TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Tiga pemuda asal Sleman terpeleset di Embung Kaliaji, Turi, Sleman, Jumat (5/6/2026).
Dua pemuda yakni Iwan Yoga (22) dan Agus Adi Nugroho (22) tenggelam dan meninggal dunia, sementara satu orang yakni Kurniawan Dwi Atmaja (23) berhasil selamat.
Koordinator Unit Siaga Basarnas Sleman, Dhedi Prasetya mengatakan peristiwa nahas tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 05.00.
Berdasarkan informasi yang diterima, sebelum terpeleset, ketiganya bermain skateboard di sekitar embung.
Setelah bermain skateboard, ketiga korban mendekat ke pinggir embung untuk melihat matahari terbit.
Karena kondisi gelap, dua korban diduga terpeleset dan tenggelam.
"Setelah menerima laporan, Tim SAR Gabungan melakukan koordinasi dan persiapan operasi pencarian. Kami menyiapkan peralatan selam pukul 06.15, kemudian asesmen kondisi perairan pukul 07.00. Lima menit kemudian tim penyelam mulai melakukan pencarian," katanya, Jumat.
Upaya pencarian pun membuahkan hasil. Korban ditemukan sekitar sekitar pukul 07.09 di kedalaman tiga meter.
"Korban dievakuasi ke darat dan dibawa menggunakan ambulans ke Puskesmas Turi pukul 07.17 untuk penanganan lebih lanjut," sambungnya.
Ia pun mengimbau masyarakat berhati-hati dan mengutaman keselamatan saat beraktivitas di sekitar perairan, terlebih saat dini hari atau ketika kondisi penerangan masih terbatas.
Diwawancarai secara terpisah, Ketua RT 4 Medari Gede, Caturharjo, Sleman, Muhammad Anwar Salim, menerangkan bahwa korban Agus Adi Nugroho merupakan warganya.
Dari informasi yang ia terima, Adi terpeleset dan jatuh ke embung.
Melihat Adi terpeleset, Iwan Yoga berusaha menolong namun malah ikut tenggelam.
Kala itu, Kurniawan Dwi Atmaja juga berusaha membantu.
Nahas, Adi dan Iwan Yoga meninggal dunia.
"Dwi juga warga sini (Medari Gede) juga, tapi beda RT, dia RT 3, kalau sini RT 4, masih di puskemas karena masih syok," ujarnya.
Baca juga: Kasus Dugaan Malapraktik di RSUD Prambanan: Polda DIY Periksa 5 Saksi
Meski tak terlalu sering bertemu, ia menilai Adi adalah pribadi yang mudah bergaul dan memiliki banyak teman.
Tak hanya itu, Adi juga aktif dalam kegiatan kampung, khususnya karang taruna.
"Adi itu orangnya gampang berkomunikasi, temannya banyak. Makanya ini pelayat yang datang juga banyak dari teman-temannya, aktif bermasyarakat, di tengah kesibukannya bekerja tetap menyempatkan waktu," pungkasnya.
Kerabat korban, Daya, mendapatkan informasi kejadian itu sekitar pukul 06.00. Ia lantas bergegas menuju embung.
"Saya dapat telepon (bahwa) Adi tenggelam, kaget, enggak percaya. Langsung cari teman terus ke embung," katanya saat ditemui di rumah duka, Jumat.
Ia masih sempat melihat proses evakuasi kerabatnya itu.
Setelah jenazah Adi diangkat dari embung, ia juga ikut menemani ke Puskesmas Turi dan menuju rumah duka.
Menurut dia, Adi adalah sosok periang, baik, dan suka menolong.
Meski anak bungsu dari tiga bersaudara itu sibuk bekerja, namun selalu menyempatkan diri untuk mengikuti kegiatan di kampung.
Ia kini merasa kehilangan atas kepergian Adi.
"Sering nongkrong bareng, ikut kegiatan di kampung. Rabu (3/6) kemarin ketemu ya biasa saja, masih riang," ujarnya.
Makam Medari Gede menjadi peristirahatan terakhir Adi. (maw)