TRIBUNNEWS.COM - Menilik siapa saja sosok pemain Timnas Belanda yang berpotensi menjadi game changer alias pengubah permainan di Piala Dunia 2026.
Di ajang sekelas Piala Dunia 2026, kemenangan yang diraih oleh sebuah tim, terkadang tidak hanya ditentukan oleh strategi atau taktik saja.
Tidak cukup juga ditentukan oleh kekompakan tim saja.
Melainkan, hasil terkadang ditentukan oleh detail kecil, yang melibatkan aksi individu pemain tertentu, yang bisa mengubah jalannya laga.
Dan keberadaan sosok pemain bertipikal game changer, yang bisa menjadi pembeda hasil pertandingan, bakal terasa krusial perannya.
Tak terkecuali bagi Timnas Belanda yang diasuh Ronald Koeman di Piala Dunia 2026.
Baca juga: Menakar Keberanian Ronald Koeman Meracik Formula Juara Belanda di Piala Dunia 2026
Jika melihat daftar skuad yang dibawa Ronald Koeman untuk memperkuat De Oranye di Piala Dunia edisi kali ini.
Ada banyak nama pemain yang layak dianggap sebagai sosok game changer.
Entah pemain yang berpengalaman atau pemain muda potensial.
Fakta bahwa Belanda akan bersaing dengan tim kejutan seperti Jepang, Swedia dan Tunisia di Grup F, jelas membuat Koeman harus punya strategi yang matang, agar tidak terpeleset di babak penyisihan grup.
Maka, keberadaan sosok pemain Belanda yang bisa mengubah jalannya laga di pertandingan Piala Dunia, benar-benar dibutuhkan Koeman.
Menilik daftar pemain Belanda di Piala Dunia 2026, beberapa pemain berpengalaman seperti Memphis Depay tentu tajinya masih diharapkan.
Dilansir Transfemkart, Depay tercatat menjadi salah satu pemain yang paling sering diandalkan Koeman saat melatih De Oranje.
Pemain yang kini bermain untuk Corinthians tersebut, telah bermain sebanyak 41 kali bersama Belanda pada era pelatih Koeman.
Kepercayaan yang selama ini diberikan Koeman kepada Depay pun dibayar lunas dengan kontribusi luar biasa di atas lapangan.
Catatan 23 gol dan 20 assist menjadi bukti valid performa mengesankan Depay setiap kali dimainkan oleh Koeman.
Hanya saja khusus di Piala Dunia edisi kali ini, tak sedikit pihak yang merasa peran Depay tidak akan sebaik pada momen-momen sebelumnya.
Faktor usia Depay yang sudah memasuki kepala tiga (32 tahun) ditambah riwayat cedera yang akhir-akhir ini menimpanya, menjadi alasannya.
Pada musim 2025/2026, Depay tercatat harus melewatkan 10 laga bermain untuk Corinthians karena cedera hamstring dan pergelangan kaki.
Lalu di FIFA Matchday edisi Maret 2026 lalu, Depay terpaksa melewatkan laga internasional bersama Belanda, karena cedera paha kanan yang ia dapatkan saat memperkuat Corinthians.
Melihat riwayat cedera yang akhir-akhir ini diderita Depay.
Koeman tentu was-was soal performa pemain andalannya tersebut, jika dipaksakan langsung bermain sebagai starter di Piala Dunia 2026.
Disisi lain, sosok Wout Weghorst yang keberadaannya dianggap sebagai pelapis Depay nyatanya tidak jauh lebih baik.
Meskipun sudah mengemas 37 caps bersama Belanda era pelatih Koeman, peran Weghorst nyatanya hanya sebatas pemain supersub.
Dengan usia yang juga sudah menyentuh 33 tahun, gaya bermain Weghorst sebagai ujung tombak, jelas tidak terlalu berapi-api.
Hal itulah yang membuat Koeman seharusnya mulai memperhitungkan taktiknya.
Salah satunya untuk meninggalkan sejenak romantisme masa lalunya, saat ia hanya bisa mengandalkan pemain kawakan seperti Depay atau Weghorst di lini depan Belanda.
Piala Dunia 2026 yang diprediksi bakal lebih menantang, tentu akan menuntut Koeman agar lebih adaptif secara taktik ataupun gaya bermain.
Alhasil, alih-alih mengandalkan pemain berpengalaman saja untuk mengubah jalannya laga.
Koeman diharapkan lebih berani untuk memberikan peran kunci kepada para pemain muda Belanda yang akan berlaga di Piala Dunia 2026.
Hal itulah yang diharapkan oleh salah satu penggemar berat Timnas Belanda yakni Arnan Binafsihi.
Saat ditanya Tribunnews soal keberanian seperti apa yang dibutuhkan Koeman untuk bisa membawa Belanda lebih jauh di Piala Dunia kali ini.
Sosok yang kini menjadi Wakil Ketua Oranje Indonesia itu berpandangan Koeman harus lebih berani memainkan pemain yang ia miliki, guna memaksimalkan potensi Belanda di Piala Dunia 2026, tak terkecuali memberi tempat kepada pemain muda.
"Koeman benar-benar harus menemukan pemain yang sesuai demi memaksimalkan permainan Belanda di Piala Dunia nanti," kata Arnan Binafsihi saat dihubungi Tribunnews, Jumat (5/6/2026) hari ini.
"Jangan lagi mengandalkan Depay yang sudah melambat dan sering mendelay bola, atau Weghorst yang sudah habis masa jayanya," tambahnya.
Lebih lanjut, Arnan berpendapat ada beberapa nama pemain muda yang justru bisa diharapkan menjadi game changer Belanda di Piala Dunia.
Salah satunya ialah Crysencio Summerville.
Meski pemain berposisi winger itu tidak mampu menyelamatkan West Ham dari degradasi di Liga Inggris musim ini, Arnan menilai eks pemain Leeds United itu punya daya ledak luar biasa yang bisa membuat ancaman Belanda lebih berbahaya.
Pada musim ini, Summerville tercatat mampu mencetak tujuh gol dan lima assist dari 34 penampilannya di level klub.
Statistik tersebut sudah cukup menjadi bukti bahwa keberadaan Summerville di pos winger kiri West Ham, cukup menjanjikan.
"Pemain Belanda yang berpeluang menjadi game changer adalah Crysencio Summerville," ujar Arnan.
"Penampilannya konsisten dan menjadi pemain West Ham yang paling berbahaya musim lalu, meski West Ham terdegradasi,"
"Di laga terakhir melawan Aljazair, meski Belanda kalah, tapi Summerville melakoni debut cukup bagus di sayap kanan," tambahnya.
Nama lain yang dianggap Arnan bisa menjadi pembeda bagi Belanda ialah Donyell Malen yang tampil impresif di AS Roma.
Catatan 14 gol Donyel Mallen yang berujung tiket lolos Liga Champions musim depan yang diraih AS Roma patut dijadikan catatan bagi Koeman untuk memaksimalkan potensi pemain ini.
"Pemain lain yang mungkin menjadi game changer adalah Donyell Malen yang tajam bersama AS Roma musim lalu," jelas Arnan.
"Ia mencetak 14 gol musim lalu, catatannya ialah Malen harus memperbaiki finishingnya, jika ingin menjadi pembeda seperti di AS Roma,"
"Maka dari itu, Koeman seharusnya menggunakan skema yang bisa memaksimalkan potensi Malen, Summerville, Noa Lang atau Gakpo."
"Jangan lagi masih mengandalkan Depay atau Weghorst, mereka memang good players, tapi sudah lewat masanya," tutup Arnan.
Apa yang dikatakan Arnan, seakan menjadi sinyal bahwa Koeman memang harus mengakhiri sejenak romantisme masa lalu dengan Depay atau Weghorst di lini depan, jika ingin membawa Belanda melaju jauh di Piala Dunia 2026.
Laga perdana Belanda di Piala Dunia 2026 akan berhadapan dengan Jepang pada Senin (15/6/2026) jam 03.00 WIB.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)