Nasib Sniper Brimob Bekingi Kampung Narkoba Usai Diperiksa Bareskrim, Keterlibatan Polisi Lain?
Salomo Tarigan June 06, 2026 07:27 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Nasib Oknum Brimob Bripka Dedy Wiratama yang terlibat dalam sindikasi

kasus narkoba Gang Langgar, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Dalam pemeriksaan di Bareskrim Polri, terungkap peran Bripka Dedy

Bareskrim Polri resmi menahan Bripka Dedy Wiratama, mantan anggota Brimob Polda Kaltim yang terlibat membekingi kampung narkoba di Gang Langgar, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

Penahanan itu dilakukan setelah Dedy selesai dilakukan pemeriksaan awal oleh tim penyidik Subdit IV dan Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri.

"Selanjutnya terhadap yang bersangkutan dilakukan penahanan di Rutan Bareskrim Polri," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso kepada wartawan, Jumat (5/6/2026).

Dedy kali ini sudah tidak bisa mengenakan seragam Korps Bhayangkara. Sebagai gantinya, ia terlihat mengenakan baju tahanan berwarna orange.

Dari foto yang tersebar, Dedy terlihat mengenakan baju tahanan bernomor 029 dengan tulisan Bagtahti (Bagian Tahanan dan Barang Bukti).

Ia pun diketahui tiba di Bareskrim Polri usai resmi dipecat melalui sidang kode etik pada hari ini sekira pukul 15.25 WIB dengan didampingi penyidik Dittipidnarkoba Bareskrim Polri bermasker tengkorak.


Ia terlihat mengenakan kemeja bermotif kembang berwarna biru berjalan menuju lift gedung Bareskrim dengan kedua jempolnya terborgol.

Tak sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya.

Namun, ia terlihat spontan mengangguk ketika namanya dipanggil awak media yang sudah menunggu kedatangannya.

Mulutnya seperti terkunci rapat tak mau membeberkan tindakan membekingi kampung narkoba selama ini termasuk soal apakah ada yang memerintahkannya untuk hal tersebut.

Wajahnya terlihat serius menjelang dimintai keterangannya dalam kasus yang menjeratnya usai dipecat dari Polri.

Tak ada senyuman dari raut wajahnya yang sedikit terlihat lelah.

Jadi Sniper Kampung Narkoba

Sebagai anggota Polri saat itu, Bripka Dedy bukannya mengungkap jaringan narkoba, namun ia malah menjadi cepu jika aparat datang ke lokasi dengan berperan sebagai pengawas atau sniper.

Keterlibatan Polisi Lain?

Drago menyebut para sniper termasuk Bripka Dedy sudah ditempatkan di posnya masing-masing di area kampung narkoba tersebut dengan dibekali handy talky (HT).

"Kemarin kalau tidak salah kita temukan barang yang bersangkutan itu di dalam, kalau tidak salah itu di Blok C," tuturnya.

 

Saat ini, pihak kepolisian masih akan mendalami keterangan Bripka Dedy untuk mengungkap jaringan lainnya termasuk soal jika ada keterlibatan polisi lainnya atau tidak.

Dalam kasus ini, sebanyak 13 orang tersangka yakni Firnandes alias Nando selaku bandar narkoba Gang Langgar; Ade Saputra alias Ayam Jago selaku penjual sabu di loket; Tri Pamungkas dan Hadi Saputra selaku kurir narkoba.

Selanjutnya, Muhammad Tamrin alias Ipin, Asrheel, Muhammad Aswin alias Wiwin, Muhammad Ical alias Ical, Mustafa alias Mus, Kamarudin alias Dorez, Idham Halid alias Idam selaku sniper atau pengawas di beberapa titik.

Dan dua pembeli narkoba di lokasi yakni Fredhy Septian Akbar dan Hariyanto.

Selain itu, terdapat empat orang lain yang masih buron yakni Andes alias H. Endi selaku pemilik lapak; H. Andi Sudi selaku penyuplai narkoba di Gang Langtar, Malik dan Bripka Dedy Wiratama selaku sniper atau pengawas.

Beroperasi Selama 4 Tahun, Omzet Rp 200 Juta Sehari

Kanit II Subdit IV Dit Tipid Narkoba Bareskrim Polri AKBP Bayu Putra Samara mengatakan kelompok ini telah beroperasi selama 4 tahun dengan omzet yang fantastis.

"Sindikat ini sudah beroperasi sekitar 4 tahun. Dengan omzet per hari Rp 200 juta rupiah," kata Bayu dalam keterangannya, Minggu (17/5/2026).

Bayu menyebut kelompok yang mengedarkan barang haram tersebut bisa disebut sangat licin karena selalu lolos dari setiap operasi yang dilakukan pihak kepolisian.

"Sindikat ini cukup licin karena beberapa dilakukan operasi oleh pihak setempat namun tidak berhasil," ucapnya.

(*/TRIBUN-MEDAN.com)

 

Baca juga: Pengakuan Irjen Purn Sony Sonjaya Mau Bongkar Nama-nama Besar Terlibat Korupsi MBG

Sumber: tribunnews.com

 

Baca juga: Nama Chatib Basri Menteri Era SBY Muncul di Tengah Isu Resuffle Kabinet Prabowo, Ada Nama Said Iqbal

Baca juga: Timnas Indonesia vs Oman, Skuad Garuda tanpa Calvin Verdonk dan Jay Idzes

Baca juga: PSMS Medan Resmi Perpanjang Kontrak Pelatih Eko Purdjianto, Target Promosi ke Liga 1

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.