Slank Garap Album 'Republik Fufufafa', Lagu-lagunya Angkat Isu Sosial hingga Kritik Kerusakan Alam
Irwan Wahyu Kintoko June 06, 2026 12:33 AM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pertengahan tahun 2026 dipilih Slank sebagai waktu yang tepat untuk merilis karya terbaru, yaitu album 'Republik Fufufafa'.

Tanggal 5 Juni dipilih untuk merilis album 'Republik Fufufafa' karena bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, sesuai tema besar yang diusung Slank di album launching party Republik Fufuafa bareng Slank di Markas Slank, Jalan Potlot 14, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat ini.

Album studio ke-26 Slank ini memuat 10 lagu baru yang proses rekamannya dilakukan selama bulan suci Ramadan tahun 2025 di Flat 5 Studio milik Ridho Hafiedz, kemudian dilanjutkan di Parah Studio Potlot 14.

Selama 2 minggu, Slank menjalani kegiatan berpuasa Ramadan dengan produktivitas di dalam studio sejak pagi hingga menjelang waktu berbuka.

Baca juga: Cerita Bimbim Slank saat Dua Anak Perempuannya Beranjak Dewasa, Selalu Mengawal Anak-anak Berpergian

Setiap hari, dimulai workshop selama beberapa jam, dilanjut proses tracking untuk masing-masing instrumen secara bergantian.

Tentunya dengan jeda salat berjamaah di setiap adzan berkumandang dan buka puasa bersama sebagai penutup kegiatan rekaman.

Di setiap album Slank, terkandung 4 unsur yang selalu ada yaitu Cinta, Alam, Sosial dan Youth (anak muda).

Begitu juga dengan album yang cover depannya menampilkan kelima personil Slank memakai make up badut nackal karya seniman dari Face Painting Jakarta.

Baca juga: Slank Kritisi Soal Tambang dan Supremasi Hukum di Indonesia Saat Beraksi di Panggung Pestapora

Lagu-lagu dari album 'Republik Fufufafa', mulai ditulis Bimbim (drum) di sepanjang tahun 2024, sementara Kaka (vokal) menulis lagu ciptaannya di tahun 2021.

Album 'Republik Fufufafa' juga menghadirkan variasi genre musik yang fresh dari Slank, mulai dari rock alternative, rock n' roll, hingga ballad melankolis yang menghanyutkan.

Penggunaan lirik dalam lagu-lagunya juga terlihat sederhana namun kuat dalam makna, sesuai cerminan dari jiwa slengeannya Slank.

Sebelum album dirilis, 2 lagu ciptaan Bimbim yaitu 'Republik Fufufafa' dan 'PPN 12 persen' yang mengangkat isu sosial, lebih dulu dikenalkan Slank.

Baca juga: Rilis Album The Greatest Hits Live, Slank Ajak Publik Bernostalgia dan Kenalkan Karya ke Gen Z

Lagu itu menggemparkan publik dan menjadi trending topic di berbagai platform media sosial.

Peluncuran album 'Republik Fufufafa' juga dibarengi dengan perilisan music video untuk lagu 'Rusak Ancur'.

Lagu ciptaan Bimbim itu menjadi alat penyampaian kritik keras Slank, atas kerusakan alam yang terjadi akibat ulah banyak pihak.

Ada juga lagu 'Jangan Rakus' yang diciptakan Kaka, sebagai pengingat untuk kita agar merasa berkecukupan dengan 'Ambil yang kau perlu, makan yang kau butuh'.

Baca juga: Protes Keras Aktivitas Tambang Nikel di Raja Ampat Papua Barat, Ridho Slank: Stop untuk Selamanya!

Istilah masa kini, jangan jadi Kaum Mendang-mending yang kerap membandingkan diri sendiri dengan orang lain, sesuai potongan liriknya, 'Diikutin gak cukup2, ngebandingin orang melulu'.

Urutan kelima ada lagu 'Di Dekatmu' yang diciptakan oleh Kaka dan Bimbim.

Lagu ini memiliki lirik sederhana dengan bahasa slengean, tentang pria yang membutuhkan wanita di dekatnya, dengan balutan aransemen yang melankolis namun begitu elegan.

'My Rinduku' adalah lagu terbaru Slank yang liriknya sangat simple dan to the point, tanpa banyak kata, tapi cukup untuk mewakili rasa rindu terhadap pasangan.

Baca juga: Bunda Iffet Dapat Penghargaan dari BNN Karena Gigih Lawan Narkoba, Ini Kesan Bimbim Slank

Suara siulan bibir yang sudah lama tidak terdengar di lagu Slank, kembali disematkan di lagu ciptaan Bimbim yang juga mengangkat aransemen rock n' roll-nya Slank.

Setahun sebelum rekaman, Bimbim merasakan duka mendalam yang disebabkan kepergian sosok panutan, Sidharta, ayahnya.

Rasa kehilangan dan kerinduan mendalam itu dicurahkan lewat lagu 'Papa Sid' yang dinyanyikan Bimbim.

Track ke-8 terdapat lagu yang diberi judul 'Bunga Rindu', salah satu lagu Slank yang menghadirkan nuansa baru dalam aransemennya.

Lagu yang berkisah tentang gadis menawan yang tanpa disangka memiliki kisah kelam.

Album Fisik

Ada juga lagu 'Buka Baju' yang membuktikan bahwa Slank masih slengean, dengan lirik terdengar nakal yang membebaskan para pendengar untuk menginterpretasikan lagu ini sesuai keinginan masing-masing.

Di urutan terakhir album 'Republik Fufufafa', ada lagu 'Ku Tak Mungkin'.

Lagu cinta terbaru Slank dengan balutan musik yang nyaman di telinga, layaknya lagu-lagu hits Slank sebelumnya.

Lagu ini dipastikan dapat menyuarakan wujud kesetiaan terhadap pasangan, tanpa kenal batasan.

Baca juga: Band Slank Ikut Komentari Kenaikan Pajak Pertambahan Nilai Jadi 12 Persen, Ini Kata Kaka dan Bimbim

Untuk rilisannya, album 26 Slank ini lebih dulu diedarkan dalam format digital yang bisa didengar di berbagai digital streaming platform mulai Sabtu (6/6/2026).

Dalam waktu dekat, Slank akan menghadirkan album fisik 'Republik Fufufafa' dalam bentuk Kaset, CD dan vinyl.

Covernya akan dibuat berbeda untuk setiap masing-masing rilisannya.

Keistimewaan lainnya, semua foto yang ditampilkan di album fisik album ini menggunakan kamera analog hasil jepretan Heret Frasthio.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.