Kepingan logam yang diduga emas ditemukan oleh pekerja saat sedang memugar candi Losari di Magelang, Jawa Tengah. Begini wujud logam mulia itu:
Kepingan logam diduga emas itu ditemukan di bawah lantai candi tersebut pada Selasa (21/4) lalu. Tak hanya kepingan emas, juru pugar dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X juga menemukan dua arca dan peripih.
"Kita waktu pembongkaran di lapis 9 atau berapa itu ditemukan dua blok arca (arca Dewa Surya). Itu di bawah lantai, itu 3 lapis dari lantai ditemukan arca. Kemudian kita gali lagi sampai ke tanah aslinya, kita temukan peripih atau kotak peripih, bersamaan ada selembar (diduga) emas (bentuk persegi)," kata Juru Pugar Candi Losari, Restu Hidayat saat ditemui di lokasi, Kamis (4/6).
Temuan artefak berharga tersebut kemudian disimpan di Kantor BPK Wilayah X di Bugisan, Prambanan, Klaten.
"Kemarin itu cuman selembaran itu kurang lebih 1 cm (emasnya). Sekarang dibawa ke kantor BPK Bugisan. Karena kita tahu di sini kurang keamanannya, jadi kita bawa ke kantor," ujar Restu.
"Kotak peripihnya itu berpisah. Dugaan kita itu sudah dicuri dari zaman dulu. Yang jelas arcanya itu sama semua kelimanya (saat ekskavasi ditemukan 3 arca dan saat pemugaran ditemukan 2 arca)," sambung Restu.
Proses pemugaran Candi Losari yang berada di Dusun Losari, Desa Salam, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang hingga saat ini masih berlangsung.
Proses pemugaran saat ini dalam tahap pembuatan fondasi atau kaki candi. Pada bagian pondasi bawah candi, dilakukan pengecoran mengingat debit air dari bawah sangat tinggi atau deras.
"Jadi kita perbuat pakai semen untuk isiannya. Iya (antisipasi biar tidak ambles). Kurang lebih sampai bulan Oktober. Sampai target 14 lapis. Kemungkinan nanti ada di tahap kedua lagi (sampai berwujud candinya)," bebernya.
Proses pemugaran Candi Losari, Desa Salam, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Kamis (4/6/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng
|
Restu mengatakan, waktu ekskavasi pertama ditemukan tiga arca. Kemudian saat pemugaran ditemukan dua arca. Total lima arca itu sama semuanya, yaitu arca Dewa Surya.
"Itu sama semua (bentuk arcanya) cuman beda ukurannya beda tipis, paling 1 cm. Iya, peripih sama yang ada arca," ujar dia.
Dihubungi terpisah, Penanggung Jawab Kegiatan Rekonstruksi Candi Losari, Junawan mengatakan dua arca yang ditemukan saat pemugaran yakni Dewa Surya. Selain itu, juga ditemukan peripih dan logam kuning.
"Kalau emasnya belum, ini baru kita daftarkan ke konservasi dulu memang warnanya kekuningan. Tapi, secara pasti kan belum dianalisis di laboratorium," kata Junawan.
Junawan menyebut temuan itu sebagai logam berwarna kekuningan.
"Ya, logam berwarna kekuningan. Cuman satu keping, lembaran bentuk kotak kecil (peripih). Ya batu putih seperti kalau lihat kotak peripih. Masih di dalam (peripih logam kuningnya), tapi tutupnya (peripih) terpisah, tidak dalam kondisi tertutup. Itu wadahnya, sama tutup batunya, posisi tutupnya sudah tidak menyatu dengan wadahnya," imbuh Junawan.
Junawan menambahkan, pihaknya tidak berani menyampaikan apakah dulunya ada pencurian peripih. Kejadian itu diduga terjadi sebelum Candi Losari tertutup lahar dari letusan Gunung Merapi.
"Yang jelas, bisa kita sampaikan itu sudah ada intervensi manusia. Intervensi dalam hal seperti itu, kita belum berani menyebut (pencurian). Tapi, itu kan sangat penasaran, prosesnya jauh banget sebelum terjadi penutupan lahar (menutupi Candi Losari)," ujar dia.
"(Ukuran logam kuning itu) Kalau tepatnya mungkin sekitar 1,5x1,5 (sentimeter), hampir persegi. Ketebalan mungkin sekitar setengah milimeter, seperti lempeng seng kecil tipis. Ya (diduga emas). Karena kita pastikan melalui alat (uji lab), belum diuji laboratorium," ujarnya.






