4 Strategi Bank Jakarta Wujudkan Kota Inklusif, UMKM hingga Anak Muda Jadi Sasaran 
Rr Dewi Kartika H June 06, 2026 01:11 AM

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Bank Jakarta menyiapkan empat strategi utama untuk mendukung transformasi Jakarta menjadi kota global yang inklusif, terkoneksi, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh warganya.

Strategi tersebut mencakup perluasan akses layanan keuangan, penguatan UMKM, pembiayaan perumahan bagi generasi muda, hingga peningkatan investasi untuk mendukung pembangunan kota.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan, Jakarta masa depan tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik maupun kemajuan teknologi.

Menurutnya, tantangan terbesar yang masih dihadapi ibu kota adalah membangun keterhubungan antarelemen yang ada di dalam kota.

“Jakarta tidak kekurangan gedung, jalan, maupun teknologi. Yang masih perlu diperkuat adalah keterhubungan antara warga dengan layanan, UMKM dengan pasar, investor dengan peluang, serta pemerintah dengan masyarakat,” ujar Agus dalam kegiatan Urban Talks BUMD: Katalisator Kota, Akselerator Pembangunan di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026).

Banyak Warga Belum Masuk Sistem Keuangan Formal

Agus menjelaskan, strategi pertama yang akan diperkuat Bank Jakarta adalah inklusi keuangan atau financial inclusion.

Melalui program ini, Bank Jakarta ingin memastikan seluruh warga dapat mengakses layanan keuangan formal secara mudah, aman, dan berbasis digital.

Ia mengakui masih banyak masyarakat Jakarta yang belum terhubung dengan sistem keuangan formal.

“Faktanya masih banyak warga Jakarta yang belum masuk ke dalam sistem keuangan formal. Ini menjadi pekerjaan besar yang harus kami selesaikan,” katanya.

UMKM Tak Cukup Diberi Pinjaman

Strategi kedua adalah memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Agus, pelaku UMKM tidak hanya membutuhkan akses pembiayaan, tetapi juga kesempatan untuk berkembang melalui digitalisasi, perluasan pasar, dan penguatan rantai pasok.

“UMKM tidak hanya membutuhkan pinjaman, tetapi juga membutuhkan kesempatan,” ujarnya.

Bank Jakarta menilai penguatan sektor UMKM menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Jakarta yang berkelanjutan.

Anak Muda Sulit Beli Rumah Jadi Perhatian

Selain UMKM, Bank Jakarta juga menyoroti persoalan akses kepemilikan rumah bagi generasi muda di ibu kota.

Karena itu, strategi ketiga yang akan diperkuat adalah housing inclusion atau pembiayaan perumahan yang lebih mudah dijangkau masyarakat.

Agus menilai harga properti yang terus meningkat membuat banyak anak muda kesulitan memiliki rumah pertama.

“Akses pembiayaan rumah harus menjadi bagian dari strategi kota karena banyak anak muda yang kesulitan menjangkau harga rumah di Jakarta,” kata dia.

Bangun Kepercayaan Investor

Strategi keempat adalah investment enablement atau mendorong iklim investasi yang lebih kuat di Jakarta.

Menurut Agus, pembangunan kota global tidak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi membutuhkan dukungan investasi yang berkelanjutan.

“Peran Bank Jakarta bukan sekadar menghimpun dana dan menyalurkan kredit, tetapi menjadi penghubung antara warga, UMKM, pemerintah, dan investor dalam satu ekosistem kota,” ujarnya.

Jangan Sampai Ada yang Tertinggal

Agus menegaskan seluruh strategi tersebut dijalankan dengan prinsip no one left behind atau tidak ada warga yang tertinggal dalam proses pembangunan dan transformasi digital.

Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi seharusnya membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat, bukan memperlebar kesenjangan.

“Teknologi tanpa inklusi hanya akan menciptakan kesenjangan yang semakin lebar. Karena itu, transformasi digital harus memberi manfaat bagi mereka yang selama ini tertinggal,” katanya.

Menurut Agus, ukuran keberhasilan Jakarta di masa depan tidak hanya dilihat dari megahnya pembangunan fisik, tetapi dari seberapa besar kesempatan yang bisa dirasakan masyarakat.

“Ukuran keberhasilan Jakarta bukan seberapa tinggi gedung yang berdiri, tetapi seberapa banyak mimpi yang dapat diwujudkan oleh warganya. Jika MRT menghubungkan titik-titik kota, maka Bank Jakarta akan menghubungkan peluang-peluang kehidupan,” tuturnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.