SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Sebuah aksi heroik spontan diperlihatkan oleh seorang pedagang kaki lima (PKL) bernama Agung Nur Subekti (48) alias Cak Gundul, di tengah insiden kecelakaan tunggal di kawasan Gayungan, Surabaya, pada Jumat (5/6/2026) sore.
Sebuah mobil mikrobus Mazda Bongo E2000 bernopol L-1491-AEH terjun bebas hingga terbenam di dalam parit sedalam empat meter di Jalan Frontage Jend. A Yani, tepat di depan Gapura Gang Jalan Gayungan.
Di saat warga dan pengguna jalan lain yang berada di lokasi kejadian hanya sibuk menonton sambil mengambil foto, Cak Gundul dengan berani langsung menceburkan diri ke dalam air parit dan menyelamatkan nyawa sang sopir.
Cak Gundul yang juga saksi dalam peristiwa tersebut, menceritakan betapa kerasnya benturan dalam kecelakaan tunggal itu.
Dari penuturannya, Cak Gundul kala itu sedang mempersiapkan berbagai keperluan warungnya yang akan dibuka pada sore hari.
Tiba-tiba, terdengar suara benturan sangat keras yang mengagetkan dirinya.
Ternyata, suara menggelegar itu bersumber dari tabrakan keras mikrobus yang menghantam pohon trembesi terlebih dahulu sebelum akhirnya tercebur ke dalam parit.
Baca juga: Catatkan Transaksi Rp 1,88 Triliun, Wagub Emil Dardak Pimpin Misi Dagang Jatim-Sulawesi Utara
"Sopirnya laki-laki masih muda. Itu tadi kecepatannya tinggi, posisi ngantuk menabrak pohon, dia melaju di jalur tengah atau jalur cepat, lalu laju mobilnya ngiri sendiri, nabrak pohon itu," ujar Cak Gundul saat ditemui di lokasi.
Melihat kondisi darurat itu, Cak Gundul langsung berlari menyeberangi badan jalan menuju ke arah parit.
Saat tiba, bodi mobil didapati sudah terbenam separuh ke dalam air. Namun, ia sama sekali belum melihat keberadaan sang pengemudi.
Menyadari sopir masih terjebak di dalam mikrobus yang terendam, Cak Gundul tanpa pikir panjang langsung menceburkan diri ke dalam parit dan berusaha keras menolong korban.
Cak Gundul sempat menyayangkan sikap orang-orang di sekitar lokasi yang dinilainya pasif.
"Saya tadi melihat orang-orang yang ada di lokasi cuma foto-foto gitu aja tidak ada yang bantu. Akhirnya saya nyemplung di dalam untuk membuka pintu," jelasnya.
Cak Gundul terus berusaha membuka paksa pintu kemudi, hingga akhirnya mendapati sopir berinisial L tersebut dalam keadaan syok berat.
Baca juga: Tragedi Wisata Ranu Betok Tiris Probolinggo: 2 Bocah SD Tewas Tenggelam, 1 Selamat
Beruntung, sopir tidak mengalami luka yang signifikan. Cak Gundul kemudian langsung membantu sopir keluar dari ruang kabin dengan selamat.
"Alhamdulillah berhasil terevakuasi cuma sempat tenggelam parit situ ya, saya tadi agak membuka pintu sedikit. Akhirnya bisa terevakuasi orangnya. Korban tidak ada yang luka cuma tenggelam aja dia syok," katanya.
Mengenai dugaan penyebab kecelakaan tunggal mikrobus tersebut, Cak Gundul menduga kuat sopir memang mengemudi dalam keadaan mengantuk berat.
Akibatnya, sopir tidak menyadari laju kendaraannya oleng ke sisi kiri, ditambah lagi laju kendaraan saat itu disinyalir berada dalam kategori kecepatan tinggi.
Saat ditanya mengenai keberanian besarnya untuk langsung menceburkan diri ke dalam parit yang kotor demi menyelamatkan sang sopir, Cak Gundul mengaku tindakan spontan itu murni karena rasa kemanusiaan dan khawatir.
"Saya berani karena saya mikirnya mungkin ada keluarganya mungkin ada anak kecil kan, ya kasihan sesama manusia," pungkasnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sekitar pukul 16.39 WIB, bodi mikrobus Mazda Bongo warna silver tersebut tampak terbenam di dalam air parit yang berwarna pekat kehitaman.
Tak lama berselang, truk Tim Rescue pemadam kebakaran jenis crane telah tiba di bahu jalan dan bersiap untuk melakukan proses evakuasi terhadap bodi mikrobus tersebut.
Tiga orang petugas pemadam kebakaran bahkan langsung menceburkan diri ke dalam parit guna memasang tali pengikat yang akan ditautkan pada bodi kendaraan.
Baca juga: Kekayaan Tiga Calon Sekda Kota Batu, Alfi Nurhidayat Termuda dan Terkaya Berdasarkan LHKPN
Sementara itu, sebuah mobil ambulans juga telah bersiaga di sisi ruas jalan jalur cepat.
Petugas medis dari ambulans tersebut terlihat sedang memberikan perawatan medis intensif terhadap sopir mikrobus yang diketahui berinisial L.
Proses evakuasi pengangkatan bodi mikrobus tersebut akhirnya dinyatakan rampung sekitar pukul 17.22 WIB, di mana bodi kendaraan berhasil diangkat kembali ke daratan di sisi Jalan Frontage Jend. A Yani.