Badung (ANTARA) - Pemkab Badung, Bali, sukses meraih penghargaan Terbaik I Kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten pada Apresiasi Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Jawa–Bali.

“Penghargaan ini kami persembahkan untuk masyarakat Badung. Ini bukan semata-mata keberhasilan pemerintah daerah, tetapi buah dari kolaborasi seluruh pihak,” ujar Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dalam keterangannya di Mangupura, Jumat.

Prestasi Kabupaten Badung didorong oleh keberhasilan menekan angka stunting dan kemiskinan lewat pendekatan konvergensi lintas sektor.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting Badung berada di angka 5,3 persen pada 2024 dan 4,9 persen pada 2023, menjadi salah satu yang terendah di Indonesia.

Sementara itu, kemiskinan ekstrem di Badung sukses menyentuh angka nol persen sejak 2023. Atas prestasi tersebut, Kabupaten Badung menerima trofi serta insentif fiskal senilai Rp3 miliar.

Bupati Adi Arnawa mengatakan pihaknya mengapresiasi kerja keras seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintah daerah yang konsisten memprioritaskan pembangunan manusia.

Menurut dia penanganan stunting harus terintegrasi, mulai dari pemenuhan gizi ibu hamil, kesehatan balita, sanitasi, hingga penguatan ekonomi.

“Kami meyakini bahwa penanganan stunting bukan hanya soal angka statistik, tetapi tentang kualitas generasi masa depan. Karena itu, kami memastikan seluruh program berjalan secara terpadu, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” kata dia.

Ia mengungkapkan penghargaan dari Kemendagri itu juga menjadi motivasi besar untuk terus meningkatkan mutu pelayanan publik ke depan.

“Prestasi ini adalah pijakan untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas, menekan kemiskinan secara berkelanjutan, menjaga angka stunting tetap rendah, dan memastikan hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkap Bupati Adi Arnawa.