para pemainnya.

"Kami ingin lebih fokus pada kebugaran dan kondisi fisik untuk membantu para pemain beradaptasi. Hari ini digunakan untuk menilai kondisi mereka sekaligus memberi kesempatan kepada pemain lain," tambahnya.

Sementara itu dari sisi Timnas Irak, hasil imbang melawan Spanyol jelas menjadi sesuatu yang bisa dibanggakan.

Laga ini menjadi tugas yang sangat berat bagi Irak saat menghadapi tim peringkat dua dunia.

Namun anak asuh pelatih Graham Arnold tidak gentar di hadapan Spanyol, di mana pertahanan rapat juara Asia 2007 itu terbukti sulit ditembus.

Irak terus berhasil meredam permainan Spanyol, yang menjadi dorongan positif menjelang kampanye mereka mendatang di Amerika Utara.

Bahkan pelatih Spanyol memberikan pujian besar bagi Irak.

Ia memandang Irak memiliki kualitas yang tepat untuk bersaing di level tertinggi.

Permainan bola pendek dari tim Singa Mesopotamia juga tak kalah luar biasa.

"Saya terkejut, tentu dalam pengertian yang baik," kata de la Fuente soal permainan Irak, dikutip dari Football360.

"Kami mengalami kesulitan pada babak pertama untuk menghentikan serangan mereka. Semua pertandingan memang sulit, tetapi saat melawan Spanyol mereka menunjukkan kecepatan dan intensitas; mereka tahu bagaimana memainkan permainan umpan."

"Mereka adalah tim yang menarik, dan yang terpenting, sangat intens. Setiap lawan memiliki karakteristik yang berbeda, tetapi mereka banyak menyulitkan kami dan memberikan tekanan besar kepada kami," paparnya.

Suara Dukungan untuk Spanyol

Dukungan kepada Spanyol untuk menjadi juara dunia mengemuka.

Salah satunya diungkapkan mantan anggota DPR Aceh dua periode, Asrizal H Asnawi.

Menurut Asrizal, Spanyol saat ini memiliki kombinasi ideal antara pemain muda bertalenta dan pemain yang telah berpengalaman di level tertinggi sepak bola Eropa.

Salah satu pemain yang paling menarik perhatiannya adalah Lamine Yamal.

"Saya sangat menyukai Lamine Yamal. Selain memiliki kemampuan luar biasa di lapangan, dia juga menunjukkan kepedulian terhadap isu kemanusiaan. Itu menjadi nilai lebih bagi seorang pemain muda," ujar Asrizal dikutip dari Serambinews.

Dukungan serupa datang dari mantan kiper Sriwijaya FC pada musim kompetisi 2025/2026, Rangga Pratama.

Ia melihat Spanyol memiliki komposisi pemain yang ciamik antara penggawa muda dan senior.

"Saya mendukung timnas Spanyol di Piala Dunia 2026 ini," kata Rangga Pratama dikutip dari Sripoku.

"Alasannya pemain Spanyol ini sudah matang-matang. Apalagi perpaduan pemain muda dan seniornya sudah kloplah," pungkasnya. 

(Tribunnews.com/Guruh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.