TRIBUN-PAPUA.COM - Progres sterilisasi lokasi ledakan bom di Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, sudah mencapai 100 persen per Jumat (5/6/2026).
Area ledakan dinyatakan steril dari material berbahaya yang tidak stabil.
Dengan kondisi lokasi yang sudah steril total, kepolisian bisa segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara maksimal.
Olah TKP direncanakan dilakukan pada Sabtu (6/6/2026).
Baca juga: Update Ledakan Bom di Biak: Tim DVI Identifikasi 34 Potongan Tubuh, Hanya 6 Sampel DNA Bisa Diambil
Meski lokasi ledakan sudah dinyatakan steril 100 persen, warga masih dilarang mendekat.
Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengimbau warga agar sama sekali tidak mendekat atau memasuki kawasan Ring 1 demi keselamatan diri dan kelancaran penyelidikan.
Aparat gabungan akan memfokuskan pencarian lanjutan di area Ring 1 yang menjadi pusat titik ledakan, serta Ring 2 untuk menyisir sisa-sisa korban maupun barang bukti yang mungkin masih tercecer.
Tim DVI Identifikasi 34 Potongan Tubuh
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua telah berhasil mengidentifikasi 34 potongan tubuh korban yang telah dievakuasi.
Namun, tim medis hanya mampu mengamankan enam sampel DNA post mortem yang memenuhi syarat untuk dilakukan proses pencocokan identitas lebih lanjut.
Hal itu lantaran kondisi temuan di lapangan cukup memprihatinkan.
“Tim DVI Polda Papua sudah mengidentifikasi 34 potongan tubuh, namun hanya enam sampel DNA post mortem yang bisa diambil sebagai sampel DNA. Selanjutnya sampel tersebut akan segera dikirim ke Laboratorium DNA Pusdokkes Polri untuk pemeriksaan lebih mendalam,” ujar Ari.
Baca juga: Pencarian Korban Bom PD II Biak Diperluas Hingga 3 KM ke Laut
Sejauh ini, ada enam orang yang dinyatakan tewas dalam peristiwa tersebut.
Berikut daftarnya:
1. Moris Raubaba (24)
2. Delfin Raubaba (41)
3. Karmila Ayorbaba (25)
4. Isrel Raubaba (5)
5. Isra Raubaba (7)
6. Mina Puadi (51)
Baca juga: Warisan Mematikan PD II: Ledakan Bom Buat Anak-Anak di Pengungsian Kehilangan Perlengkapan Sekolah
Sementara tiga korban yang masih hilang adalah:
1. Yulianus Raubaba (26)
2. Anes Marandof (27)
3. Lay Madura (45)
Ledakan tersebut berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II.
Selain menewaskan enam orang, ledakan tersebut membuat belasan orang luka-luka, puluhan warga terpaksa harus mengungsi. (*)