Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menilai fenomena sepinya pelamar dalam bursa kerja (job fair) yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI karena semakin banyak warga yang telah mendapatkan pekerjaan.
“Job Fair kalau kurang peminat ya artinya orang sudah lebih banyak mendapatkan pekerjaan,” ucap Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat.
Meski jumlah peserta yang datang sedikit, Pramono memastikan Pemprov DKI Jakarta tetap akan menggelar bursa kerja.
Menurut dia, kegiatan tersebut masih dibutuhkan untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membuka lowongan. Terlebih bagi para pencari kerja dengan status penyandang disabilitas.
“Job Fair itu tetap kami selenggarakan, baik itu yang bersifat umum maupun secara khusus untuk disabilitas. Jadi tetap kita adakan karena saya yakin para pencari kerja di Jakarta ini juga cukup tinggi,” katanya.
Adapun Pemprov DKI menggelar Jakarta Job Fair pada 4-5 Juni 2026 di Gelanggang Jakarta Pusat (GOR Senen). Bursa kerja tersebut menghadirkan ribuan lowongan pekerjaan dari 37 perusahaan yang berasal dari berbagai sektor industri
Kegiatan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB dan terbuka bagi masyarakat yang sedang mencari pekerjaan. Mayoritas lowongan yang ditawarkan berasal dari sektor otomotif, perhotelan, kuliner, jasa, hingga ritel.





