TRIBUNNEWS.COM - Tim-tim basket kampus terbaik Indonesia akan bersaing memperebutkan tiket menuju ajang bergengsi Asian University Basketball League (AUBL) 2027, kompetisi bola basket antaruniversitas tingkat dunia yang mempertemukan kampus-kampus unggulan dari berbagai negara.
AUBL merupakan kompetisi resmi yang disahkan oleh Asian University Sports Federation (AUSF) dan dikelola oleh Realeague Business Wire.
Pada edisi perdana tahun 2025, gelar juara berhasil diraih tim Griffins dari Universitas Nasional Chengchi (NCCU) Taiwan yang mendominasi kompetisi bola basket universitas di negaranya.
Pada edisi berikutnya yang akan berlangsung, Indonesia dipastikan ambil bagian.
Wakil Merah Putih nantinya akan menghadapi kampus-kampus terbaik dari China, Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, Taiwan, Filipina, Mongolia, Australia, dan Malaysia.
Untuk menentukan wakil Indonesia, Campus League menggelar Basketball The Nationals Season 1 di Lapangan Basket Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang, Banten, pada 7–13 Juni 2026.
Kompetisi nasional tersebut menjadi babak puncak yang mempertemukan tim putra dan putri terbaik dari lima regional, yakni Surabaya, Yogyakarta, Samarinda, Bandung, dan Jakarta.
Sebanyak 10 tim putra dan 8 tim putri yang berstatus juara maupun runner-up regional akan bertarung memperebutkan gelar kampus terbaik Indonesia sekaligus kesempatan tampil di level Asia.
Sebelum pertandingan dimulai, proses pengundian grup telah dilaksanakan di Universitas Pelita Harapan, Jumat (5/6/2026), dan dihadiri berbagai tokoh basket nasional, mulai dari Wakil Ketua Organisasi DPD PERBASI Banten Tikky Suwantikno, perwakilan PERBASI Kabupaten Tangerang Daniel, pemain RANS Simba sekaligus alumni UPH Juan Laurent Kokodiputra, hingga peraih medali emas SEA Games 2023 cabang bola basket Kadek Pratita Citta Dewi.
Baca juga: Tim Basket UPH Bersinar di Campus League Regional Jakarta 2026 dan Melaju ke The Nationals
CEO Campus League Ryan Gozali mengatakan The Nationals menjadi panggung bagi tim-tim terbaik Indonesia untuk membuktikan kualitas mereka sebelum bersaing di level Asia.
"Kita harapkan yang terbaik dari yang terbaik bisa bertemu di sini dan menunjukkan kemampuannya untuk menjadi kampus nomor satu di Indonesia," ujar Ryan kepada Tribunnews.com ditemui di lokasi.
Ia menjelaskan, juara kategori putra akan memperoleh kesempatan istimewa tampil di AUBL 2027.
"Terutama untuk kategori putra, kami juga memiliki kelanjutan kompetisinya, di mana nanti juara Campus League Basketball akan langsung melaju ke Asian University Basketball League (AUBL) melawan kampus-kampus dari sembilan negara Asia-Pasifik lainnya," tegasnya.
Ryan mengakui kualitas bola basket kampus Indonesia saat ini masih tertinggal dibandingkan negara-negara Asia yang lebih maju.
Menurutnya, keikutsertaan Indonesia di AUBL bukan semata mengejar prestasi, tetapi juga menjadi sarana evaluasi dan pembelajaran.
"Melalui kompetisi tersebut, kita bisa melihat bahwa level kita saat ini memang masih jauh tertinggal dibandingkan negara-negara yang lebih maju. Jika dibandingkan dengan Indonesia, levelnya masih jauh sekali," katanya.
Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, Ryan menilai Indonesia harus membangun ekosistem basket kampus secara konsisten dan meningkatkan kualitas pembinaan.
"Dari sisi intensitas latihan, metode latihan, penerapan sport science, nutrisi, dan berbagai aspek lainnya masih harus terus ditingkatkan. Selain itu, format kompetisi juga harus terus diperbaiki. Saat ini karena berbagai keterbatasan, kompetisi masih menggunakan format seri," ujarnya.
Meski demikian, Ryan tetap memasang target realistis apabila nantinya Indonesia tampil di AUBL.
"Kalau untuk menuju level yang lebih tinggi, saat ini kami masih berada pada tahap pembangunan fundamental. Jadi target yang paling realistis adalah meraih kemenangan pertama. Satu kemenangan saja dulu, itu yang kami harapkan,"katanya.
Ryan menambahkan, penyelenggaraan The Nationals juga dirancang untuk menghadirkan kompetisi yang semakin profesional dan memenuhi standar federasi.
"The Nationals ini sudah sesuai standar rekomendasi, menyusul evaluasi dari DPP PERBASI dan DPD PERBASI Banten, DPD PERBASI Kabupaten Tangerang, DPD PERBASI DKI Jakarta, dan Technical Delegate DPP PERBASI. Hasilnya, pihak Universitas Pelita Harapan selaku tuan rumah memutuskan untuk menambahkan court interlocked serta padding yang memadai," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPD PERBASI Banten, Tikky Suwantikno, menilai kompetisi ini penting untuk pembinaan dan regenerasi atlet basket Indonesia.
"Dari DPD PERBASI Banten, khususnya Pak Ketua, kami menyambut kegiatan ini dengan gembira. Ini merupakan kesempatan yang baik bagi Banten untuk ikut mengembangkan dan mendukung Campus League sebagai wadah pengembangan bola basket Indonesia agar semakin maju dan lebih baik," ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan peraih medali emas SEA Games 2023, Kadek Pratita Citta Dewi. Ia menilai Campus League menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk berkembang sebagai atlet tanpa meninggalkan pendidikan akademik.
"Secara pribadi, saya melihat dampak yang diberikan oleh Campus League ini sangat positif. Kompetisi ini memberikan ruang bagi para mahasiswa untuk terus berkembang di bidang olahraga tanpa mengesampingkan pendidikan akademis mereka. Selain itu, ajang ini juga sangat baik untuk menanamkan nilai-nilai karakter, kedisiplinan, serta memperluas jaringan relasi sosial demi membentuk sosok student-athlete yang berimbang dan berkualitas di masa depan," katanya.
Dukungan juga datang dari pemain profesional RANS Simba, Juan Laurent Kokodiputra. Menurutnya, kompetisi kampus kini menjadi salah satu jalur utama pencarian bakat bagi klub profesional.
"Sekarang banyak pelatih klub profesional nonton ke liga kampus untuk mencari bibit. Jadi mereka yang berkompetisi di sini harus memanfaatkan semaksimal mungkin agar next-nya ke profesional dan ke Timnas Indonesia. Bahkan mungkin bisa bermain di luar negeri juga," ujar Juan.
Baca juga: FIBA Gandeng XTB sebagai Global Partner untuk Piala Dunia Basket 2026 dan 2027
AUBL sendiri merupakan liga resmi yang berada di bawah pengakuan Asian University Sports Federation (AUSF).
Kompetisi ini pertama kali digelar pada 2025 di Hangzhou, China, dengan menghadirkan 12 tim universitas terbaik dari berbagai negara Asia.
Turnamen perdana tersebut mencatatkan antusiasme tinggi. Selama sepekan penyelenggaraan, AUBL berhasil menarik lebih dari 65 juta penonton melalui siaran langsung dan disaksikan lebih dari 29.000 penonton secara langsung di arena pertandingan.
Turnamen khusus yang melibatkan 12 tim akan kembali digelar di Hangzhou pada 2-9 Agustus 2026. Kompetisi tersebut akan menghadirkan perwakilan universitas dari China Raya, Jepang, Korea Selatan, Mongolia, serta peserta baru dari Filipina dan Australia.
Daftar resmi kampus peserta dijadwalkan diumumkan pada Mei 2026.
Setelah itu, AUBL akan memasuki fase baru dengan menggelar musim penuh kandang dan tandang yang dimulai pada November 2026.
Sebanyak 16 tim akan bertanding di berbagai kota besar Asia hingga April 2027 sebelum ditutup dengan babak final yang digadang-gadang menjadi versi Asia dari turnamen basket kampus bergengsi Amerika Serikat, March Madness.
CEO sekaligus pendiri AUBL, Jay Li, mengatakan minat dari kampus, mahasiswa, hingga penggemar basket terus meningkat sejak penyelenggaraan perdana.
"Kami melihat adanya permintaan yang jelas dari sekolah, pemain, dan penggemar untuk platform yang lebih besar," ujar Jay Li.
Menurutnya, tujuan AUBL bukan sekadar menyelenggarakan kompetisi basket, melainkan membangun gerakan budaya olahraga kampus di Asia.
"Kami tidak hanya ingin menjalankan sebuah liga, tetapi juga membangun gerakan budaya di sekitar olahraga universitas di Asia," katanya.
Dukungan investor yang melibatkan tiga pemilik klub NBA, yakni Joe Tsai, David Blitzer, dan Marc Lasry, semakin memperkuat keyakinan bahwa AUBL memiliki masa depan cerah.
Joe Tsai mengaku semakin yakin terhadap prospek liga tersebut setelah menyaksikan langsung partai final AUBL 2025.
"Energi di arena dan kualitas kompetisinya menunjukkan bahwa potensinya benar-benar nyata," ujar Tsai.
Marc Lasry menilai basket universitas Asia memiliki peluang besar untuk berkembang, sementara David Blitzer melihat sektor olahraga usia muda dan amatir sebagai salah satu pasar yang menjanjikan secara global.
Bagi Yao Ming, keterlibatannya dalam AUBL memiliki makna yang lebih personal.
Mantan bintang NBA itu mengungkapkan bahwa salah satu penyesalan terbesar dalam kariernya adalah gagal menempuh pendidikan di kampus anggota NCAA di Amerika Serikat.
Karena itu, ia menilai AUBL dapat menjadi wadah penting bagi para student-athlete Asia untuk berkembang baik di bidang akademik maupun olahraga.
"Saya bangga mendukung liga ini dan mendukung almamater saya," kata Yao Ming.
Melalui ekspansi yang sedang dijalankan, AUBL menargetkan menjadi wadah utama yang menyatukan universitas-universitas terbaik Asia sekaligus meningkatkan popularitas olahraga kampus di tingkat regional maupun global.
Baca juga: Daftar Tim yang akan Berlaga di Campus League 2026-Basketball The Nationals Season 1
Kategori Putra
Grup A
Grup B
Kategori Putri
Grup C
Grup D
Babak penyisihan grup akan berlangsung pada 7–11 Juni 2026 dengan sistem setengah kompetisi (round robin).
Dua tim terbaik dari masing-masing grup berhak lolos ke semifinal pada 12 Juni menggunakan sistem gugur.
Partai perebutan juara dan perebutan tempat ketiga untuk kategori putra maupun putri akan digelar pada 13 Juni 2026, sekaligus menentukan kampus terbaik Indonesia yang berpeluang membawa nama bangsa ke panggung Asian University Basketball League 2027.
(China Daily/Bolasport.com/Tribunnews)