Kabar pertama, arus lalu lintas di kawasan Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan tersendat usai truk rusak di Tunggua, Jumat (5/6/2026) malam.
Kejadian ini membuat kendaraan mengular panjang, bahkan dari arah Solok menuju kota Padang, ujung kemacetan sudah melewati Timbangan.
Selanjutnya, di tengah lonjakan harga kedelai akibat melemahnya nilai tukar rupiah, Suyitno, seorang pengusaha tahu Sumedang di Kuranji, Kota Padang, memilih bertahan dengan harga dan ukuran normal.
Meski harus merogoh kocek lebih dalam dan menerima keuntungan yang menipis, langkah ini sengaja diambil demi menjaga kepercayaan para pelanggan setianya.
Baca juga: Harga Kedelai Melonjak, Pengusaha Tahu Sumedang di Padang Pilih Untung Tipis demi Jaga Pelanggan
Terakhir, Sebuah kapal jenis bagan bernama KM Anugrah dilaporkan karam di kawasan Pasia Kandang, Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Jumat (5/6/2026). Informasi mengenai karamnya kapal nelayan ini langsung memicu respons cepat dari pihak kelurahan dan aparat keamanan setempat.
Arus lalu lintas di kawasan Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan tersendat usai truk rusak di Tunggua, Jumat (5/6/2026) malam.
Kejadian ini membuat kendaraan mengular panjang, bahkan dari arah Solok menuju kota Padang, ujung kemacetan sudah melewati Timbangan.
Salah satu pengendara, Jons Manedi mengatakan bahwa kemacetan panjang terjadi di Sitinjau Lauik usai truk rusak di Tunggua.
Ia mengaku sudah terjebak satu jam setengah lebih, akibat kendaraan mengular panjang tersebut saat datang dari arah Padang ke Solok.
"Saya tadi dari arah Padang ke Solok sekira pukul 17.30 WIB, hingga kini masih di Panorama 2," kata dia saat dikonfirmasi.
Melihat kondisi arus lalu lintas saat ini, kemungkinan bakal lancar kembali sekira dua hingga tiga jam ke depan.
"Masih lama, kurang lebih dua atau tiga jam lagi baru lancar seperti semula," sebutnya.
Baca juga: Dipicu Truk Rusak, Kendaraan Mengular Panjang di Sitinjau Lauik Sejak Sore hingga Malam
Senada, pengendara lainnya bernama Surya Wahyu menyebut kemacetan di Sitinjau Lauik sudah terjadi sejak pukul 17.30 WIB.
Kemacetan memang dipicu akibat truk rusak, ditambah lokasinya berada di bekas longsor, yakni Tunggua.
"Sudah sejak sore tadi, sekitar setengah enam sore, sampai sekarang masih sama situasinya," ujar Surya.
Kata dia, kondisi saat ini masih ada truk lain yang melintang di jalan, posisinya sesudah Panorama 2.
Posisi tepatnya di tikungan kelok S, bahkan ditambah truk parkir di bekas longsor besar di Tunggua.
"Ada juga truk lain yang melintang di Kelok S dan di Tunggua yang parkir, menjadi pemicu kemacetan selain truk rusak," pungkasnya.
Di tengah lonjakan harga kedelai akibat melemahnya nilai tukar rupiah, Suyitno, seorang pengusaha tahu Sumedang di Kuranji, Kota Padang, memilih bertahan dengan harga dan ukuran normal. Meski harus merogoh kocek lebih dalam dan menerima keuntungan yang menipis, langkah ini sengaja diambil demi menjaga kepercayaan para pelanggan setianya.
Diketahui bahwa dalam satu hari, Suyitno bisa memproduksi 44 petak tahu untuk diedarkan langsung ke konsumen yang ada di wilayah Kota Padang.
Produksi tahu Suyitno berlokasi di Jalan Raya Kalumbuk, Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang menyebut harga kedelai sudah melonjak sebelum puasa Ramadan 2026.
Kurang lebih jarak antara produksi tahu ini dengan Universitas Azkia hanya 600 meter. Jika ditempuh dengan kendaraan roda dua kurang lebih tiga menit.
Kata dia, 44 petak ini masing-masing ukurannya 73x73 sentimeter. Satu petak besar ini bisa menghasilkan 170 petak kecil dengan ukuran 5 x 5 sentimeter.
"Sehari bisa memproduksi 7.480 petak kecil, nantinya akan diedarkan ke konsumen, baik yang datang ke lokasi maupun diantar ke pelanggan tetap," kata dia memberikan keterangan, Jumat (5/6/2026).
Baca juga: Semen Padang FC Pilih Stadion Patriot Jadi Homebase Liga 2, Manajemen Siapkan Mes di Ciputat
Ia menyebut, meski harga bahan baku kedelai melonjak naik seiring melemahnya nilai tukar rupiah, ukuran tahu tak dikurangi.
Alasan Suyitno hanya satu, menjaga kepercayaan pelanggan, meski hanya mendapatkan untung tipis.
"Ukurannya masih stabil dengan sebelumnya, karena kalau dikurangi pelanggan takut hilang, biarlah untungnya tipis," jelasnya.
Akan tetapi, apabila kondisi seperti ini terus berlanjut atau nilai tukar rupiah semakin melemah, ia terpaksa menaikan harganya.
Kata Suyitno, apabila harga per petak tahu nantinya dinaikan, akan menyesuaikan harga bahan baku di pasaran.
"Kita lihat nanti, tentu disesuaikan juga dengan harga kedelainya," tambah Suyitno.
Nilai tukar rupiah yang terus melemah, membuat pengusaha ikut terdampak akibat bahan baku kedelai melonjak naik.
Salah satu produksi tahu di Jalan Raya Kalumbuk, Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang menyebut harga kedelai sudah melonjak sebelum puasa Ramadan 2026.
Kurang lebih jarak antara produksi tahu ini dengan Universitas Azkia hanya 600 meter. Jika ditempuh dengan kendaraan roda dua kurang lebih tiga menit.
Naiknya harga bahan baku kedelai, membuat ia khawatir, sebab untuk harga penjualan masih dipertahankan hingga sekarang.
Pengusaha tahu Sumedang, Suyitno mengaku merasa cemas dan khawatir terkait mahalnya harga bahan baku kedelai tersebut.
Ia juga masih bimbang antara menaikan harga atau tetap menjual di harga yang sekarang.
"Sangat berdampak, saya masih bingung apakah menaikan harga atau tidak, sekarang masih harga penjualan lama. Tapi, saya memikirkan risiko juga kalau harga naik, karena konsumen bakal berkurang," ucap Suyitno.
Kata dia, untuk satu karung kedelai dengan berat 50 kilogram, harganya sudah melonjak Rp50.000 dari nilai awal.
Kenaikan harga ini terjadi sebelum puasa Ramdan, hingga sekarang masih belum turun.
"Awalnya cuma Rp470.000 satu karung dengan bobot 50 kilogram, kini sudah mencapai Rp549.000," pungkasnya.
Baca juga: Polisi Tangkap Tiga Penimbun Bio Solar Subsidi di Sijunjung, Pasok untuk Penambang Emas Ilegal
Dalam setiap harinya, ia mengaku menghabiskan empat karung atau 200 kilogram kedelai untuk memproduksi tahu.
Sehingga, dengan kenaikan Rp50.000 per 50 kilogram, Suyitno harus merogoh kocek lebih dari biasanya.
"Tapi mau bagaimanapun saya harus tetap beli, karena produksi tetap jalan, kalau tidak, konsumen hilang. Dalam sehari kita habiskan empat karung," kata dia.
Ia menambahkan, apabila harga bahan baku kedelai terus merangkak naik, kecil kemungkinan akan mempertahankan harga sama.
"Kalau harganya kembali naik, saya terpaksa menaikan harga penjualan. Sekarang masih Rp600 per petak tahu dengan ukuran 5x5 sentimeter," tambahnya.
Sementara, pembeli bernama Yudi Sandria mengatakan harga tahu masih stabil saat nilai tukar rupiah melemah.
Kata dia harga per petak tahu di pasaran dijual Rp1.200 hingga Rp1.500. Harga ini masih kategori normal di pasaran.
"Belum ada kenaikan, masih sama seperti biasa per petak," ucapnya.
Sebuah kapal jenis bagan bernama KM Anugrah dilaporkan karam di kawasan Pasia Kandang, Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Jumat (5/6/2026). Informasi mengenai karamnya kapal nelayan ini langsung memicu respons cepat dari pihak kelurahan dan aparat keamanan setempat.
Hingga saat ini, pihak terkait masih terus mengumpulkan data di lapangan guna memastikan kronologi dan kondisi para awak kapal.
Lurah Pasie Nan Tigo, Lia Prima Sri Indah, membenarkan adanya laporan mengenai insiden yang menimpa KM Anugrah tersebut.
Saat dikonfirmasi oleh awak media pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 16.30 WIB, Lia menyatakan bahwa pihaknya baru saja menerima laporan dari masyarakat.
"Iya, kami baru saja mendapatkan informasi mengenai adanya bagan yang karam tersebut," ujar Lia Prima Sri Indah saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Begitu menerima laporan dari warga, pihak Kelurahan Pasie Nan Tigo langsung bergerak cepat melakukan koordinasi.
Lia menegaskan bahwa pihaknya telah menghubungi aparat keamanan di sektor perairan untuk segera melakukan tindakan penyelamatan dan pengecekan.
"Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak Kamtib (Keamanan dan Ketertiban) serta Babinsa Laut," ungkapnya menjelaskan langkah awal yang diambil.
Menurut keterangan Lia, petugas dari Babinsa Laut dan Kamtib tidak membuang waktu setelah menerima laporan tersebut.
Aparat gabungan langsung dikerahkan dan saat ini tengah menuju titik lokasi di mana KM Anugrah dilaporkan mengalami kecelakaan.
"Mereka (petugas Kamtib dan Babinsa Laut) sudah meluncur ke sana, ke lokasi kejadian," tambah Lia.
Berdasarkan data awal yang dihimpun peristiwa ini terjadi di kawasan, Pasia Kandang, Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah.
Baca juga: BMKG Catat 17 Gempa Bumi Guncang Sumbar Sepekan, Warga Diminta Tetap Waspada
Lia Prima Sri Indah juga menjelaskan bahwa informasi pertama mengenai insiden KM Anugrah ini murni berasal dari laporan masyarakat.
Warga yang melihat atau mengetahui kejadian tersebut langsung menghubungi pihak kelurahan.
"Saya dapat informasi ini pertama kali dari warga setempat yang melapor," jelasnya.
Mengingat informasi yang masuk masih sangat awal, pihak kelurahan belum bisa memberikan rincian mengenai penyebab karamnya kapal maupun jumlah kru di dalamnya.
Lia meminta semua pihak untuk bersabar menunggu hasil pemeriksaan langsung dari petugas yang saat ini sedang berada di lapangan.
"Supaya kita bisa dapat informasi yang jelas dan akurat, mari kita tunggu perkembangan dari lapangan," tuturnya.