Masa jeda internasional eksperimental Thomas Tuchel mengalami pukulan besar setelah kabar bahwa Declan Rice dan Bukayo Saka kembali ke Arsenal untuk menjalani pemeriksaan medis. Meski baru bergabung dengan skuad pada hari Jumat setelah diistirahatkan saat hasil imbang 1-1 melawan Uruguay, keduanya dipastikan tidak akan tampil dalam laga berikutnya menghadapi Jepang. Asosiasi Sepak Bola Inggris mengonfirmasi kepergian mereka bersama enam pemain lainnya, membuat skuad Inggris semakin menipis untuk pertandingan di Stadion Wembley.
Trio Arsenal pimpin gelombang pemain yang meninggalkan skuad
Waktu kepergian ini menjadi hal yang mengecewakan bagi Tuchel, yang sebelumnya berharap dapat mengintegrasikan para pemain senior utamanya setelah mereka mendapat waktu istirahat singkat. Namun, duo Arsenal tersebut kini kembali ke London Utara untuk bergabung dengan daftar kekhawatiran yang kian panjang bagi Mikel Arteta. Dengan perburuan gelar Liga Primer Inggris yang semakin memanas, para penggemar Arsenal kini menantikan hasil pemeriksaan medis dua pemain berpengaruh mereka dengan rasa cemas.
Tuchel akui kekhawatiran atas cedera Madueke
Meski kepergian Rice dan Saka bersifat pencegahan, kekhawatiran lebih besar muncul terkait Noni Madueke setelah ia mendarat keras pada lutut kirinya dalam laga imbang melawan Uruguay. Pemain berusia 24 tahun itu terpaksa ditarik keluar pada menit ke-37 setelah mendapat tekel keras dari Rodrigo Aguirre dan kemudian terlihat meninggalkan stadion dengan kaki yang dipasangi penyangga pelindung. Situasi ini menjadi pukulan telak bagi pemain yang tengah berupaya mengamankan tempatnya dalam rencana Tuchel.
“Tentu saja saya khawatir, karena saya pikir dia adalah pembeda,” ujar Tuchel tentang winger Arsenal tersebut. “Dia memulai dengan baik, penuh energi, siap bermain. Sangat menyedihkan dan mengecewakan, semoga cederanya tidak serius. Melawan tim seperti Uruguay yang mengandalkan duel satu lawan satu, dia bisa membuka ruang dan menjadi pemain kunci bagi kami, seperti yang sudah ia tunjukkan.”
Stones dan Wharton menambah daftar cedera
Krisis cedera ini tidak hanya menimpa pemain Arsenal. Bek Manchester City, John Stones, juga harus meninggalkan pemusatan latihan setelah mengalami cedera betis. Stones awalnya dijadwalkan menjadi starter saat melawan Uruguay, tetapi merasakan ketidaknyamanan saat pemanasan sehingga akhirnya ditarik keluar. Gelandang Crystal Palace, Adam Wharton, juga menjadi korban lain yang harus kembali ke klubnya untuk menjalani perawatan lebih lanjut di tengah padatnya jadwal pertandingan internasional.
Tuchel menyampaikan empatinya kepada Stones dengan mengatakan: “Dia jelas sangat kecewa, dan saat ini saya memberikan dukungan penuh kepadanya karena itu bisa membantunya lebih daripada memberi tekanan tambahan.” Pemain lain yang juga meninggalkan skuad termasuk Fikayo Tomori, Dominic Calvert-Lewin, dan penjaga gawang Aaron Ramsdale. Namun, kepergian mereka sebagian bersifat taktis karena Tuchel ingin melakukan rotasi dan memberi kesempatan bagi pemain yang baru bergabung dengan skuad.
Pemain pengganti datang, tapi tekanan tetap tinggi
Meski banyak pemain yang keluar, Inggris tetap mendapat tambahan kekuatan dengan bergabungnya kapten Harry Kane dan sejumlah pemain lainnya yang baru melapor pada hari Jumat. Morgan Rogers, Anthony Gordon, dan Marc Guehi termasuk di antara nama-nama yang kemungkinan tampil melawan Jepang saat Tuchel terus mencari keseimbangan ideal menjelang Piala Dunia. Sang pelatih sebelumnya telah menjelaskan keputusannya membagi skuad menjadi dua grup untuk mengatur beban kerja di tengah padatnya jadwal musim ini.
Saat ini skuad Inggris terdiri dari 27 pemain, dengan bek Ben White tetap dipertahankan meskipun mendapat sorakan dari sebagian penonton di Wembley saat melawan Uruguay. White, yang tampil untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 2022, menjalani malam yang campur aduk setelah mencetak satu-satunya gol Inggris sebelum menyebabkan penalti yang membuat tim Amerika Selatan menyamakan kedudukan. Tuchel kini menghadapi tantangan besar untuk membangkitkan semangat timnya dan menemukan formula kemenangan menghadapi Jepang tanpa beberapa pemain andalannya.