Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU – Sebanyak empat korban kebakaran kios berukuran sekitar 3x4 meter di Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, NTT akan dimakamkan pada Senin, 8 Juni 2026.
Hal itu disampaikan salah satu keluarga korban, Mehang Laki Mbatu (62) kepada POS-KUPANG.COM pada Jumat (5/6/2026).
Mehang Laki Mbatu mengatakan, keluarga besar telah menerima peristiwa tersebut sebagai sebuah musibah. Pada Senin, 8 Juni 2026, keempat korban akan dimakamkan secara bersamaan.
“Kami menerima peristiwa ini. Hari Senin, 8 Juni kami melakukan penguburan,” katanya saat ditemui di rumah duka di Kelurahan Temu.
Baca juga: Pelayat Silih Berganti ke Rumah Duka Korban Kebakaran Kios di Kanatang
Ia menjelaskan, keluarga sebenarnya sudah siap memakamkan para korban pada Sabtu, 6 Juni 2026. Namun, hingga saat ini kuburan belum selesai dibangun.
Keempat korban akan dimakamkan di tempat pemakaman umum di Kelurahan Temu. Lokasi tersebut tidak jauh dari rumah para korban.
Menunggu Orang Tua Korban Berusia 2 Tahun dari Bali
Mehang Laki Mbatu menambahkan, pemakaman para korban juga menunggu kedatangan salah satu orang tua AWPT (2), yang turut tewas dalam musibah kebakaran tersebut.
Selama lima bulan terakhir, AWPT dititipkan kepada pasangan suami istri KH dan EL yang juga meninggal dunia dalam peristiwa itu.
Ibu kandung AWPT pergi bekerja ke Bali, menyusul suaminya yang lebih dahulu merantau ke sana sekitar satu tahun lalu. Suaminya bekerja di sebuah kapal penangkap ikan.
Saat ini, ibu korban sedang dalam perjalanan darat dari Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, menuju Kabupaten Sumba Timur.
“Tinggal menunggu mamanya (AWPT). Mamanya sudah turun dari Tambolaka,” ungkapnya.
Diketahui, kebakaran sebuah kios di Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, pada Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 02.00 Wita mengakibatkan empat orang meninggal dunia.
Korban merupakan pasangan suami istri KH (33) dan EL (30), anak bungsu mereka SNN (9) dan keponakan AWPT (2).
Sejumlah warga mengaku kaget saat melihat langsung kebakaran tersebut karena api sudah membesar.
Warga berupaya memadamkan api dengan air, tetapi usaha itu tidak berhasil.
Api terus membakar dinding kios yang terbuat dari gedek dan kayu itu. (dim)