Trump: Uranium Iran Sudah 'Terkubur', AS Tak Perlu Membuat Kesepakatan
Ansari Hasyim June 06, 2026 01:03 AM

SERAMBINEWS.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan Washington tidak memerlukan kesepakatan dengan Iran untuk mendapatkan uranium yang telah diperkaya.

Menurutnya, AS dapat mengambil material tersebut kapan saja jika menginginkannya, tetapi saat ini tidak ada alasan untuk melakukannya karena uranium itu telah terkubur jauh di bawah tanah.

Dalam pernyataannya kepada wartawan di Gedung Putih pada Kamis (4/6/2026), Trump menyebut operasi untuk mengambil uranium dari Iran akan sangat rumit dan berisiko.

“Itu terkubur. Kami sebenarnya bisa mendapatkannya sekarang juga. Saya tidak berpikir mereka bisa menghentikan kami jika kami menginginkannya, tetapi tidak ada alasan untuk melakukannya,” kata Trump.

Baca juga: Trump Terpojok! Empat Republikan Membelot, DPR AS Desak Akhiri Perang Iran

Trump menjelaskan bahwa pengambilan uranium akan membutuhkan pengerahan pasukan AS selama satu hingga dua pekan di wilayah Iran, menggunakan peralatan berat dan dukungan logistik besar-besaran di tengah situasi yang masih berbahaya.

Menurutnya, pada awalnya ada pertimbangan bahwa operasi tersebut bisa dilakukan secara diam-diam.

Namun, semakin lama pasukan berada di lapangan, semakin besar kemungkinan keberadaan mereka terdeteksi oleh Iran.

“Pada akhirnya mereka akan mengetahui karena operasi itu memerlukan upaya logistik yang sangat besar selama satu atau dua minggu. Kami bisa melakukannya, tetapi saya tidak menyukai gagasan tersebut,” ujarnya.

Trump juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap ancaman rudal Iran yang masih tersisa. Ia menilai pasukan AS dapat menjadi sasaran serangan jika harus bertahan terlalu lama di wilayah tersebut.

“Tiba-tiba Iran mengetahui posisi Anda. Mereka masih memiliki rudal yang tersisa dan bisa terus menembakkan rudal sampai satu di antaranya berhasil mengenai sasaran. Saya tidak menyukai itu,” kata Trump.

Dalam kesempatan yang sama, Trump mengatakan dirinya tidak memiliki keinginan untuk bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Namun, ia membuka kemungkinan pertemuan jika Washington dan Teheran berhasil mencapai sebuah kesepakatan.

“Jika itu terjadi, saya akan bersikap hormat,” ujarnya.

Trump juga menyinggung pengalaman krisis penyanderaan Iran pada era Presiden Jimmy Carter dan menegaskan dirinya tidak ingin AS terjebak dalam operasi militer berkepanjangan di Iran.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.