Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo
POS-KUPANG.COM, ENDE – Adi, nahkoda Kapal Motor (KM) Ghazi Amal Putra yang melayani rute Ende–Pulau Ende dan sebaliknya, meminta Pemerintah Kabupaten Ende melalui Dinas Perhubungan untuk menaikkan tarif penyeberangan yang dinilai sudah tidak lagi sesuai dengan kondisi operasional saat ini.
Saat ini, tarif penumpang untuk rute Ende–Pulau Ende masih dipatok sebesar Rp15.000 per orang untuk sekali perjalanan.
Menurut Adi, tarif tersebut merupakan salah satu yang paling rendah di Nusa Tenggara Timur (NTT) jika dibandingkan dengan sejumlah rute antarpulau lainnya.
Permintaan kenaikan tarif tersebut, kata Adi, sebenarnya sudah lama disampaikan kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Ende.
Namun hingga kini belum ada realisasi dan tarif yang berlaku masih menggunakan ketentuan lama.
“Sudah lama kami meminta kepada Dinas Perhubungan agar tarif rute ini dinaikkan menjadi Rp20.000 per orang sekali jalan,” ujar Adi saat ditemui di atas KM Ghazi Amal Putra dalam perjalanan dari Pulau Ende menuju Kota Ende, Jumat (5/6/2026).
Adi menjelaskan, jika dibandingkan dengan sejumlah rute penyeberangan lain di NTT, tarif Ende–Pulau Ende masih jauh lebih rendah.
Ia mencontohkan beberapa rute seperti Flores Timur–Adonara, Kupang–Semau, hingga Labuan Bajo–Rinca yang rata-rata memberlakukan tarif di atas Rp25.000 per penumpang.
Baca juga: Ratusan Anggota Polisi Serbu Pulau Ende, Kapolres Sosialisasikan Program Rumah Ikan
Menurutnya, rute-rute tersebut umumnya memiliki waktu tempuh sekitar 30 menit dengan jarak pelayaran sekitar 10 mil laut.
Sementara rute Ende–Pulau Ende memiliki jarak tempuh yang lebih jauh, yakni sekitar 15 mil laut, dengan waktu perjalanan berkisar antara 45 menit hingga satu jam.
“Kalau dibandingkan dengan daerah lain, tarif kita masih yang paling murah di NTT. Padahal jarak dan waktu tempuhnya lebih panjang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Adi berharap pemerintah daerah dapat mempertimbangkan usulan kenaikan tarif tersebut demi mendukung kesejahteraan awak kapal dan keberlangsungan usaha transportasi laut yang melayani masyarakat Pulau Ende.
Ia menilai peningkatan pendapatan dari penyesuaian tarif akan berdampak positif terhadap kualitas pelayanan, termasuk pemeliharaan armada dan kenyamanan penumpang.
“Harapan kami pemerintah bisa membantu kami, sehingga kesejahteraan awak kapal maupun operator dapat lebih baik. Dengan begitu pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin bagus ke depannya,” tuturnya.
Usulan kenaikan tarif dari Rp15.000 menjadi Rp20.000 per penumpang tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Ende, mengingat pentingnya transportasi laut sebagai urat nadi mobilitas masyarakat antara Kota Ende dan Pulau Ende.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ende, Gabriel Dala yang dimintai tanggapannya Jumat (5/6/2026) belum memberikan jawaban.
Gabriel Dala yang dihubungi melalui telepon selulernya mengaku saat ini sedang berada di tempat yang bising sehingga tidak dapat berkomunikasi dengan baik.
Namun ia berjanji akan kembali menghubungi reporter secepatnya guna memberikan tanggapan. (bet)