WALHI Sulteng Soroti Transisi Hijau dan Keadilan Ekologis
Regina Goldie June 06, 2026 09:29 AM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok

TRIBUNPALU.COM, PALU - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar Diskusi Publik Spesial Hari Lingkungan Hidup yang berlangsung di Cafe Verbeek Jl Wolter Mongisidi, Kelurahan Birobuli Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Jumat, (5/6/2026) pukul 15.00 Wita.

Diskusi tersebut menjadi momentum refleksi dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh setiap tanggal 5 Juni, dengan tema "Transisi Hijau yang Tak Hijau Nampaknya".

Dalam diskusi tersebut, menghadirkan 5 narasumber sekaligus, diantaranya anggota DPRD Sulteng, Aristan, Koordinator program Serikat Perempuan (SP) Palu, Nona, Direktur Yayasan Tanah Merdeka (YTM), Richard Labiro, ketua Kelompok Perjuangan Kesetaraan Perempuan Sulawesi Tengah (KPKPST), Soraya Sultan, dan anggota individu Walhi Sulteng, Rachmat Zainuddin.

Selain, juga hadir tamu undangan dari kelompok mahasiswa, masyarakat sipil, pemerhati lingkungan serta insan pers.

Baca juga: Inspektorat Sulteng Dalami Kasus Dugaan Penganiayaan ASN di Lingkup Pemprov Sulteng

Diskusi publik itu dibuat sebagai ruang dialog untuk membahas berbagai persoalan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Tengah.

Tema ini sejalan dengan berbagai kritik WALHI terhadap praktik transisi energi dan pengelolaan sumber daya alam yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada kelestarian lingkungan.
Serta dapat mendorong lahirnya gagasan serta rekomendasi kebijakan yang lebih berkeadilan bagi masyarakat dan lingkungan.

Diskusi tersebut diharapkan melahirkan berbagai perspektif dari legislatif, organisasi masyarakat sipil, hingga pegiat lingkungan, diskusi diharapkan berlangsung dinamis dan menghasilkan pandangan yang komprehensif.

Melalui kegiatan ini, WALHI Sulawesi Tengah mengajak masyarakat untuk lebih aktif mengawal kebijakan lingkungan serta memastikan bahwa agenda transisi hijau tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar menghadirkan keadilan ekologis bagi masyarakat dan keberlanjutan lingkungan hidup di Sulawesi Tengah. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.