Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale
TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR – Suasana pasca-ledakan bom sisa peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, hingga kini masih menyisakan duka yang mendalam bagi masyarakat setempat.
Di tengah proses pencarian korban dan penyelidikan yang masih terus berjalan, Anggota DPR RI Yan Permenas Mandenas turun langsung meninjau lokasi kejadian.
Kunjungan kerja (kunker) politisi senayan di Kabupaten Biak Numfor ini dilakukan pada Jumat (5/6/2026) sore.
Tidak sendirian, Yan Mandenas meninjau titik ledakan bersama Bupati Biak Markus Mansnembra, Penjabat Sekretaris Daerah Biak Numfor Zacharias L. Mailoa, pimpinan TNI-Polri, serta tim gabungan yang saat ini masih berjibaku melakukan penanganan di lokasi.
Baca juga: Update Ledakan Bom di Biak: Tim DVI Identifikasi 34 Potongan Tubuh, Hanya 6 Sampel DNA Bisa Diambil
Di lokasi kejadian, Yan Mandenas melihat langsung area terdampak ledakan dahsyat yang terjadi pada 31 Mei 2026 itu.
Peristiwa memilukan ini dilaporkan telah mengakibatkan enam orang warga meninggal dunia.
Sementara itu, tiga korban lainnya hingga kini masih belum ditemukan dan beberapa bangunan rumah warga di sekitar lokasi mengalami kerusakan yang cukup parah.
Menurut Mandenas, tragedi berdarah ini harus menjadi pembelajaran penting dan peringatan keras bagi seluruh masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Papua.
Sebab, bumi Papua dikenal memiliki banyak sekali situs dan benda peninggalan sejarah Perang Dunia II.
Jangan Sembarangan Sentuh dan Simpan Benda Sisa Perang!
Ia mengingatkan keras agar masyarakat tidak lagi sembarangan mengambil, menyentuh, ataupun menyimpan benda-benda yang diduga kuat merupakan sisa-sisa perang.
“Dengan situasi seperti ini masyarakat harus memahami bahwa tidak semua benda peninggalan perang dunia kedua itu aman untuk disentuh atau disimpan sendiri," ujar Yan Mandenas kepada Tribun-Papua.com, usai meninjau lokasi ledakan di Biak.
"Ini harus menjadi pelajaran bersama, bukan hanya untuk masyarakat di Biak tetapi juga di seluruh Papua,” tandasnya.
Mandenas menjelaskan, sejumlah wilayah di Papua hingga Papua Barat merupakan daerah yang pernah menjadi medan pertempuran sengit pada masa Perang Dunia II silam.
Oleh karena itu, potensi ditemukannya bom, amunisi, maupun benda-benda berbahaya lainnya yang masih aktif di dalam tanah maupun di dalam laut masih sangat tinggi.
Segera Lapor Aparat Berwenang
Melihat risiko yang sangat fatal, masyarakat diminta untuk segera melaporkan kepada aparat berwenang apabila tidak sengaja menemukan benda mencurigakan peninggalan perang dunia.
Baca juga: Update Ledakan Bom di Biak Papua: Tim Jibom Temukan Granat Modifikasi, 18 Potongan Tubuh Dievakuasi
Menurut Mandenas, tindakan menyimpan atau bahkan mencoba memodifikasi benda-benda tersebut secara mandiri di rumah sangatlah berbahaya bagi keselamatan nyawa.
“Mudah-mudahan kejadian ini memberikan edukasi kepada masyarakat supaya tidak lagi menyimpan benda-benda peninggalan perang dunia di rumah ataupun mengolahnya sendiri," ujarnya.
"Jika ditemukan, sebaiknya segera dilaporkan kepada pihak yang berwenang agar bisa diamankan dengan benar,” pungkas Mandenas.
Petugas juga terus melakukan proses evakuasi di sekitar lokasi ledakan guna memastikan kawasan tersebut benar-benar bersih dari material berbahaya yang dapat mengancam keselamatan warga sekitar. (*)