Jayapura (ANTARA) - Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengatakan, sterilisasi tempat kejadian perkara (TKP) bom yang meledak di Biak, Papua, hingga mengakibatkan enam orang meninggal dunia dan tiga warga dilaporkan hilang, masih terkendala cuaca.
Faktor cuaca mempengaruhi pelaksanaan sterilisasi yang dilakukan tim penjinak bom dari Gegana Brimob Polda Papu, sehingga kini penyelesaiannya baru 75 persen.
"Sterilisasi terkendala cuaca seperti trjadi hari ini Jumat (5/6), air laut mengalami pasang hingga pukul 15.00 WIT sehingga tidak bisa dilakukan maksimal," kata Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan yang dihubungi Antara dari Jayapura, Jumat.
Kapolres mengatakan, setelah air laut surut, tim jibom akan melakukan pembersihan di sekitar TKP meledaknya bom yang menewaskan enam orang.
Pembersihan terus dilakukan mengingat di sekitar TKP hingga kini belum tersentuh.
"Bila sudah dinyatakan bersih maka pencarian akan dilakukan di sekitar TKP yang masuk kategori ring 1," kata Ari Trestiawan.
Meledaknya bom peninggalan PD II di komplek perikanan yang berlokasi di jalan Wolter Monginsidi Biak itu mengakibatkan enam orang meninggal dan tiga warga dilaporkan hilang.
Enam warga yang menjadi korban meledaknya bom di Biak yaitu Deflin Raubaba (41 th), Moris Raubaba (24 th), Karmila Ayorbaba(25 th), Israel Raubaba (7 th), Isril Raubaba (5th) dan Mina Puadi (51 th).
Tiga warga yang hilang adalah Yulianus Raubaba (26 th), Lae Madura (45 th) dan Abis Marandof (27 th).





