TRIBUN-MEDAN.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak bicara soal anggaran perjalanan dinas Presiden Prabowo Subianto.
Anggaran perjalanan dinas itu mencuat ke publik setelah publik mengkritisi seringnya Presiden Prabowo berpergian ke luar negeri.
Kritikan juga disampaikan mantan Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal yang menilai frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo berada di luar batas kewajaran.
Hal itu langsung direspons oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang menyebut sebagian biaya perjalanan luar negeri Presiden Prabowo ditanggung menggunakan dana pribadi Presiden.
Baca juga: Pemerintah Tambah Utang Lagi Rp386 Triliun, Purbaya: Strategi Pembiayaan APBN yang Terukur
Purbaya mengatakan, pemerintah tetap mengalokasikan anggaran perjalanan dinas Presiden setiap tahun melalui APBN.
"Ada pasti anggaran yang dianggarkan," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Namun, ketika ditanya mengenai besaran anggaran perjalanan dinas Presiden yang dialokasikan pada 2026, Purbaya tidak bersedia mengungkapkannya.
Ia menyarankan agar pertanyaan terkait rincian anggaran tersebut disampaikan kepada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
"Anda mau lihat rahasia presiden, ya enggak boleh lah. Kita tahu angkanya, cuma Anda tanya ke Mensesneg saja kalau mau jawaban yang pasti," kata Purbaya.
Terkait pernyataan Teddy tentang sebagian biaya perjalanan luar negeri Prabowo ditanggung menggunakan dana pribadi, Purbaya menyatakan tidak ada aturan yang melarang hal tersebut.
Purbaya bilang, pemerintah berpegang pada penjelasan yang telah disampaikan Teddy terkait polemik tersebut.
"Saya enggak bisa menjawab pertanyaan itu, itu kan Pak Teddy sudah menjelaskan ya. Kita pegang pernyataan Pak Teddy. Enggak ada aturannya. Kalau saya punya duit, saya pergi nombok enggak boleh? Secara logika kan boleh saja kalau mau nombok," kata Purbaya.
Meski demikian, Purbaya enggan memberikan komentar lebih jauh terkait penggunaan dana pribadi tersebut.
Baca juga: SAKIT Hati Ibunya Sering Dihina, Pemuda Bunuh Temannya, Pelaku Buron Selama Dua Tahun
Diketahui, sejak dilantik sebagai Presiden pada 20 Oktober 2024 hingga pertengahan 2026, Presiden Prabowo telah melakukan 54 kali perjalanan dinas ke luar negeri.
Lawatan tersebut mencakup berbagai negara di kawasan Asia, Timur Tengah, Eropa, dan Amerika dengan total waktu yang dihabiskan di luar negeri mencapai sekitar 134 hari.
Kunjungan perdana Prabowo sebagai kepala negara dilakukan ke Beijing, China, pada 8-10 November 2024.
Dalam frekuensi kunjungannya, Prabowo tercatat telah mengunjungi Prancis hingga empat kali.
Tiga kunjungan dilakukan berturut-turut pada tahun 2026 ini, yakni 23 Januari, 14 April, dan 27 Mei. (*/tribunmedan.com)