Dokter Anak Ungkap Kesehatan Pencernaan Berpengaruh pada Mood dan Tumbuh Kembang Anak
Mochamad Dipa Anggara June 06, 2026 11:35 AM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kesehatan saluran pencernaan tidak hanya berperan sekedar membantu proses makan dan buang air, tetapi juga memiliki hubungan erat dengan kualitas tidur, suasana hati, pola makan dan tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

Dokter Anak Dr. Miza Afrizal Azwir, Sp.A, BMedSci, M.Kes mengatakan saluran pencernaan merupakan salah satu organ penting yang terhubung langsung dengan otak melalui konsep gut-brain axis atau sumbu usus-otak.

Karena itu, gangguan pada sistem pencernaan dapat memicu berbagai dampak yang tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga mempengaruhi perilaku dan kondisi emosional anak.

"Ketika terjadi gangguan pada saluran pencernaan, dampaknya tidak hanya dirasakan di perut, tetapi juga dapat mempengaruhi mood anak, membuat anak lebih rewel, sulit makan, hingga mengganggu kualitas tumbuh kembangnya," ujar Miza dalam konferensi pers LACTOGROW Digestion Expert Lab di Kota Kasablanka, Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Menurut Miza, salah satu faktor utama yang menentukan kesehatan saluran cerna adalah keseimbangan mikrobiota atau kumpulan mikroorganisme yang hidup di dalam tubuh manusia, terutama di usus.

Tubuh manusia dihuni oleh triliunan mikroorganisme yang terdiri atas bakteri baik dan bakteri jahat. Keseimbangan keduanya menjadi kunci agar sistem pencernaan dapat bekerja secara optimal.

"Sebagian besar bakteri baik berada di saluran pencernaan. Ketika keseimbangannya terganggu, berbagai masalah pencernaan dapat muncul, mulai dari perut tidak nyaman, diare, hingga konstipasi," katanya.

Untuk menjaga keseimbangan mikrobiota tersebut, Miza menekankan pentingnya asupan prebiotik dan probiotik. Meski sering dianggap sama, keduanya memiliki fungsi yang berbeda.

"Prebiotik berfungsi mendukung pertumbuhan dan aktivitas bakteri baik. Karena bekerja di usus besar, perannya sangat penting dalam menjaga konsistensi feses dan kesehatan saluran cerna bagian bawah," jelasnya.

Sementara itu, probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh.

Salah satu probiotik yang paling banyak diteliti adalah Lactobacillus reuteri atau L. reuteri.

Menurut Dr. Miza, bakteri baik ini telah dikenal sejak awal kehidupan manusia dan memiliki berbagai manfaat yang didukung oleh penelitian.

“Lactobacillus reuteri merupakan salah satu probiotik pertama yang terekspos pada manusia, mulai dari dalam kandungan hingga setelah lahir. Karena itu, penelitian terhadap L. reuteri sangat banyak dan manfaatnya sudah didukung oleh berbagai studi ilmiah,” ujar dr. Miza.

Miza kembali menjelaskan, penelitian L. reuteri telah dilakukan di lebih dari 290 publikasi klinis yang melibatkan sekitar 25.000 individu dari berbagai kelompok usia.

"Berbagai penelitian ini menunjukkan bahwa L. reuteri terbukti klinis dapat bekerja di seluruh saluran pencernaan, membantu menjaga keseimbangan mikrobiota dan mendukung kenyamanan pencernaan untuk penyerapan gizi yang optimal,” tambah dr. Miza.

Ia menyebutkan, bahwa anak yang mengonsumsi makanan bergizi belum tentu memperoleh manfaat maksimal jika sistem pencernaannya tidak bekerja dengan baik.

"Kadang orang tua merasa anak sudah makan banyak, tetapi pertumbuhannya belum optimal. Salah satu penyebab yang perlu diperhatikan adalah proses penyerapan nutrisi yang tidak maksimal akibat gangguan kesehatan pencernaan," kata Miza.

Dalam kesempatan yang sama, penyanyi dan ibu dari satu anak yang kini hampir berusia 2 tahun, Anggi Marito, turut berbagi pengalamannya seputar gangguan kesehatan pencernaan pada anak. 

“Sebagai ibu, saya belajar bahwa pencernaan sehat itu penting banget untuk tumbuh kembang anak. Dulu saya pikir anak rewel atau kurang nafsu makan itu hal biasa, tapi ternyata itu bisa berkaitan dengan pencernaan," ungkapnya.

Anggi Marito memiliki putri bernama Gemma Felicya Lourdes Ganessha atau yang akrab disapa Butet. Ia bercerita bahwa putrinya sempat mengalami gangguan pencernaan sejak usia dini.

Dikatakan Anggi, kondisi perut yang sering kembung membuat sang anak sulit tidur nyenyak dan berdampak pada aktivitas sehari-harinya.

“Dulu Butet langganan perut kembung. Malam bisa bangun terus, tiga kali, empat kali, bahkan sampai delapan kali. Ternyata penyebabnya karena perutnya kembung,” ucap Anggi.

Tak hanya mengganggu waktu istirahat, masalah pencernaan tersebut juga mempengaruhi pola makan Butet.

Menurut Anggi, kondisi kembung kerap berujung pada gerakan tutup mulut (GTM), yang menjadi salah satu tantangan terbesar bagi orang tua.

Seiring bertambahnya informasi yang diperoleh melalui berbagai sumber dan konsultasi dengan tenaga kesehatan, Anggi mulai memahami bahwa berbagai gejala yang sering dianggap terpisah ternyata memiliki keterkaitan dengan kondisi pencernaan anak.

“Aku jadi lebih aware karena ternyata GTM, rewel, dan kualitas tidur anak itu memang berhubungan langsung dengan pencernaan,” ujarnya.

Kesadaran orang tua yang semakin tinggi terhadap pentingnya kesehatan pencernaan turut mendorong inovasi di bidang nutrisi anak.

Vera Gozali, selaku Category Marketing Manager PT Nestlé Indonesia, mengatakan bahwa saat ini para orang tua semakin aktif mencari informasi dan solusi terbaik untuk mendukung tumbuh kembang buah hati mereka.

“Kami melihat orang tua Indonesia saat ini semakin kritis dalam mencari yang terbaik untuk anaknya. Karena itu Nestlé, khususnya Lactogrow, berkomitmen untuk terus berinovasi di bidang science dan advanced nutrition guna mendukung pencernaan sehat si kecil,” beber Vera.

Menurut Vera, kesehatan pencernaan merupakan salah satu fondasi utama yang perlu diperhatikan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Dan, sebagai bagian dari komitmen tersebut, LACTOGROW menghadirkan susu pertumbuhan yang mengandung L. reuteri serta tanpa tambahan sukrosa.

“LACTOGROW hadir untuk membantu orang tua Indonesia melalui susu pertumbuhan dengan L. reuteri dan 0 gram sukrosa,” beber Vera.

 LACTOGROW juga terus memperluas edukasi kepada masyarakat melalui berbagai program yang berfokus pada kesehatan pencernaan anak, yakni dengan menggelar LACTOGROW Digestion Expert Lab yang dirancang untuk memberikan informasi kepada orang tua melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan.

LACTOGROW Digestion Expert Lab ini berlangsung pada 5–7 Juni 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta.

Melalui kegiatan ini, orang tua dan anak dapat mengenal lebih dekat dunia pencernaan sehat melalui berbagai aktivitas edukatif yang dikemas secara interaktif.

Pengunjung dapat mengikuti permainan bertema pencernaan sehat, berkonsultasi langsung dengan dokter, menikmati special performance, hingga mendapatkan berbagai penawaran eksklusif.

Acara ini dirancang untuk membantu orang tua memperoleh informasi yang tepat mengenai kesehatan pencernaan anak sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi si kecil.

“Kami ingin menghadirkan edukasi yang menarik dan immersive, sehingga orang tua bisa mendapatkan informasi yang bermanfaat, sementara anak-anak juga dapat bermain dan belajar dengan cara yang menyenangkan,” jelas Vera.

Di event ini, LACTOGROW juga menghadirkan booth Digestion Poop Check yang dapat membantu orang tua memperoleh gambaran awal mengenai kondisi kesehatan pencernaan anak melalui karakteristik feses.

“Kadang-kadang orang tua bingung apakah pencernaan anaknya sudah sehat atau belum. Karena itu kami menghadirkan Digestion Poop Check sebagai fitur yang dapat membantu memberikan panduan awal bagi orang tua,” jelas Vera.

“Melalui LACTOGROW Digestion Expert Lab dan berbagai aktivitas edukatif yang kami hadirkan, kami ingin membantu lebih banyak orang tua memahami pentingnya menjaga kesehatan pencernaan sebagai fondasi tumbuh kembang optimal anak,” tandas Vera.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.