BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yaitu hingga di angka Rp 18 ribuan, diperkirakan makin melemah dalam beberapa ke depan. Hal ini akan berkorelasi dengan kenaikan harga emas di Tanah Air. Sebab, tidak bisa dipungkiri, sering terpengaruh dengan kurs dolar AS.
Meski demikian, menurut Rudiansyah, dari Toko Emas Perhiasan Baru Pasar Martapura, sebenarnya harga emas dunia yang memengaruhi harga emas di Tanah Air.
"Bagaimana harga emas dunia, begitu juga harga emas di pasaran kita. Pada hari ini, Jumat 5 Juni 2026, harga emas terpengaruh hingga mengalami kenaikan Rp 20 ribu. Kemarin Rp 2.430.000, hari ini Rp 2.450.000," jelasnya.
Adapun emas yang dijual di Toko Perhiasan Baru, antara lain emas 99, emas Antam dan emas logam mulia yang harganya Rp 2.800.000 per gram setelah sebelumnya Rp 2.900.000 per gram. Bahkan, pernah hingga Rp 3.000.000. Sedangkan emas 700 (16 karat) atau emas Singapura Rp 1.950.000 per gram.
"Kalau untuk investasi, biasanya masyarakat membeli emas 99, sedangkan untuk fashion umumnya emas 700," katanya.
Mengenai suplai emas di tokonya, Rudiansyah mengatakan, ada yang menjual dalam bentuk blok dan perhiasan, kemudian diolah perajin lokal untuk dibikin perhiasan.
"Sebagian juga kami melebur emas dari beberapa perhiasan yang rusak, kemudian dijadikan blok untuk kemudian dibikin lagi perhiasan yang baru," katanya.
Hal senada dikatakan Abdullah dari Toko Kayutangi I, Pasar Niaga Blok B. Dan menurutnya kenaikan harga emas itu hal yang lazim, sebagaimana beberapa tahun lalu zaman Covid-19 harga naik terus. "Kalau ada turun hanya sedikit, selanjutnya naik lagi," katanya.
Sebagaimana biasa, dikatakan Abdullah, untuk membeli emas dari masyarakat, harganya menyesuaikan harga pasar dan biasanya lebih rendah 100 ribu.
Diakui Abdullah, harga emas tiap toko memang berbeda. Setelah mengambil patokan dari harga emas blok, lantas para pedagang berhitung sendiri berapa biaya perolehan emas masing-masing untuk menetapkan harga jual.
Setiap toko punya harga modal berbeda, sehingga masing-masing tidak sama dalam menetapkan harga baru maupun harga second.
Hari dari Toko Emas Kayutangi II, memang untuk harga emas ikut harga pasaran dengan patokan emas dunia. Meski demikian bisa juga terjadi penurunan atau kenaikan karena ada kasus.
"Contohnya kasus penggerebekan dan penyitaan toko emas harga di pulau Jawa beberapa waktu lalu. Saat itu harga emas turun, nilainya jauh dibandingkan harga emas dunia dan harga pasaran,” katanya.
Menurut Hari, melemahnya rupiah tak menentukan harga emas, karena yang menentukan itu harga emas dunia dipengaruhi kondisi global, seperti halnya masalah minyak dunia
"Saat pembelian sepi, kadang ada emas yang disimpan, kemudian saat harga naik baru dijual," tandas Heri seraya mengatakan penurunan pembelian hingga 50 persen.
H Gurdani, pemilik Toko Taisir Emas, Banjarmasin, mengatakan, sebenarnya ada juga faktor pelemahan rupiah yang memengaruhi tapi tidak seberapa. Di tokonya harga emas batangan 999 Rp 2.425.000, emas perhiasan 999 Rp 2.450.000.
"Mengenai kondisi ini, saya tidak ada kekhawatiran, karena ekonomi yang tidak stabil ini sudah biasa kami antisipasi," jelasnya.
Di tokonya, penjualan berjalan secara normal, tidak ada perbedaan dengan hari sebelumnya. Bahkan menurut Gurdanj, pihaknya sudah kebal dengan stuasi seperti ini.
"Tiap toko berbeda harga itu biasa, namanya juga bisnis ada strategi masingmasing toko," pungkas Gurdanj yang mendapat pasokan emas perhiasan dari Surabaya. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)