TRIBUN-MEDAN.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kediaman Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) periode 2025–2026, Silmy Karim, Jumat (5/6/2026).
Penggeledahan kediamannya di Jalan Brawijaya III Nomor 5, Kelurahan Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan itu berlangsung selama kurang lebih lima jam.
Penyidik KPK tampak membawa keluar deretan kendaraan mewah bernilai fantastis dari lokasi, ada Porsche, Harley Davidson, hingga Ducati.
Usai penggeledahan, iring-iringan kendaraan yang disita penyidik KPK meninggalkan rumah Silmy.
Terpantau ada dua truk towing (penarik kendaraan) berwarna kuning yang turut keluar dari area kediaman tersangka.
Truk towing pertama terlihat mengangkut beberapa kendaraan roda dua yang diselimuti kain hitam, sehingga jenis maupun merek kendaraan tersebut belum dapat dipastikan.
Sementara itu, truk towing kedua mengangkut koleksi kendaraan roda dua milik Silmy Karim, yang terdiri dari dua unit motor gede (moge) merek Harley Davidson, satu unit motor Ducati, serta beberapa jenis sepeda.
Selain kendaraan yang diangkut menggunakan truk, penyidik KPK juga membawa dua mobil mewah jenis sport yang dikendarai langsung tanpa dinaikkan ke atas towing.
Dua mobil mewah tersebut adalah Porsche, dengan rincian satu unit berwarna merah dan satu unit lainnya berwarna silver.
Keluarnya deretan kendaraan mewah dan rombongan penyidik pada pukul 19.02 WIB ini menandai selesainya rangkaian panjang penggeledahan di kediaman mantan Dirjen Imigrasi tersebut.
Pengawalan Ketat Sejak Siang Hari
Proses penggeledahan ini telah memakan waktu hampir lima jam. Sebelumnya, rombongan penyidik KPK tiba di lokasi pada pukul 13.48 WIB menggunakan enam unit mobil Toyota Kijang Innova.
Langkah pencarian alat bukti ini mendapat pengawalan super ketat dari aparat kepolisian, di mana satu kompi anggota Brimob bersenjata lengkap turut disiagakan di area rumah.
Di tengah proses penggeledahan yang sedang berlangsung, tepatnya pada pukul 18.00 WIB, truk towing berwarna kuning terpantau mulai memasuki area kediaman, yang pada akhirnya digunakan untuk mengangkut barang bukti sitaan berupa moge dan kendaraan roda empat.
Konstruksi Perkara
Langkah penyitaan aset secara besar-besaran ini merupakan tindak lanjut dari pengumuman resmi KPK pada Kamis (4/6/2026) kemarin.
Silmy Karim yang telah menyerahkan diri kini resmi ditahan bersama tujuh tersangka lainnya terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi dan pemerasan sistemik dalam pengurusan izin tinggal Warga Negara Asing (WNA) periode 2022–2026.
Kasus ini menjadi sorotan setelah Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan pergerakan dana mencurigakan sebesar Rp 366,7 miliar di 96 rekening milik 35 pegawai Kementerian Imipas.
KPK menemukan bukti penerimaan fee tak wajar sekurang-kurangnya mencapai Rp 145,5 miliar yang bersumber dari pemohon layanan keimigrasian di luar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Sebagai pejabat tinggi yang juga pernah menjabat Dirjen Imigrasi 2023–2024, Silmy Karim diduga kuat berada di puncak rantai komando pemerasan ini.
Uang panas tersebut dikumpulkan melalui rekening pengepul dan dibagikan secara rutin setiap hari Jumat.
Silmy sendiri disebut-sebut menerima jatah sebesar Rp 100 juta per minggu. Dalam melancarkan aksinya, para tersangka menggunakan sandi-sandi khusus.
Jatah uang untuk pejabat tinggi seperti Silmy disandikan dengan istilah "malaikat", sementara pihak lain menggunakan kode ala konser seperti "vokalis", "gitaris", hingga "koreografer".
Penyitaan dua Porsche, Harley Davidson, Ducati, hingga deretan sepeda ini semakin menambah daftar panjang aset yang disita KPK.
Sebelumnya, KPK telah mengamankan barang bukti senilai total Rp 17,5 miliar dari tangan para tersangka yang sempat mencoba mencuci uang haram mereka ke dalam bentuk kepingan emas, aset kripto, hingga properti.
Saat ini, Silmy Karim tengah mendekam di Rutan KPK untuk menjalani masa penahanan 20 hari pertama.
Harta Kekayaan Fantastis
Silmy Karim mendapatkan jatah Rp 100 juta setiap hari Jumat. Dari tindakan kotornya ini, harta kekayaan Silmy meroket tajam.
Dia telah mengumpulkan Rp 234,5 miliar, berdasarkan data LHKPN 2025.
Berdasarkan laporan periode tahun 2025 yang disampaikan pada Maret 2026, total kekayaan bersih Silmy Karim mencapai Rp234,59 miliar setelah dikurangi utang sekitar Rp8,99 miliar.
Komponen terbesar dalam kekayaan Silmy Karim berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan yang nilainya mencapai Rp184,02 miliar. Aset properti tersebut tersebar di sejumlah lokasi strategis, terutama di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Dalam laporan LHKPN, Silmy tercatat memiliki 11 bidang tanah dan bangunan dengan nilai yang mencapai puluhan miliar rupiah per bidang. Beberapa aset bernilai tinggi berada di Jakarta Selatan, termasuk properti dengan nilai lebih dari Rp43 miliar dan Rp31 miliar.
Koleksi Mobil Mewah dan Harley Davidson
Selain properti, Silmy juga memiliki koleksi kendaraan dengan total nilai mencapai Rp8,47 miliar.
Kendaraan termahal yang tercatat adalah Mercedes G63 tahun 2022 dengan nilai sekitar Rp6 miliar. Ia juga memiliki sejumlah kendaraan lain seperti Jeep Wrangler, Jeep CJ7, Toyota Land Cruiser, hingga Mercedes Benz 280E keluaran 1979.
Tak hanya itu, Silmy tercatat memiliki dua unit sepeda motor Harley Davidson yang masing-masing bernilai sekitar Rp450 juta.
Kas dan Investasi Bernilai Puluhan Miliar
Dalam laporan kekayaannya, Silmy juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp11,39 miliar. Selain itu, surat berharga yang dimiliki mencapai Rp8,69 miliar.
Sementara kas dan setara kas yang dilaporkan mencapai Rp31 miliar, menjadikannya salah satu komponen terbesar dalam struktur kekayaannya setelah aset properti.
Secara keseluruhan, total aset yang dimiliki Silmy Karim mencapai Rp243,59 miliar. Setelah dikurangi utang hampir Rp9 miliar, total kekayaan bersihnya tercatat sebesar Rp234,59 miliar.
Dugaan Pemerasan WNA
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan penyegelan ini nantinya dibutuhkan untuk proses penggeledahan yang akan dilakukan penyidik KPK. "Jadi dalam rangkaian kegiatan penyelidikan tertutup, KPK melakukan pemasangan KPK-line atau penyegelan ya di beberapa titik lokasi untuk kemudian nanti kebutuhan penggeledahan pada saat di tahap penyidikan," kata Budi kepada wartawan di Kantor Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Meski begitu, Budi belum membeberkan lebih detil terkait jumlah maupun lokasi mana saja yang dilakukan penyegelan oleh penyidik. Hal itu karena masih dilakukan pendalaman lebih lanjut untuk membuat perkara ini menjadi terang benderang.
"Untuk detail ruangan yang disegel nanti kami akan update karena memang baru dilakukan tadi malam ya, ini kan rangkaian peristiwa tertangkap tangan yang dilakukan di beberapa titik, tidak hanya di Jakarta dan sekitarnya tapi juga ada dua wilayah lain di Bandung dan juga di Bali," tuturnya.
(*/ Tribun-medan.com)
Baca juga: PENAMPAKAN Kendaraan Mewah Disita KPK dari Rumah Silmy Karim, 2 Porsche, Harley Davidson, Ducati
Baca juga: Modus Pejabat Imigrasi Peras WNA Sengaja Persulit Dokumen, Silmy Karim Cs Raup 145,5 Miliar
Baca juga: FANTASTIS Harta Wamen Silmy Karim Tersangka Korupsi Izin Tinggal WNA: Rp 234,5 Miliar
Baca juga: Silmy Karim Minta Jatah Uang Rp 100 Juta Tiap Jumat, Setiap Klik Ada Harganya