Lionel Messi saat ini bermain untuk Inter Miami CF dan menjabat sebagai kapten tim nasional sepak bola Argentina. Ia telah meraih delapan penghargaan Ballon d’Or serta enam Sepatu Emas Eropa. Pada tahun 2025, Federasi Internasional Sejarah dan Statistik Sepak Bola (IFFHS) menobatkannya sebagai Pemain Terbaik Dunia Sepanjang Masa untuk kategori pria.
Messi dikenal sebagai pesepak bola paling berprestasi dalam sejarah. Ia telah memenangkan 46 trofi utama sepanjang kariernya, jumlah yang belum pernah dicapai pemain lain. Catatan rekornya sungguh luar biasa: pada tahun 2012 saja, ia mencetak 91 gol—rekor terbanyak dalam satu tahun kalender. Selain itu, ia mencetak 672 gol untuk FC Barcelona, menjadikannya pencetak gol terbanyak untuk satu klub dalam sejarah. Rekor lainnya adalah 474 golnya di La Liga, yang belum terpecahkan hingga kini.
Setelah melihat Messi yang berusia 13 tahun tampil dalam sesi uji coba, direktur olahraga Barcelona, Carles Rexach, sangat ingin merekrutnya. Dalam sebuah pertemuan di klub tenis bersama orang tua Messi, Rexach menulis janji kontrak di atas benda terdekat yang ia temukan—yaitu selembar serbet. Serbet itu akhirnya menjadi bagian penting dalam sejarah sepak bola dunia.
Kecintaan Messi terhadap sepak bola bahkan tercermin dalam desain rumahnya. Ia meminta arsitek Luis Garrido merancang kediamannya di pinggiran Barcelona dengan bentuk menyerupai lapangan sepak bola. Dari udara, rumah senilai €7 juta itu tampak bundar seperti bola, sementara lahannya memanjang seperti lapangan. Desainnya bahkan membentuk angka ‘1’ yang berpadu dengan bentuk ‘0’, melambangkan nomor punggung ikoniknya, 10.
Setiap kali mencetak gol, Messi selalu menunjuk ke langit dengan kedua tangannya. Gestur itu bukan sekadar selebrasi, melainkan penghormatan mendalam kepada mendiang nenek dari pihak ibu, Celia, yang merupakan pendukung terbesarnya saat ia kecil. Ia meninggal ketika Messi masih muda, dan sejak itu setiap gol dipersembahkan untuknya.
Walau dikenal di seluruh dunia, selera makan Messi tetap sederhana dan berakar dari tanah kelahirannya. Hidangan favoritnya adalah Milanesa Napolitana—dada ayam atau daging sapi yang dilapisi tepung roti, disajikan dengan ham, keju, saus tomat, dan bumbu khas. Sejak kecil, Messi sudah menyukai makanan ini dan mengaku tidak tertarik dengan hidangan mewah bergaya modern. Bagi sang GOAT, masakan rumahan tetap juaranya.
Pada usia 10 tahun, Messi didiagnosis mengalami defisiensi hormon pertumbuhan. Biaya pengobatannya mencapai $900 hingga $1.500 per bulan—jumlah yang tidak mampu ditanggung keluarganya. Klub lokalnya pun tidak sanggup membantu. Namun setelah melihat bakat luar biasa Messi, direktur teknis Barcelona menawarkan untuk membawanya ke Spanyol dengan syarat klub akan menanggung seluruh biaya medisnya. Keputusan berani itu kemudian menyelamatkan kariernya.
Dalam wawancara eksklusif tahun 2026, Messi secara jujur membahas kepribadiannya yang introvert. Ia berkata, “Saya lebih aneh dari yang orang kira. Saya benar-benar menikmati waktu sendirian.” Ia mengakui bahwa hiruk-pikuk kehidupan rumah tangga dengan tiga anak sering kali membuatnya kewalahan.
Kisah cinta Messi dan Antonela Roccuzzo seperti dongeng nyata. Mereka pertama kali bertemu ketika Messi berusia sembilan tahun; Antonela adalah sepupu dari sahabat masa kecilnya, Lucas Scaglia. Sejak saat itu, Messi tahu bahwa Antonela adalah sosok yang spesial. Mereka menjaga hubungan mereka tetap pribadi selama bertahun-tahun sebelum akhirnya menikah pada tahun 2017.
Kaki kiri Messi begitu legendaris hingga pada tahun 2013, seorang pengrajin perhiasan asal Tokyo membuat replika kaki kirinya dari emas murni 25 karat. Patung seukuran aslinya itu memiliki berat 25 kilogram. Saat dilelang, seorang kolektor kaya asal Jepang membelinya dengan harga $5,25 juta. Kaki emas untuk pemain emas—sebuah simbol dari nilai tak terhingga sang maestro.
Perjalanan karier internasional Messi dimulai dengan cara yang mengejutkan. Pada tahun 2005, saat berusia 18 tahun, ia melakukan debut untuk tim nasional Argentina dalam laga persahabatan melawan Hongaria. Namun hanya dalam 44 detik setelah masuk sebagai pemain pengganti, ia diganjar kartu merah karena mengayunkan tangan setelah ditarik lawan. Ia dikeluarkan dari lapangan bahkan sebelum sempat menyentuh bola.
Bagi para penggemar, ia dikenal sebagai Lionel atau Leo, namun sebenarnya itu adalah nama keduanya. Nama lengkapnya adalah Luis Lionel Andres Messi. Di lingkungan keluarga, orang tua dan saudara-saudaranya memanggilnya ‘Luis’. Asal-usul mengapa nama publiknya menjadi ‘Lionel’ masih menjadi misteri hingga kini—sebuah rahasia kecil yang tidak banyak diketahui penggemar.
J. Messi berusia sembilan tahun ketika pertama kali bertemu Antonela Roccuzzo di Rosario, Argentina.
J. Hingga tahun 2026, Messi belum memiliki rencana untuk pensiun. Ia berharap dapat tampil di Piala Dunia FIFA 2026.
J. Sepanjang karier klub dan tim nasionalnya, Messi telah mencetak 910 gol.