Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR SELATAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menjelaskan kondisi terkini Jalan Saleh Danasasmita Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor saat ini.
Saat ini jalan yang sering digunakan pemotor ini sudah tidak bisa dilintasi secara total sebab Pemprov Jabar sudah melakukan pengerukan aspal.
Jalan ini nantinya akan diubah menjadi ruang terbuka hijau Leuweung Batutulis.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan, sesuai kajian yang diterima Pemkot, sejak awal jalan ini sudah tidak bisa digunakan.
Jalan ini tidak bisa digunakan sebab longsor terjadi sekira satu tahun yang lalu.
Berdasarkan dari hasil kajian kementerian PU melalui badan geo teknologi, bahwa resapan airnya sangat tinggi di titik tersebut.
"Namun demikian kan kondisi awal itu kita mencari alternatif jalan. Kita mencari alternatif untuk supaya bisa digunakan. Akhirnya PT KAI membangunkan jalan sementara yaitu akses motor," kata Jenal Mutaqin kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (5/6/2026).
Seminggu setelah jalan ini jadi, sambung Jenal, struktur tanah mengalami keretakan kembali.
Dinas PUPR melakukan penambalan dan kemudian keretalan kembali terjadi belum lama ini dan Pemkot akhirnya melakukan penutupan total.
Pemkot akhirnya mendapat bantuan dari Pemprov Jabar untuk membangun akses baru dikawasan Lawang Gintung atau tidak jauh dari Jalan Saleh Danasasmita ini.
Pembangunan sudah dimulai dan ditargetkan selesai bulan Oktober 2026 lalu.
Warga semakin tidak sabar dan menerobos masuk melintasi Jalan Saleh Danasasmita yang memang ditutup Pemkot.
Barier beton digeserkan oleh pemotor ini.
"Disitu ramai orang pada minta dibuka. Akhirnya saya sapa, saya bilang kami menutup bukan justru sengaja menghambat masyarakat tapi justru kondisinya di masyarakat sudah retak dua kali. Kalau kami membiarkan justru malah nanti masyarakat terjadi apa apa," ujarnya.
Pemkot bernegosiasi dengan kontraktor pembangunan Jalan Baru.
Pengerukan seharusnya dilakukan setelah Idul Adha 2026.
Kontraktor menunda pengerukan dan memberikan tenggat waktu selama satu minggu sampai alat berat turun.
Pemotor diperkenankan untuk melintasi jalan ini dan saat hujan tidak boleh melintas.
"Diizinkan tidak tapi dilarang juga sulit. Akhirnya dikasih satu minggu. Dengan catatan saat itu kalau hujan Kadis dan petugas harus dilokasi ditutup. Alhasil satu minggu dibuka," ujarnya.
Per hari kemarin, jalan ini ditutup total dan pengerukan aspal sudah dilakukan.
Jalan ini akan diubah menjadi Leuweung Batutulis dan pekerjaan selesai dibulan Oktober berbarengan dengan jalan baru.
Pemkot sudah tidak bisa melakukan negosiasi kembali.
Kontraktor harus sesuai dengan perjanjian kerjanya dan jalan ini tidak bisa digunakan kembali.
"Mereka jawabannya simpel kalau kami menunda satu per satu kami kena denda, target kami Oktober itu sudah selsai, Leweung Batutulis Taman Batutulis dan trase baru," ucapnya.
Jenal meminta warga harus memahami kondisi saat ini.
Warga harus bersabar sampai jalan baru selesai dibangun Oktober nanti.
Jalur alternatif yang tersedia bisa digunakan untuk mobilisasi.
Sosialiasi harus kencang dilakukan oleh pihak kecamatan dan pihak kelurahan.
"Tinggal dipasang plang, sosialisasikan ke orang yang mau lewat bikin flayer selebaran saya rasa itu tidak akan masyarakat bertanya," tandasnya.
Sementara itu, pantauan TribunnewsBogor.com di lokasi, jalan ini terus dibongkar dan aspal sudah mulai dikelupas.
Kontraktor sudah memasang di sekitar jalan ini.
Boks drainase juga sudah dibongkar dan besi-besi pembatas jalan sudah ikut dibongkar.