TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kembali menghadirkan inovasi dalam pengembangan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN).
Melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Kalbar menjadi daerah pertama di Indonesia yang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Powerful Public Speaking khusus bagi ASN.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kalbar, Harisson, dan menghadirkan Kepala BPSDM Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Sugeng Hariyono, sebagai narasumber utama.
Program pelatihan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai menjadi terobosan baru dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penguatan kemampuan komunikasi aparatur pemerintah.
Usai memberikan materi, Sugeng Hariyono menyampaikan apresiasi terhadap langkah inovatif yang dilakukan BPSDM Kalbar di bawah kepemimpinan Windy Prihastari.
• Bahasa Daerah Mulai Tergerus, Ini Kata Duta Bahasa Kalbar dan Kadisdikbud
Menurutnya, pelatihan public speaking untuk ASN seperti yang dilaksanakan di Kalbar belum pernah dilakukan di daerah lain di Indonesia.
“Ini sangat bagus. Setahu saya, di Indonesia baru pertama kali ada kegiatan seperti ini. Kami juga memiliki komunitas BPSDM seluruh Indonesia, dan para kepala BPSDM turut memberikan apresiasi karena program ini dinilai sangat inovatif,” ujarnya.
Sugeng menilai kemampuan public speaking memiliki peranan penting dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.
Menurutnya, seorang aparatur pemerintah tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis dalam bekerja, tetapi juga harus mampu membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat maupun berbagai pihak lainnya.
Ia menjelaskan, kemampuan komunikasi yang baik akan membantu aparatur dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah.
“Public speaking itu kemampuan menjual dalam arti positif. Menjual layanan, memberikan keyakinan, dan membangun kepercayaan kepada siapa pun yang dilayani pemerintah, baik masyarakat, dunia usaha, media massa, perguruan tinggi, maupun stakeholder lainnya,” katanya.
Sugeng menegaskan bahwa kualitas komunikasi ASN harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pelayanan publik. Salah satunya tercermin dari meningkatnya kepercayaan masyarakat dan investor terhadap pemerintah daerah.
Menurutnya, ketika kepercayaan publik meningkat, maka peluang investasi juga akan semakin terbuka dan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Karena itu, ia mengingatkan bahwa pelayanan publik tidak cukup hanya dilakukan secara pasif dengan menunggu masyarakat datang ke kantor pemerintahan.
Aparatur pemerintah juga harus mampu bersikap aktif dalam menjalin komunikasi dan menjemput berbagai peluang, termasuk investasi dari dalam maupun luar negeri.
“Pemerintah harus mendapatkan kepercayaan dari siapa pun yang dilayani. Public speaking harus diwujudkan dalam pelayanan publik yang aktif, termasuk kemampuan menjemput investasi. Semua itu berawal dari komunikasi yang baik,” jelasnya.
Sugeng juga menyoroti pentingnya pengembangan sumber daya manusia sebagai salah satu faktor utama dalam meningkatkan kapasitas fiskal daerah. Menurutnya, banyak daerah dengan kemampuan fiskal tinggi justru tidak hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam, tetapi lebih ditopang oleh kualitas SDM, kreativitas, dan inovasi.
“Kalau kualitas SDM meningkat, indeks pembangunan manusianya juga naik. Dari situ kreativitas dan produktivitas akan berkembang, dan pada akhirnya berdampak positif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sugeng turut mengapresiasi capaian Kalimantan Barat dalam bidang pelayanan publik. Berdasarkan penilaian nasional tahun sebelumnya, Kalbar berhasil masuk 10 besar nasional dan menempati posisi keempat. Sementara Kota Pontianak juga berhasil masuk dalam jajaran 10 besar nasional.
Ia menilai capaian tersebut menjadi modal penting bagi Kalbar untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang profesional dan berdampak langsung terhadap meningkatnya kepercayaan masyarakat maupun investor.
Selain itu, Sugeng menyambut positif penunjukan Kalimantan Barat sebagai tuan rumah Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II. Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk melahirkan berbagai proyek perubahan yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan daerah.
“Peserta PKN nantinya akan menyusun proyek perubahan jangka pendek, menengah, dan panjang. Kami berharap proyek tersebut benar-benar melihat kondisi riil Kalbar sehingga dapat menjadi inovasi yang bermanfaat bagi daerah,” katanya.
Ia memastikan Kemendagri bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN) akan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan PKN II di Kalbar agar berjalan optimal dan menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
• Erlina Dorong Generasi Muda Sampaikan Ide Pembangunan Lewat Safari Fajar
“Kami tentu sangat mengapresiasi hal tersebut. Bersama LAN sebagai instansi pembina, kami akan mendukung agar pelaksanaan PKN II di Kalbar berjalan dengan baik,” tambahnya.
Sementara itu, Sekda Kalbar Harisson menegaskan bahwa peningkatan kompetensi ASN menjadi bagian penting dalam upaya menghadirkan pelayanan publik yang profesional, modern, dan berkualitas.
Menurutnya, tugas utama ASN adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Karena itu, setiap aparatur harus terus meningkatkan kemampuan dan kompetensinya sesuai bidang tugas masing-masing.
“Sebagai ASN, tugas utama kita adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat. Untuk memberikan pelayanan terbaik tentu harus didukung kompetensi yang sesuai,” katanya.
Harisson juga mengingatkan bahwa profesionalisme aparatur tidak hanya diukur dari kemampuan teknis maupun penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga dari cara berinteraksi dan berkomunikasi dengan masyarakat.
Ia meminta seluruh ASN memperhatikan kualitas diri mulai dari penampilan, sikap, hingga kemampuan komunikasi agar pelayanan yang diberikan dapat berjalan optimal dan memberikan kesan positif bagi masyarakat.
“Penampilan harus baik, kompetensi dan ilmu yang dimiliki juga harus mumpuni sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal,” pesannya. (*)