TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU- Puluhan ibu rumah tangga memadati pangkalan tabung gas elpiji 3 kilogram di Dusun Salunggaluku, Desa Randomayang, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, Sabtu (6/6/2026).
Pantauan Tribun-Sulbar.com di lokasi, sejak pagi hari warga datang silih berganti ke pangkalan untuk mendapatkan gas subsidi tersebut.
Mayoritas yang datang merupakan ibu rumah tangga dengan membawa tabung gas kosong.
Baca juga: 3 Santri Diduga Dibakar Seniornya, Satu Orang Meninggal Dunia
Baca juga: Usai Ditangkap, Pelaku Pembunuhan Istri di Mateng Jalani Pemeriksaan Kejiwaan
Pemandangan antrean terlihat di halaman pangkalan.
Sebagian warga menenteng tabung gas menggunakan tangan, sementara lainnya membawa tabung dengan gerobak dorong atau artco untuk memudahkan pengangkutan.
Beberapa warga tampak menunggu giliran sambil berbincang dengan sesama pembeli.
Di sisi lain, kendaraan roda dua yang digunakan untuk mengangkut tabung juga terlihat terparkir di sekitar lokasi pangkalan.
Meski penyaluran berlangsung tertib, tingginya jumlah warga yang datang menunjukkan kebutuhan elpiji 3 kilogram di wilayah tersebut masih sangat tinggi.
Salah seorang ibu rumah tangga, Zainal, mengaku kesulitan mendapatkan tabung gas elpiji 3 kilogram sudah dirasakan cukup lama.
Menurutnya, gas subsidi memang tersedia di pangkalan, namun stok yang ada biasanya cepat habis karena tingginya permintaan masyarakat.
"Kalau di pangkalan memang ada, tapi cepat habis. Kalau di pengecer susah didapat, kalaupun ada harganya lebih mahal," ujarnya.
Keluhan serupa juga kerap disampaikan warga lainnya.
Mereka mengaku harus mencari ke sejumlah tempat untuk mendapatkan tabung gas ketika stok di pangkalan telah habis terjual.
Sementara itu, pemilik pangkalan, Saharina, mengatakan kuota elpiji 3 kilogram yang diterima pangkalannya sebanyak 100 tabung setiap kali penyaluran.
Menurutnya, distribusi dari agen PT Sejahtera Trans Energi berjalan lancar dan dilakukan secara rutin sekali dalam sepekan.
Meski demikian, jumlah tersebut dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah sekitar pangkalan.
"Kuota kami 100 tabung. Penyalurannya lancar sekali dalam seminggu. Tapi memang kuota itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang jumlahnya lebih banyak," kata Saharina.
Ia menjelaskan, pihaknya memprioritaskan warga sekitar pangkalan sebelum melayani pembeli dari luar wilayah.
"Kami hanya melayani warga di sini. Kalau ada warga dari luar, tetap kami layani, tapi setelah warga di sini semua terlayani," jelasnya.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Pasalnya, penyaluran elpiji 3 kilogram disebut berjalan normal dan rutin setiap pekan.
Bahkan, berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, terdapat agen yang melakukan penyaluran hingga dua kali dalam sepekan.
Namun di lapangan, keluhan mengenai sulitnya mendapatkan tabung gas subsidi masih terus bermunculan. Warga mengaku sering mendapati stok cepat habis sehingga terpaksa mencari ke pengecer dengan harga yang lebih tinggi.
Situasi tersebut menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan kuota yang tersedia, sehingga persoalan kelangkaan elpiji 3 kilogram masih menjadi keluhan yang terus dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Pasangkayu.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan